alexametrics
26.6 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Malam Songo, 301 Pasangan Mendaftar Nikah

Radar Tuban – Malam songo atau malam ke-29 Ramadan dianggap hari paling baik untuk menikah. Tradisi mengutamakan menikah pada hari itu masih melekat di Tuban. Terbukti, pendaftar menikah pada malam songo membeludak. Berdasarkan data di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Tuban, tercatat 301 pasangan calon pengantin yang mendaftar ijab kabul pada malam tersebut.

Terbanyak dari Kecamatan Soko 36 pasang. Selanjutnya Ke camatan Plumpang 24, Kerek 11, Bancar 4, Semanding 30, Parengan 7, Singgahan 6, Widang 20, Tambakboyo 6, Senori 4, Jatirogo 4, Montong 14, Rengel 30, Tuban 22, Grabagan 15, Jenu 21, Kenduruan 6, Bangilan 8, Merakurak 12, dan Palang 21.

Baca Juga :  Patroli Pengawasan Antipolitik Uang dan Gerakan Rumah Bermartabat

Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Kepala Kemenag Tuban Sahid mengatakan, sebagian masyarakat meyakini malam songo sebagai hari istimewa untuk melangsungkan akad nikah. Pada malam tersebut, kata dia, pasangan calon pengantin tak perlu menggunakan hitung hitungan neptu (besaran nilai penanggalan Jawa) dan weton (hari kelahiran berdasar perhitungan kalender Jawa).

Sahid menyampaikan, membeludaknya pasangan yang ingin menikah pada malam songo menjadikan jadwal bimbingan pra kawin cukup padat. Bimbingan tersebut dijadwalkan empat sesi pada empat kecamatan. Yakni, Plumpang, Rengel, Soko, dan Semanding.

Pejabat kelahiran Benjeng, Gresik ini mengingatkan saat ini masih pandemi Covid-19. Karena itu, pada pelaksanaan akad nikah, semua diimbau tetap harus mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. Seperti tidak menggelar resepsi dengan tamu yang membeludak dan wajib bermasker.

Baca Juga :  Laga Pembuka Lancar, Kini Perisbo Fokus Hadapi Liga 3 Jatim

‘’Saya sudah mengingatkan, terutama untuk para penghulu yang bertugas nanti wajib taat protokol kesehatan,’’ tegasnya. Sahid memastikan semua sesi pernikahan wajib dilaksanakan sesuai prokes. Baik untuk petugas pencatat nikah, kedua calon pengantin, wali, para saksi, dan undangan. 

Radar Tuban – Malam songo atau malam ke-29 Ramadan dianggap hari paling baik untuk menikah. Tradisi mengutamakan menikah pada hari itu masih melekat di Tuban. Terbukti, pendaftar menikah pada malam songo membeludak. Berdasarkan data di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Tuban, tercatat 301 pasangan calon pengantin yang mendaftar ijab kabul pada malam tersebut.

Terbanyak dari Kecamatan Soko 36 pasang. Selanjutnya Ke camatan Plumpang 24, Kerek 11, Bancar 4, Semanding 30, Parengan 7, Singgahan 6, Widang 20, Tambakboyo 6, Senori 4, Jatirogo 4, Montong 14, Rengel 30, Tuban 22, Grabagan 15, Jenu 21, Kenduruan 6, Bangilan 8, Merakurak 12, dan Palang 21.

Baca Juga :  Buah dari Kerja Keras

Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Kepala Kemenag Tuban Sahid mengatakan, sebagian masyarakat meyakini malam songo sebagai hari istimewa untuk melangsungkan akad nikah. Pada malam tersebut, kata dia, pasangan calon pengantin tak perlu menggunakan hitung hitungan neptu (besaran nilai penanggalan Jawa) dan weton (hari kelahiran berdasar perhitungan kalender Jawa).

Sahid menyampaikan, membeludaknya pasangan yang ingin menikah pada malam songo menjadikan jadwal bimbingan pra kawin cukup padat. Bimbingan tersebut dijadwalkan empat sesi pada empat kecamatan. Yakni, Plumpang, Rengel, Soko, dan Semanding.

Pejabat kelahiran Benjeng, Gresik ini mengingatkan saat ini masih pandemi Covid-19. Karena itu, pada pelaksanaan akad nikah, semua diimbau tetap harus mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. Seperti tidak menggelar resepsi dengan tamu yang membeludak dan wajib bermasker.

Baca Juga :  Terciduk Ngopi dan Langgar Prokes, Sembunyi di Semak-Semak

‘’Saya sudah mengingatkan, terutama untuk para penghulu yang bertugas nanti wajib taat protokol kesehatan,’’ tegasnya. Sahid memastikan semua sesi pernikahan wajib dilaksanakan sesuai prokes. Baik untuk petugas pencatat nikah, kedua calon pengantin, wali, para saksi, dan undangan. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/