alexametrics
28.3 C
Bojonegoro
Tuesday, May 17, 2022

Kantor Kemenag Pastikan Haji Dibuka

Jamaah Haji Bojonegoro Tahun Ini, Menanti Kuota

CJH Harus Vaksin Meningitis Ulang

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Setelah dua tahun tertunda, calon jamaah haji (CJH) berpeluang berangkat tahun ini. Pemerintah Arab Saudi sudah memperbolehkan warga negara lain masuk ke negaranya untuk menunaikan ibadah haji.

 

Namun, belum diketahui  jumlah CJH yang bisa berangkat. Belum ada kepastian kuota haji, baik secara nasional maupun daerah. Sehingga masih harus menunggu kuota untuk Kabupaten Bojonegoro.

 

Kasi Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro Yasmani mengatakan, jamaah haji sudah bisa berangkat tahun ini setelah sejak pandemi korona ibadah haji tidak bisa dilakukan. “Sudah diperbolehkan,” ungkapnya kemarin (7/3).

 

Meski ibadah haji diperbolehkan, namun belum ada keputusan terkait kuota CJH untuk Indonesia. Juga jumlah jamaah akan berangkat dari Bojonegoro. “Belum ada keputusan resmi (jumlah kuota),” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

 

Baca Juga :  Launching dan Kuliah Perdana Pascasarjana Unirow Tuban

Menurut Yasmani jika sesuai kuota pada 2020, terdapat 1.456 CJH harusnya berangkat. Sedangkan jumlah daftar tunggu atau waiting list sekitar 46 ribu jamaah. Namun kepastian jamaah diperbolehkan berangkat harus tetap menunggu.

 

Sebelumnya, Yasmani pun menyampaikan sudah berkoordinasi dengan dinas kesehatan (dinkes) terkait vaksin booster Covid-19 dengan sasaran CJH. Juga pendataan vaksinasi meningitis dan influenza. “Seluruh puskesmas sudah mendata dan sekarang sedang berjalan vaksinasi booster, meningitis, dan influenza,” ujarnya.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes dr. Whenny Dyah Prajanti menerangkan, bahwa sebanyak 1.500-an CJH sudah jalani vaksin meningitis dan influenza pada 2020 lalu.

 

“Karena masa berlaku vaksin meningitis dan influenza itu hanya dua tahun, para CJH wajib menjalani vaksin ulang,” bebernya.

Baca Juga :  Tiga Hari Tak Turun Hujan, Air Bengawan Solo Mulai Surut

 

Selain itu, pihaknya juga akan menyiapkan tenaga kesehatan haji Indonesia (TKHI) yang mana telah jalani seleksi. Biasanya satu dokter dan dua perawat per kloter haji. Jumlah per kloter sekitar 400-500 orang.

Laji sekretaris Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Al-Mubarok Bojonegoro belum mengetahui kuota haji untuk tahun ini. Namun, sudah diperbolehkannya menjalankan ibadah haji merupakan kabar baik. “Sangat mendukung dan berterima kasih atas berita tersebut,” ungkapnya

Laji meminta kuota CJH tahun ini bisa berangkat seperti tahun-tahun sebelumnya. Sehingga masa tunggu keberangkatan haji tidak mengalami penambahan terus menerus. “Karena sudah hampir tiga tahun CJH tidak bisa berangkat, masa tunggu bertambah lama,” terangnya. (irv/bgs/rij)

CJH Harus Vaksin Meningitis Ulang

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Setelah dua tahun tertunda, calon jamaah haji (CJH) berpeluang berangkat tahun ini. Pemerintah Arab Saudi sudah memperbolehkan warga negara lain masuk ke negaranya untuk menunaikan ibadah haji.

 

Namun, belum diketahui  jumlah CJH yang bisa berangkat. Belum ada kepastian kuota haji, baik secara nasional maupun daerah. Sehingga masih harus menunggu kuota untuk Kabupaten Bojonegoro.

 

Kasi Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro Yasmani mengatakan, jamaah haji sudah bisa berangkat tahun ini setelah sejak pandemi korona ibadah haji tidak bisa dilakukan. “Sudah diperbolehkan,” ungkapnya kemarin (7/3).

 

Meski ibadah haji diperbolehkan, namun belum ada keputusan terkait kuota CJH untuk Indonesia. Juga jumlah jamaah akan berangkat dari Bojonegoro. “Belum ada keputusan resmi (jumlah kuota),” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

 

Baca Juga :  Akankah Slogan Bumi Wali Berganti?

Menurut Yasmani jika sesuai kuota pada 2020, terdapat 1.456 CJH harusnya berangkat. Sedangkan jumlah daftar tunggu atau waiting list sekitar 46 ribu jamaah. Namun kepastian jamaah diperbolehkan berangkat harus tetap menunggu.

 

Sebelumnya, Yasmani pun menyampaikan sudah berkoordinasi dengan dinas kesehatan (dinkes) terkait vaksin booster Covid-19 dengan sasaran CJH. Juga pendataan vaksinasi meningitis dan influenza. “Seluruh puskesmas sudah mendata dan sekarang sedang berjalan vaksinasi booster, meningitis, dan influenza,” ujarnya.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes dr. Whenny Dyah Prajanti menerangkan, bahwa sebanyak 1.500-an CJH sudah jalani vaksin meningitis dan influenza pada 2020 lalu.

 

“Karena masa berlaku vaksin meningitis dan influenza itu hanya dua tahun, para CJH wajib menjalani vaksin ulang,” bebernya.

Baca Juga :  Evaluasi BPNT Daerah

 

Selain itu, pihaknya juga akan menyiapkan tenaga kesehatan haji Indonesia (TKHI) yang mana telah jalani seleksi. Biasanya satu dokter dan dua perawat per kloter haji. Jumlah per kloter sekitar 400-500 orang.

Laji sekretaris Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Al-Mubarok Bojonegoro belum mengetahui kuota haji untuk tahun ini. Namun, sudah diperbolehkannya menjalankan ibadah haji merupakan kabar baik. “Sangat mendukung dan berterima kasih atas berita tersebut,” ungkapnya

Laji meminta kuota CJH tahun ini bisa berangkat seperti tahun-tahun sebelumnya. Sehingga masa tunggu keberangkatan haji tidak mengalami penambahan terus menerus. “Karena sudah hampir tiga tahun CJH tidak bisa berangkat, masa tunggu bertambah lama,” terangnya. (irv/bgs/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/