alexametrics
30.3 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

43 Kepala SMPN Terimbas Zonasi

TUBAN, Radar Tuban – Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban melakukan mutasi besar-besaran kepala SMPN di wilayahnya. Dalam surat mutasi bernomor 821.29/06/414,202/2020 tersebut tercatat dari 52 sekolah, sebanyak 43 kepala SMPN yang dirotasi. Salah satu pertimbangan mutasi kepala sekolah (kasek) tersebut karena sistem zonasi. Yakni, memindahkan tugas para kasek agar bisa bertugas ke sekolah yang lebih dekat dengan alamat domisilinya.

Perputaran jabatan kepala sekolah tersebut merata di seluruh kecamatan di Tuban. Di SMPN kawasan kota misalnya. Kepala SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3, SMPN 4, SMPN 5, SMPN 6, dan SMPN 7 Tuban, seluruhnya diisi orang baru. Kepala SMPN 1 Tuban dipimpin Anik Winarni. Sementara Denny Tricahyo Utomo (SMPN 2 Tuban), Fathul Muin (SMPN 3 Tuban), Widyatmiko (SMPN 4 Tuban), Hermien Susmianingsih (SMPN 5 Tuban), Mat Sa’roni (SMPN 6 Tuban), dan Dyah Malaysianti (SMPN 7 Tuban).

Baca Juga :  Siswa Ring Dua Sekolah Unggulan Gigit Jari

Hanya sembilan SMPN yang kaseknya tak ikut tergeser alias bertahan. Yakni, Kepala SMPN 2 Palang Muzakir, SMPN 2 Jenu Sartijo, SMPN 2 Widang Ahmad Sodin, SMPN 3 Singgahan  Paniran, SMPN 1 Bangilan Sukono, SMPN 2 Jatirogo Sony Purbianto, SMPN 1 Tambakboyo  Agus Joko Sulistyono,  SMPN 2 Tambakboyo Ellisius Gandy Purwono, dan SMPN 1 Merakurak M. Kholis.

Kepala Disdik Tuban Nur Khamid kepada Jawa Pos Radar Tuban mengatakan, salah satu tujuan mutasi adalah untuk efisiensi dan mempermudah tugas kepsek. Seperti halnya mantan Kepala SMPN 1 Tuban Mukmanan yang dipindahtugaskan ke SMPN 1 Jatirogo karena lebih dekat dengan tempat tinggalnya di Kecamatan Bangilan. Begitu juga kepsek lainnya. ‘’Kepala sekolah harus siap dipindahkan ke mana pun dan wajib segera beradaptasi,’’ tegas dia.

Pertimbangan lain, kata Nur Khamid, penyegaran di lingkup pendidikan. Seluruh kepala sekolah yang dimutasi rata-rata sudah bertugas lebih dari tiga tahun. Sementara kepala sekolah yang baru menjabat 1–2 tahun belum dipindahtugaskan. Dengan mutasi tersebut, mantan kepala SMAN 1 Soko itu berharap seluruh kepala sekolah mampu menjadi motor penggerak agar lembaga pendidikan yang dipimpin bisa menoreh banyak prestasi.

Baca Juga :  Silpa Bakal Kembali Tembus Rp 2 Triliun

Tidak hanya mutasi kepala sekolah. Tercatat sepuluh guru yang diangkat sebagai kepala sekolah baru. Di antaranya Adi Sudarmo yang sekarang menjabat (kepala SMPN 2 Kerek), Slamet Widodo (kepala SMPN 3 Jatirogo), Sri Istiana (kepala SMPN 2 Singgahan), dan Umi Nurasiyah (kepala SMPN 2 Merakurak) (selengkapnya grafis). ‘’Mutasi ini sekaligus mengisi posisi kepala sekolah yang kosong, jadi sekarang seluruhnya sudah terisi,’’ lanjut dia.

Pendidik yang juga ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Tuban itu mengatakan, saat ini tugas kepsek lebih mudah karena dibebaskan dari kewajiban mengajar. Penggantinya, kepsek harus menjalankan tugasnya di bidang manajerial, supervisi, dan entrepreneurship. ‘’Kepala sekolah sekarang harus totalitas memimpin sekolah dan kreatif menghidupkan jiwa wirausaha siswa dan para guru melalui berbagai programnya,’’ tambah dia. (yud/ds)

TUBAN, Radar Tuban – Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban melakukan mutasi besar-besaran kepala SMPN di wilayahnya. Dalam surat mutasi bernomor 821.29/06/414,202/2020 tersebut tercatat dari 52 sekolah, sebanyak 43 kepala SMPN yang dirotasi. Salah satu pertimbangan mutasi kepala sekolah (kasek) tersebut karena sistem zonasi. Yakni, memindahkan tugas para kasek agar bisa bertugas ke sekolah yang lebih dekat dengan alamat domisilinya.

Perputaran jabatan kepala sekolah tersebut merata di seluruh kecamatan di Tuban. Di SMPN kawasan kota misalnya. Kepala SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3, SMPN 4, SMPN 5, SMPN 6, dan SMPN 7 Tuban, seluruhnya diisi orang baru. Kepala SMPN 1 Tuban dipimpin Anik Winarni. Sementara Denny Tricahyo Utomo (SMPN 2 Tuban), Fathul Muin (SMPN 3 Tuban), Widyatmiko (SMPN 4 Tuban), Hermien Susmianingsih (SMPN 5 Tuban), Mat Sa’roni (SMPN 6 Tuban), dan Dyah Malaysianti (SMPN 7 Tuban).

Baca Juga :  Cacat Hukum, Pelepasan Lahan di Banyuwangi untuk GRR

Hanya sembilan SMPN yang kaseknya tak ikut tergeser alias bertahan. Yakni, Kepala SMPN 2 Palang Muzakir, SMPN 2 Jenu Sartijo, SMPN 2 Widang Ahmad Sodin, SMPN 3 Singgahan  Paniran, SMPN 1 Bangilan Sukono, SMPN 2 Jatirogo Sony Purbianto, SMPN 1 Tambakboyo  Agus Joko Sulistyono,  SMPN 2 Tambakboyo Ellisius Gandy Purwono, dan SMPN 1 Merakurak M. Kholis.

Kepala Disdik Tuban Nur Khamid kepada Jawa Pos Radar Tuban mengatakan, salah satu tujuan mutasi adalah untuk efisiensi dan mempermudah tugas kepsek. Seperti halnya mantan Kepala SMPN 1 Tuban Mukmanan yang dipindahtugaskan ke SMPN 1 Jatirogo karena lebih dekat dengan tempat tinggalnya di Kecamatan Bangilan. Begitu juga kepsek lainnya. ‘’Kepala sekolah harus siap dipindahkan ke mana pun dan wajib segera beradaptasi,’’ tegas dia.

Pertimbangan lain, kata Nur Khamid, penyegaran di lingkup pendidikan. Seluruh kepala sekolah yang dimutasi rata-rata sudah bertugas lebih dari tiga tahun. Sementara kepala sekolah yang baru menjabat 1–2 tahun belum dipindahtugaskan. Dengan mutasi tersebut, mantan kepala SMAN 1 Soko itu berharap seluruh kepala sekolah mampu menjadi motor penggerak agar lembaga pendidikan yang dipimpin bisa menoreh banyak prestasi.

Baca Juga :  Zonasi SD Lebih Mengkhawatirkan

Tidak hanya mutasi kepala sekolah. Tercatat sepuluh guru yang diangkat sebagai kepala sekolah baru. Di antaranya Adi Sudarmo yang sekarang menjabat (kepala SMPN 2 Kerek), Slamet Widodo (kepala SMPN 3 Jatirogo), Sri Istiana (kepala SMPN 2 Singgahan), dan Umi Nurasiyah (kepala SMPN 2 Merakurak) (selengkapnya grafis). ‘’Mutasi ini sekaligus mengisi posisi kepala sekolah yang kosong, jadi sekarang seluruhnya sudah terisi,’’ lanjut dia.

Pendidik yang juga ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Tuban itu mengatakan, saat ini tugas kepsek lebih mudah karena dibebaskan dari kewajiban mengajar. Penggantinya, kepsek harus menjalankan tugasnya di bidang manajerial, supervisi, dan entrepreneurship. ‘’Kepala sekolah sekarang harus totalitas memimpin sekolah dan kreatif menghidupkan jiwa wirausaha siswa dan para guru melalui berbagai programnya,’’ tambah dia. (yud/ds)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/