alexametrics
29.3 C
Bojonegoro
Thursday, August 11, 2022

Disnakkan Bojonegoro Harus Mengecek Hewan akan Disembelih

Mestinya Disembelih di Rumah Pemotongan Hewan, tapi Sulit

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Hari Raya Iduladha perlu pengawasan hewan akan dikurbankan. Tentu memastikan ternak disembelih bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK). Petugas dinas peternakan dan perikanan (disnakkan) harus memeriksa semua hewan kurban. Apalagi, tidak mungkin semua hewan disembelih di rumah pemotongan hewan (RPH).

 

Awaludin Ridwan, dosen Politeknik Pertanian dan Peternakan Mapena Tuban mengatakan, semua hewan kurban tidak mungkin disembelih di RPH. Sebab, keberadaan RPH jaraknya jauh.

Meskipun arahan dari pemerintah agar disembelih di RPH. Karena itu, sebelum hewan kurban disembelih, petugas disnakkan harus memeriksa memastikan ternak bebas dari PMK.

 

“Jumlah sapi untuk hari raya masih mencukupi,” jelas dosen tinggal di Desa Ngumpakdalem, Dander tersebut.

Baca Juga :  Madrasah Berasrama dan Swasta Sudah Gelar PPDB

 

Meski jumlah petugas disnakkan terbatas, namun harus dioptimalkan. Sehingga pengawasan layak atau tidak hewan kurban disembelih bisa diketahui.

 

Selain penanganan ketika hari raya, tindakan preventif bagi ternak belum terjangkit PMK perlu dilakukan. Seperti vaksinasi, menjaga kebersihan kandang, hingga pembatasan orang masuk ke kandang. “Juga lockdown kandang bagi ternak sudah terjangkit PMK,” terangnya.

 

Ridwan meminta pemkab menganggarkan dana untuk fokus penanganan PMK. Sebagai ganti rugi ternak mati atau dimusnahkan akibat terkena PMK parah. Sehingga ke depan peternak tidak patah semangat untuk beternak. “PMK mengakibatkan masyarakat enggan beternak, karena kerugian ekonomi,” jelasnya.

 

Selain itu anggaran digunakan untuk meningkatkan populasi ternak, khususnya sapi. PMK berdampak pada berkurangnya populasi. “Penanganan pasca wabah harus dimulai sekarang,” terangnya.

Baca Juga :  Dibahas, Rapat Peluang Penutupan Wisata Ziarah

 

 

Sementara itu, disnakkan belum memberikan keterangan atas upaya penanganan PMK jelang Iduladha. Kabid Kesehatan Hewan Disnakkan Sugiharti Sri Rahayu dan Kepala Disnakkan Catur Rahayu belum bisa dikonfirmasi. Ketika dihubungi belum menjawab. (irv/rij)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Hari Raya Iduladha perlu pengawasan hewan akan dikurbankan. Tentu memastikan ternak disembelih bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK). Petugas dinas peternakan dan perikanan (disnakkan) harus memeriksa semua hewan kurban. Apalagi, tidak mungkin semua hewan disembelih di rumah pemotongan hewan (RPH).

 

Awaludin Ridwan, dosen Politeknik Pertanian dan Peternakan Mapena Tuban mengatakan, semua hewan kurban tidak mungkin disembelih di RPH. Sebab, keberadaan RPH jaraknya jauh.

Meskipun arahan dari pemerintah agar disembelih di RPH. Karena itu, sebelum hewan kurban disembelih, petugas disnakkan harus memeriksa memastikan ternak bebas dari PMK.

 

“Jumlah sapi untuk hari raya masih mencukupi,” jelas dosen tinggal di Desa Ngumpakdalem, Dander tersebut.

Baca Juga :  Madrasah Berasrama dan Swasta Sudah Gelar PPDB

 

Meski jumlah petugas disnakkan terbatas, namun harus dioptimalkan. Sehingga pengawasan layak atau tidak hewan kurban disembelih bisa diketahui.

 

Selain penanganan ketika hari raya, tindakan preventif bagi ternak belum terjangkit PMK perlu dilakukan. Seperti vaksinasi, menjaga kebersihan kandang, hingga pembatasan orang masuk ke kandang. “Juga lockdown kandang bagi ternak sudah terjangkit PMK,” terangnya.

 

Ridwan meminta pemkab menganggarkan dana untuk fokus penanganan PMK. Sebagai ganti rugi ternak mati atau dimusnahkan akibat terkena PMK parah. Sehingga ke depan peternak tidak patah semangat untuk beternak. “PMK mengakibatkan masyarakat enggan beternak, karena kerugian ekonomi,” jelasnya.

 

Selain itu anggaran digunakan untuk meningkatkan populasi ternak, khususnya sapi. PMK berdampak pada berkurangnya populasi. “Penanganan pasca wabah harus dimulai sekarang,” terangnya.

Baca Juga :  Cegah Lonjakan Pengangguran Pekerja JTB

 

 

Sementara itu, disnakkan belum memberikan keterangan atas upaya penanganan PMK jelang Iduladha. Kabid Kesehatan Hewan Disnakkan Sugiharti Sri Rahayu dan Kepala Disnakkan Catur Rahayu belum bisa dikonfirmasi. Ketika dihubungi belum menjawab. (irv/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/