alexametrics
24.5 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Progres Pembangunan JLS dan MPP Sesuai Target

Radar Tuban – Wakil Bupati Tuban Ir. Noor Nahar Hussein, M.Si. kemarin (6/8) mulai memantau proses pengerjaan sejumlah proyek strategis Pemkab Tuban tahun 2020. Tujuannya, untuk memastikan proses pembangunan berjalan sesuai rencana dan target.

Dua proyek strategis yang ditinjau adalah pembangunan jalan lingkar selatan (JLS) tahap II dan pembangunan Mall Pelayanan Publik (MPP). Ikut mendampingi wabup ketika turun ke lapangan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tuban Agung Supriadi, SE.; Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (DKI) Drs. Rohman Ubaid; Kepala Bidang Prasarana Jalan Dinas PUPR Tuban Edi Kartono, dan beberapa perwakilan OPD terkait.

Wabup menyampaikan, sampai saat ini proses pembangunan JLS masih pada posisi on the track. Artinya, telah sesuai dengan target periodik yang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil tinjaunnya, proyek yang terbagi dalam tiga paket (Jarum-Tegalbang, Tegalbang Kembangbilo, Kembangbilo-Bogorejo) tersebut, masing-masing telah mencapai target periodik.

‘’Dari target 5 persen, rata-rata sudah mencapai 7-8 persen,’’ kata dia usai memantau langsung proses pengerjaan proyek di lapangan. Wabup bersyukur sampai tahap ini pembangunan JLS maupun MPP tanpa kendala yang menghambat pembangunan. Masing-masing berjalan sesuai target.

Baca Juga :  Parcel Duit, Solusi Hadiah Cepat dan Murah

Untuk JLS, terang wabup, saat ini memasuki tahap cutting field atau perataan lahan yang menjadi dasar jalan. Sedangkan untuk MPP mulai menyelesaikan struktur bangunan tiga lantai. ‘’Semua akan kita awasi secara ketat. Terus kita pantau perkembangannya.

Semua harus berjalan sesuai target, sehingga bisa selesai tepat waktu,’’ tegas wabup dua periode itu. Di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, wabup juga menekankan pentingnya menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Tanpa terkecuali untuk para pekerja proyek.

‘’Semua proses kegiatan harus menerapkan protokol kesehatan,’’ tegasnya. Kepala Dinas PUPR Tuban Agung Supriadi menyampaikan, untuk pengerjaan proyek JLS ditargetkan tuntas sebelum akhir November. Sedangkan untuk MPP ditargetkan selesai sebelum akhir Desember.

Dengan demikian, pada tahun depan kedua proyek strategis itu sudah bisa dioperasikan. ‘’Khusus untuk JLS sudah masuk dalam proyek strategis nasional. Harapannya, tahun depan segera dianggarkan pemerintah pusat untuk kelanjutan lajur lainnya, karena pada tahap pertama (2019) dan kedua (2020) ini Pemkab Tuban sudah melaksanakan pembangunan sepanjang hampir 13 km dengan dana APBD,’’ kata dia berharap.

Baca Juga :  SMK Tanpa Praktik, Lalu Bagaimana?

Sebagaimana diketahui, pembangunan JLS tahap II terbagi dalam tiga paket pekerjaan. Pertama, paket yang meng hubungkan hasil pekerjaan sebelumnya di tahap I, yakni ruas Dusun Jarum, Desa Jadi-Desa Tegalagung sepanjang 2.616 m dengan anggaran Rp 18,6 miliar.

Kemudian, paket dua, ruas Tegalbang-Desa Kembangbilo sepanjang 1.975 m dengan anggaran sekitar Rp 14,4 miliar. Dan, paket tiga menghubungkan ruas Kembangbilo-Desa Bogorejo se panjang 2.014 m dengan anggaran Rp 20,2 m. Sedangkan untuk pembangunan MPP di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Tuban itu dianggarkan Rp 21,2 miliar.

Untuk MPP dibangun tiga lantai. Gedung yang berlokasi satu kompleks dengan kantor BPBD itu akan fungsikan untuk meningkatkan pelayanan semua urusan perizinan di Tuban. Mulai dokumen kependudukan, SIM, STNK, serta semua proses perizinan yang ditangani Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP-Naker). Harapannya, pelayanan perizinan semakin baik dan optimal.

Radar Tuban – Wakil Bupati Tuban Ir. Noor Nahar Hussein, M.Si. kemarin (6/8) mulai memantau proses pengerjaan sejumlah proyek strategis Pemkab Tuban tahun 2020. Tujuannya, untuk memastikan proses pembangunan berjalan sesuai rencana dan target.

Dua proyek strategis yang ditinjau adalah pembangunan jalan lingkar selatan (JLS) tahap II dan pembangunan Mall Pelayanan Publik (MPP). Ikut mendampingi wabup ketika turun ke lapangan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tuban Agung Supriadi, SE.; Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (DKI) Drs. Rohman Ubaid; Kepala Bidang Prasarana Jalan Dinas PUPR Tuban Edi Kartono, dan beberapa perwakilan OPD terkait.

Wabup menyampaikan, sampai saat ini proses pembangunan JLS masih pada posisi on the track. Artinya, telah sesuai dengan target periodik yang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil tinjaunnya, proyek yang terbagi dalam tiga paket (Jarum-Tegalbang, Tegalbang Kembangbilo, Kembangbilo-Bogorejo) tersebut, masing-masing telah mencapai target periodik.

‘’Dari target 5 persen, rata-rata sudah mencapai 7-8 persen,’’ kata dia usai memantau langsung proses pengerjaan proyek di lapangan. Wabup bersyukur sampai tahap ini pembangunan JLS maupun MPP tanpa kendala yang menghambat pembangunan. Masing-masing berjalan sesuai target.

Baca Juga :  Gowes Jembatan Terusan Bojonegoro Tuban

Untuk JLS, terang wabup, saat ini memasuki tahap cutting field atau perataan lahan yang menjadi dasar jalan. Sedangkan untuk MPP mulai menyelesaikan struktur bangunan tiga lantai. ‘’Semua akan kita awasi secara ketat. Terus kita pantau perkembangannya.

Semua harus berjalan sesuai target, sehingga bisa selesai tepat waktu,’’ tegas wabup dua periode itu. Di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, wabup juga menekankan pentingnya menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Tanpa terkecuali untuk para pekerja proyek.

‘’Semua proses kegiatan harus menerapkan protokol kesehatan,’’ tegasnya. Kepala Dinas PUPR Tuban Agung Supriadi menyampaikan, untuk pengerjaan proyek JLS ditargetkan tuntas sebelum akhir November. Sedangkan untuk MPP ditargetkan selesai sebelum akhir Desember.

Dengan demikian, pada tahun depan kedua proyek strategis itu sudah bisa dioperasikan. ‘’Khusus untuk JLS sudah masuk dalam proyek strategis nasional. Harapannya, tahun depan segera dianggarkan pemerintah pusat untuk kelanjutan lajur lainnya, karena pada tahap pertama (2019) dan kedua (2020) ini Pemkab Tuban sudah melaksanakan pembangunan sepanjang hampir 13 km dengan dana APBD,’’ kata dia berharap.

Baca Juga :  Menuju Bojonegoro Modern, Trotoar Semakin Ciamik

Sebagaimana diketahui, pembangunan JLS tahap II terbagi dalam tiga paket pekerjaan. Pertama, paket yang meng hubungkan hasil pekerjaan sebelumnya di tahap I, yakni ruas Dusun Jarum, Desa Jadi-Desa Tegalagung sepanjang 2.616 m dengan anggaran Rp 18,6 miliar.

Kemudian, paket dua, ruas Tegalbang-Desa Kembangbilo sepanjang 1.975 m dengan anggaran sekitar Rp 14,4 miliar. Dan, paket tiga menghubungkan ruas Kembangbilo-Desa Bogorejo se panjang 2.014 m dengan anggaran Rp 20,2 m. Sedangkan untuk pembangunan MPP di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Tuban itu dianggarkan Rp 21,2 miliar.

Untuk MPP dibangun tiga lantai. Gedung yang berlokasi satu kompleks dengan kantor BPBD itu akan fungsikan untuk meningkatkan pelayanan semua urusan perizinan di Tuban. Mulai dokumen kependudukan, SIM, STNK, serta semua proses perizinan yang ditangani Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP-Naker). Harapannya, pelayanan perizinan semakin baik dan optimal.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/