alexametrics
23.9 C
Bojonegoro
Thursday, May 26, 2022

Jumlah PPPK Terbanyak di Jatim

SMA-SMK di Bojonegoro Masih Boleh Rekrut GTT

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Rekrutan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Jawa Timur Wilayah Bojonegoro-Tuban terbanyak di Jatim. Total terdapat 717 orang. Meski begitu sekolah tetap diperbolehkan mengakomodir guru tidak tetap (GTT). Tentu disesuaikan kebutuhan.

 

Kasi SMA Cabdisdik Bojonegoro-Tuban Maskun mengatakan, PPPK diusahakan segera mendapat penempatan. Bojonegoro menjadi kebupaten tertinggi di Jatim dengan total 717 PPPK. “PPPK yang lolos telah menjalani seleksi. Hasilnya memenuhi,” ungkapnya.

 

Menurut Maskun, meski sudah ada PPPK, sekolah tetap diperbolehkan mengakomodir GTT. Sebab, guru diterima PPPK berasal dari lembaga tempatnya mengajar sebelumnya. Hanya ada satu hingga dua dari sekolah lain.

Baca Juga :  Sebanyak 691 Peserta Paket B Jalani UNBK

 

“Sehingga masih bisa mempekerjakan GTT, tentu menyesuaikan kebutuhan sekolah,” terangnya. GTT masih diperlukan mengingat ada kebutuhan tenaga. Dan pembagian pembagian jam mengajar bisa dilakukan.

 

Kepala Cabdisdik Bojonegoro Adi Prayitno mengatakan, PPPK diterima sebanyak 717 untuk dua wilayah, yakni Bojonegoro dan Tuban. Terbanyak dibanding kota/kabupaten lain di Jawa Timur. Penempatan PPPK akan dilakukan 11 Mei. Saat ini masih libur Lebaran. Sehingga baru bisa dilakukan setelah hari Raya Idulfitri.

 

Pihaknya memastikan adanya PPPK menjadi angin segar pembelajaran SMA dan SMK. Sehingga mutu pendidikan meningkat. Tentu dengan kerja keras PPPK nantinya. “Semoga bisa berkerja dan mengajar dengan baik,” harapnya.

 

Baca Juga :  Beasiswa untuk Mahasiswa Terkendala Data

Menurut Adi, adanya PPPK sekolah diperbolehkan mengakomodir GTT. Namun tetap memperhatikan kebutuhan setiap sekolah. Kesepakan ini sudah dibahas oleh musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS).

 

Terkait kebutuhan guru, Adi menjelaskan keberadaan guru sudah cukup. Namun terdapat sekolah yang masih membutuhkan tambahan.

“Ada siswa tapi tidak ada guru tidak berjalan pembelajaran,” jelasnya. (irv/rij)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Rekrutan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Jawa Timur Wilayah Bojonegoro-Tuban terbanyak di Jatim. Total terdapat 717 orang. Meski begitu sekolah tetap diperbolehkan mengakomodir guru tidak tetap (GTT). Tentu disesuaikan kebutuhan.

 

Kasi SMA Cabdisdik Bojonegoro-Tuban Maskun mengatakan, PPPK diusahakan segera mendapat penempatan. Bojonegoro menjadi kebupaten tertinggi di Jatim dengan total 717 PPPK. “PPPK yang lolos telah menjalani seleksi. Hasilnya memenuhi,” ungkapnya.

 

Menurut Maskun, meski sudah ada PPPK, sekolah tetap diperbolehkan mengakomodir GTT. Sebab, guru diterima PPPK berasal dari lembaga tempatnya mengajar sebelumnya. Hanya ada satu hingga dua dari sekolah lain.

Baca Juga :  Duo Tim Tuban Siap Tempur

 

“Sehingga masih bisa mempekerjakan GTT, tentu menyesuaikan kebutuhan sekolah,” terangnya. GTT masih diperlukan mengingat ada kebutuhan tenaga. Dan pembagian pembagian jam mengajar bisa dilakukan.

 

Kepala Cabdisdik Bojonegoro Adi Prayitno mengatakan, PPPK diterima sebanyak 717 untuk dua wilayah, yakni Bojonegoro dan Tuban. Terbanyak dibanding kota/kabupaten lain di Jawa Timur. Penempatan PPPK akan dilakukan 11 Mei. Saat ini masih libur Lebaran. Sehingga baru bisa dilakukan setelah hari Raya Idulfitri.

 

Pihaknya memastikan adanya PPPK menjadi angin segar pembelajaran SMA dan SMK. Sehingga mutu pendidikan meningkat. Tentu dengan kerja keras PPPK nantinya. “Semoga bisa berkerja dan mengajar dengan baik,” harapnya.

 

Baca Juga :  Beasiswa untuk Mahasiswa Terkendala Data

Menurut Adi, adanya PPPK sekolah diperbolehkan mengakomodir GTT. Namun tetap memperhatikan kebutuhan setiap sekolah. Kesepakan ini sudah dibahas oleh musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS).

 

Terkait kebutuhan guru, Adi menjelaskan keberadaan guru sudah cukup. Namun terdapat sekolah yang masih membutuhkan tambahan.

“Ada siswa tapi tidak ada guru tidak berjalan pembelajaran,” jelasnya. (irv/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/