alexametrics
27 C
Bojonegoro
Thursday, May 19, 2022

Pasar Wisata Harus Jadi Pusat Ekonomi Baru

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Pembangunan Pasar Banjarejo II atau Pasar Wisata sudah selesai. Rencananya akhir bulan ini akan diresmikan sekaligus ditempati. DPRD Bojonegoro meminta pemkab harus serius menjadikan pasar itu menjadi pusat baru perekonomian di kawasan perkotaan.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Sigit Kushariyanto menjelaskan, konsep pembangunan Pasar Banjarejo II adalah untuk dijadikan pusat ekonomi baru. Karena itu proses pengisian pedagang harus berjalan lancar. ‘’Pasar itu harus menjadi ikon atau pusat ekonomi baru di Bojonegoro,’’ jelasnya kemarin.
Sigit melanjutkan, pasar itu rencananya akan diisi pedagang dari Pasar Kota. Sebab, Pasar Kota akan dijadikan ruang terbuka hijau (RTH). Tentunya, pemkab harus bekerja keras agar perpindahan pedagang ke pasar baru itu bisa lebih tertib.
Pasar Banjarejo II dibangun dua lantai. Pasar itu bisa menampung seribu lebih pedagang. Untuk bisa mengisi pasar baru itu, tidak mungkin pemkab mencari pedagang baru. Itu akan memakan waktu cukup lama. ‘’Pasar itu memang dibangun pemindahan pedagang Pasar Kota,’’ bebernya.
Pemindahan pedagang Pasar Kota ke pasar wisata bukan perkara mudah. Hingga kini masih banyak pedagang tidak mau pindah. Sebab, mereka sudah merasa nyaman berjualan di pasar berada di Kelurahan Ledok Wetan itu.
Menurut Sigit, tugas pemkab dalam pemindahan itu tidaklah ringan. Pemkab harus menjadi pasar itu tidak kalah ramai dengan Pasar Kota saat ini. Jangan sampai pasar baru itu justru tidak ramai. ‘’Tentu kami tidak tahu teknisnya bagaimana. Yang jelas pasar baru itu harus lebih ramai,’’ jelasnya.
Ada beberapa hal membuat pedagang enggan pindah. Di antaranya adalah takut pasar baru itu tidak seramai pasar saat ini. Para pedagang takut kehilangan pelanggan jika pindah ke lokasi baru. ‘’Kami memaklumi itu. Itu hak pedagang untuk menyampaikannya,’’ jelasnya.
Sigit memastikan, DPRD siap membantu pemkab melakukan sosialisasi pemindahan pedagang ke pasar baru. Sebab, itu untuk melakukan penataan kota agar lebih rapi. ‘’Jika dibutuhkan kami siap membantu sosialisasi,’’ jelasnya.
Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya Adie Witjaksono mengatakan, bahwa pembangunan Pasar Banjarejo II sudah selesai 100 persen. Saat ini hanya tinggal proses pembayaran rekanan. Pasar Banjarejo II dibangun PT Citra Prasasti Konsorindo dari Bekasi. Kontraknya senilai Rp 68,7 miliar.
Sekretaris Komisi C DPRD Bojonegoro Ahmad Supriyanto mengatakan, tugas pemkab memindahkan pedagang Pasar Kota ke Pasar Banjarejo II bukan hal mudah. Sebagian besar pedagang masih menolak relokasi.
Menurut dia, permasalahan relokasi pasar adalah kekhawatiran hilangnya pelanggan. Hal itu membuat proses relokasi tidak bisa berjalan lancar. ‘’Permasalahan relokasi itu sebenarnya sama. Jadi, tugas pemkab meyakinkan para pedagang agar mau pindah,’’ jelasnya.
Selama ini, lanjut Supriyanto, DPRD tidak pernah diajak koordinasi terkait hal itu. Tentu membuat DPRD belum mengetahui strategi pemkab dalam proses pemindahan pedagang.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Bojonegoro Sukaemi belum memberikan keterangan terkait hal itu. Saat dihubungi pihaknya belum memberikan jawaban.

Baca Juga :  Bupati: Sebelum Kejadian Sudah Laporkan Ketidaklaikan

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Pembangunan Pasar Banjarejo II atau Pasar Wisata sudah selesai. Rencananya akhir bulan ini akan diresmikan sekaligus ditempati. DPRD Bojonegoro meminta pemkab harus serius menjadikan pasar itu menjadi pusat baru perekonomian di kawasan perkotaan.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Sigit Kushariyanto menjelaskan, konsep pembangunan Pasar Banjarejo II adalah untuk dijadikan pusat ekonomi baru. Karena itu proses pengisian pedagang harus berjalan lancar. ‘’Pasar itu harus menjadi ikon atau pusat ekonomi baru di Bojonegoro,’’ jelasnya kemarin.
Sigit melanjutkan, pasar itu rencananya akan diisi pedagang dari Pasar Kota. Sebab, Pasar Kota akan dijadikan ruang terbuka hijau (RTH). Tentunya, pemkab harus bekerja keras agar perpindahan pedagang ke pasar baru itu bisa lebih tertib.
Pasar Banjarejo II dibangun dua lantai. Pasar itu bisa menampung seribu lebih pedagang. Untuk bisa mengisi pasar baru itu, tidak mungkin pemkab mencari pedagang baru. Itu akan memakan waktu cukup lama. ‘’Pasar itu memang dibangun pemindahan pedagang Pasar Kota,’’ bebernya.
Pemindahan pedagang Pasar Kota ke pasar wisata bukan perkara mudah. Hingga kini masih banyak pedagang tidak mau pindah. Sebab, mereka sudah merasa nyaman berjualan di pasar berada di Kelurahan Ledok Wetan itu.
Menurut Sigit, tugas pemkab dalam pemindahan itu tidaklah ringan. Pemkab harus menjadi pasar itu tidak kalah ramai dengan Pasar Kota saat ini. Jangan sampai pasar baru itu justru tidak ramai. ‘’Tentu kami tidak tahu teknisnya bagaimana. Yang jelas pasar baru itu harus lebih ramai,’’ jelasnya.
Ada beberapa hal membuat pedagang enggan pindah. Di antaranya adalah takut pasar baru itu tidak seramai pasar saat ini. Para pedagang takut kehilangan pelanggan jika pindah ke lokasi baru. ‘’Kami memaklumi itu. Itu hak pedagang untuk menyampaikannya,’’ jelasnya.
Sigit memastikan, DPRD siap membantu pemkab melakukan sosialisasi pemindahan pedagang ke pasar baru. Sebab, itu untuk melakukan penataan kota agar lebih rapi. ‘’Jika dibutuhkan kami siap membantu sosialisasi,’’ jelasnya.
Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya Adie Witjaksono mengatakan, bahwa pembangunan Pasar Banjarejo II sudah selesai 100 persen. Saat ini hanya tinggal proses pembayaran rekanan. Pasar Banjarejo II dibangun PT Citra Prasasti Konsorindo dari Bekasi. Kontraknya senilai Rp 68,7 miliar.
Sekretaris Komisi C DPRD Bojonegoro Ahmad Supriyanto mengatakan, tugas pemkab memindahkan pedagang Pasar Kota ke Pasar Banjarejo II bukan hal mudah. Sebagian besar pedagang masih menolak relokasi.
Menurut dia, permasalahan relokasi pasar adalah kekhawatiran hilangnya pelanggan. Hal itu membuat proses relokasi tidak bisa berjalan lancar. ‘’Permasalahan relokasi itu sebenarnya sama. Jadi, tugas pemkab meyakinkan para pedagang agar mau pindah,’’ jelasnya.
Selama ini, lanjut Supriyanto, DPRD tidak pernah diajak koordinasi terkait hal itu. Tentu membuat DPRD belum mengetahui strategi pemkab dalam proses pemindahan pedagang.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Bojonegoro Sukaemi belum memberikan keterangan terkait hal itu. Saat dihubungi pihaknya belum memberikan jawaban.

Baca Juga :  Belum Ada Paket Wisata

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/