alexametrics
23.9 C
Bojonegoro
Tuesday, August 9, 2022

Belajar Daring Lariskan Penjual Laptop dan Elektronik

Radar Tuban – Tak semua usaha terpuruk selama pandemi yang sudah berjalan lima bulan terakhir. Sejumlah sektor bisnis justru untung. Salah satunya bisnis penjualan laptop. Bisnis komputer lipat itu terus mengalami kenaikan signifikan karena ketentuan belajar dari rumah alias daring. Supervisor salah satu toko laptop di Tuban Iman mengatakan, penjualan laptop selama pandemi naik dua kali lipat jika dibanding sebelumnya.

Kalau sebelumnya rata-rata 15 unit per bulan, selama pandemi mulai Maret penjualan me ningkat tajam. ‘’Rata-rata satu bulan terjual 30-35 unit laptop,’’ kata dia kepada Jawa Pos Radar Tuban. Pria kelahiran Desa Margorejo, Kecamatan Kerek itu menjelaskan, selama pandemi pembeli didominasi sektor pendidikan. Baik siswa, mahasiswa, maupun guru.

Baca Juga :  Misa Paskah, Berlanjut Jumat Agung di Bojonegoro

Alasannya sama, untuk menunjang kegiatan belajar dari rumah. Termasuk untuk mengerjakan tugas. Sementara dari kalangan non pendidikan masih minim. ‘’Sebagian besar beli untuk menunjang belajar di rumah,’’ jelas dia. Yoyok, penjual laptop lain mengatakan, penjualan laptop selama pandemi sangat menjanjikan. Selain dari sektor pendidikan, penjualan dari kalangan pekerja juga masih prospektif.

Dia menjelaskan, sebelum pandemi, penjualan laptop hanya merangsek naik saat menjelang tahun ajaran baru. ‘’Sejak berlaku ketentuan belajar dari rumah dan bekerja dari rumah, penjualan laptop tiap bulannya naik,’’ terang dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban Nur Khamid menyampaikan, setiap guru wajib mengetahui kemampuan siswanya. Jika mayoritas siswa dari kalangan keluarga miskin, guru diminta untuk tidak memaksakan pembelajaran daring.

Baca Juga :  Merawat Tradisi Saat Pandemi, Rayakan Tradisi Boo Tho

Sebab, pembelajaran daring bagi sebagian siswa memberatkan karena terkendala gawai. Selain itu bagi sebagian orang tua siswa, biaya paket internet tiap bulannya juga memberatkan. Karena itu, sejak awal disdik menekankan guru tetap harus mengutamakan pembelajaran tatap muka secara terbatas. Yakni, dengan menggelar home visit atau kunjungan ke rumah siswa secara bergantian. Atau bisa diganti penugasan secara berkelompok dan pengumpulan tugas ke sekolah masing-masing. ‘’Guru harus tahu kemampuan siswanya,’’ tegas dia.

Radar Tuban – Tak semua usaha terpuruk selama pandemi yang sudah berjalan lima bulan terakhir. Sejumlah sektor bisnis justru untung. Salah satunya bisnis penjualan laptop. Bisnis komputer lipat itu terus mengalami kenaikan signifikan karena ketentuan belajar dari rumah alias daring. Supervisor salah satu toko laptop di Tuban Iman mengatakan, penjualan laptop selama pandemi naik dua kali lipat jika dibanding sebelumnya.

Kalau sebelumnya rata-rata 15 unit per bulan, selama pandemi mulai Maret penjualan me ningkat tajam. ‘’Rata-rata satu bulan terjual 30-35 unit laptop,’’ kata dia kepada Jawa Pos Radar Tuban. Pria kelahiran Desa Margorejo, Kecamatan Kerek itu menjelaskan, selama pandemi pembeli didominasi sektor pendidikan. Baik siswa, mahasiswa, maupun guru.

Baca Juga :  Pasien Membeludak, RSUD Akhirnya Tambah Ruang UGD Baru

Alasannya sama, untuk menunjang kegiatan belajar dari rumah. Termasuk untuk mengerjakan tugas. Sementara dari kalangan non pendidikan masih minim. ‘’Sebagian besar beli untuk menunjang belajar di rumah,’’ jelas dia. Yoyok, penjual laptop lain mengatakan, penjualan laptop selama pandemi sangat menjanjikan. Selain dari sektor pendidikan, penjualan dari kalangan pekerja juga masih prospektif.

Dia menjelaskan, sebelum pandemi, penjualan laptop hanya merangsek naik saat menjelang tahun ajaran baru. ‘’Sejak berlaku ketentuan belajar dari rumah dan bekerja dari rumah, penjualan laptop tiap bulannya naik,’’ terang dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban Nur Khamid menyampaikan, setiap guru wajib mengetahui kemampuan siswanya. Jika mayoritas siswa dari kalangan keluarga miskin, guru diminta untuk tidak memaksakan pembelajaran daring.

Baca Juga :  Merawat Tradisi Saat Pandemi, Rayakan Tradisi Boo Tho

Sebab, pembelajaran daring bagi sebagian siswa memberatkan karena terkendala gawai. Selain itu bagi sebagian orang tua siswa, biaya paket internet tiap bulannya juga memberatkan. Karena itu, sejak awal disdik menekankan guru tetap harus mengutamakan pembelajaran tatap muka secara terbatas. Yakni, dengan menggelar home visit atau kunjungan ke rumah siswa secara bergantian. Atau bisa diganti penugasan secara berkelompok dan pengumpulan tugas ke sekolah masing-masing. ‘’Guru harus tahu kemampuan siswanya,’’ tegas dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/