alexametrics
24.9 C
Bojonegoro
Sunday, May 22, 2022

Sudah Masuk Musim Hujan, tapi Belum Merata

TUBAN, Radar Tuban – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas III Tuban melaporkan, saat ini wilayah Kabupaten Tuban sudah memasuki musim penghujan. Namun, untuk intensitas hujan masih belum merata.
‘’Berdasar peta perkiraan, dasarian satu (sepuluh hari pertama) November ini sudah masuk awal musim hujan, tapi baru sebagian wilayah,’’ kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Tuban Zem Irianto Padama.
Disampaikan Zem, sapaan akrabnya, hasil monitoring kejadian hujan dalam beberapa hari terakhir ini baru berlangsung di wilayah selatan Tuban. Meliputi Kecamatan Kenduruan, Singgahan, Parengan, Soko, Rengel, Plumpang, dan Widang bagian selatan. ‘’Masih belum merata,’’ terang dia.
Selain beberapa wilayah di atas, sebenarnya beberapa wilayah lain juga sudah mulai turun hujan. Hanya saja frekuensi dan intensitas hujannya masih kecil. ‘’Istilahnya hujan ringan,’’ terangnya.
Karenanya, hal yang wajar di beberapa wilayah masih mengalami kekeringan. Selain karena intensitas hujan yang belum masuk kategori panjang dan lebat, juga belum merata. Pun dengan suhu panas juga masih terus berlangsung.
Diketahui, suhu panas yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia, termasuk di Tuban ini merupakan fenomena akibat adanya gerak semu matahari yang berada tepat di atas pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara yang dalam perjalanan menuju posisi 23 lintang selatan setelah meninggalkan ekuator. Ini siklus biasa yang terjadi setiap tahun. Sehingga, potensi suhu udara panas seperti yang terjadi sekarang ini selalu terulang setiap tahun pada periode yang sama.
Selain fenomena gerak semua matahari, teriknya matahari yang menyebabkan tubuh terasa gerah ini juga didukung dengan cuaca yang cerah atau adanya tutupan awan di langit yang rendah. Sehingga, menyebabkan penyinaran matahari ke permukaan bumi lebih optimal atau teras lebih panas.
Seiring dengan mulai memasukinya musim penghujan ini, bencana seperti hedrometeorologi, puting beliung, dan longsor juga berpotensi terjadi. Karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mulai menyebarkan peringatan dini kepada seluruh masyarakat Tuban. Utamanya pada wilayah-wilayah perbukitan. Sebab, sering kali hujan pada awal musim ini disertai dengan angin kencang. Sehingga sangat berpotensi terjadinya puting beliung.
‘’Bencana puting beliung ini sering terjadi di Tuban saat intensitas hujan lebat disertai angin kencang. Utamanya daerah perbukitan. Untuk itu, kami imbau selalu waspada,’’ tutur Kepala BPBD Tuban Yudi Irwanto.

Baca Juga :  Waspada Peralihan Musim dan Perubahan Cuaca

TUBAN, Radar Tuban – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas III Tuban melaporkan, saat ini wilayah Kabupaten Tuban sudah memasuki musim penghujan. Namun, untuk intensitas hujan masih belum merata.
‘’Berdasar peta perkiraan, dasarian satu (sepuluh hari pertama) November ini sudah masuk awal musim hujan, tapi baru sebagian wilayah,’’ kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Tuban Zem Irianto Padama.
Disampaikan Zem, sapaan akrabnya, hasil monitoring kejadian hujan dalam beberapa hari terakhir ini baru berlangsung di wilayah selatan Tuban. Meliputi Kecamatan Kenduruan, Singgahan, Parengan, Soko, Rengel, Plumpang, dan Widang bagian selatan. ‘’Masih belum merata,’’ terang dia.
Selain beberapa wilayah di atas, sebenarnya beberapa wilayah lain juga sudah mulai turun hujan. Hanya saja frekuensi dan intensitas hujannya masih kecil. ‘’Istilahnya hujan ringan,’’ terangnya.
Karenanya, hal yang wajar di beberapa wilayah masih mengalami kekeringan. Selain karena intensitas hujan yang belum masuk kategori panjang dan lebat, juga belum merata. Pun dengan suhu panas juga masih terus berlangsung.
Diketahui, suhu panas yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia, termasuk di Tuban ini merupakan fenomena akibat adanya gerak semu matahari yang berada tepat di atas pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara yang dalam perjalanan menuju posisi 23 lintang selatan setelah meninggalkan ekuator. Ini siklus biasa yang terjadi setiap tahun. Sehingga, potensi suhu udara panas seperti yang terjadi sekarang ini selalu terulang setiap tahun pada periode yang sama.
Selain fenomena gerak semua matahari, teriknya matahari yang menyebabkan tubuh terasa gerah ini juga didukung dengan cuaca yang cerah atau adanya tutupan awan di langit yang rendah. Sehingga, menyebabkan penyinaran matahari ke permukaan bumi lebih optimal atau teras lebih panas.
Seiring dengan mulai memasukinya musim penghujan ini, bencana seperti hedrometeorologi, puting beliung, dan longsor juga berpotensi terjadi. Karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mulai menyebarkan peringatan dini kepada seluruh masyarakat Tuban. Utamanya pada wilayah-wilayah perbukitan. Sebab, sering kali hujan pada awal musim ini disertai dengan angin kencang. Sehingga sangat berpotensi terjadinya puting beliung.
‘’Bencana puting beliung ini sering terjadi di Tuban saat intensitas hujan lebat disertai angin kencang. Utamanya daerah perbukitan. Untuk itu, kami imbau selalu waspada,’’ tutur Kepala BPBD Tuban Yudi Irwanto.

Baca Juga :  Hujan Masih Parsial

Artikel Terkait

Most Read

Usulkan Bantuan 600 Nelayan 

Toilet dan Kecepatan Kereta 

Artikel Terbaru

Dari Dangdut ke Salawat

Mampu Berbuah Lebih Cepat

Anak Desa Harus Semangat Kuliah


/