alexametrics
24.9 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Para Fotografer Rutin Hunting Foto

Memadukan Rias dan Jepretan Kamera

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Belasan kamera menyorot beberapa pemodel berpose di Taman Rajekwesi Jumat sore (4/3). Fotografer membidik sosok perempuan bergaun. Para model sudah dirias ala pengantin. Berpose dengan latar dekorasi.

‘’Kegiatan itu rutin  kami lakukan setiap Jumat,’’ ujar Bagus Kistiono, koordinator komunitas Fotografi Bojonegoro.

Para fotografer itu berkumpul setiap Jumat untuk pemotretan. Setiap pemotretan memiliki tema berbeda. ‘’Hari ini kebetulan kami bekerja sama dengan perias dan dekor,’’ ungkap dia kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Fotografi Bojonegoro belum berbentuk komunitas atau paguyuban. Mereka hanya berkumpul mengadakan kegiatan saja. Sehingga, tidak ada struktur kepengurusannya.

Bagus menjelaskan, pemotren kali ini bekerja sama dengan perias dan pendekor pernikahan untuk membantu para pengusaha tersebut. Terutama baru terjun menggeluti.

Baca Juga :  Temukan Titik Koordinat Melenceng Jauh

Para perias bisa mengeluarkan anggaran lumayan jika melakukan hal itu sendirian. Mereka harus mengeluarkan biaya sewa model, fotografer, hingga dekorasi manten. Para fotografer tergabung dalam Fotografi Bojonegoro ini memadukan mereka semua. Mulai pekerja dekorasi hingga perias atau MUA. ‘’Kami siapkan modelnya. Jadi mereka tidak perlu biaya,’’ tuturnya.

Para pengusaha rias dan karyawan dekorasi manten baru perlu memperkenalkan produk mereka. Yakni, hasil riasan dan dekorasi. Jika harus menyewa model hingga fotografrer mereka pasti akan terasa berat. Hal ini menginisiasi Fotografi Bojonegoro membuat kegiatan itu.

‘’Tentunya juga agar para fotografer memiliki agenda pemotretan,’’ jelasnya.

Tema pemotretan tidak sama. Jumat sebelumnya temanya human interest. Yang menjadi objek orang-orang melakukan pekerjaan sulit. Mulai pertanian hingga pertukangan. Tentunya, modelnya harus menyesuaikan dengan tema. ‘’Untuk Jumat depan kami belum ada ide. Itu akan kami pikirkan sambil jalan,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Pencairan BPNT Daerah Lambat, Beralasan Belum Masuk SIPD

Tema pemotrean biasanya berasal dari ide anggota. Jika idenya bagus dan memungkinkan, segera dilaksanakan. Semuanya membutuhkan waktu melakukan berbagai persiapan. (zim/rij)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Belasan kamera menyorot beberapa pemodel berpose di Taman Rajekwesi Jumat sore (4/3). Fotografer membidik sosok perempuan bergaun. Para model sudah dirias ala pengantin. Berpose dengan latar dekorasi.

‘’Kegiatan itu rutin  kami lakukan setiap Jumat,’’ ujar Bagus Kistiono, koordinator komunitas Fotografi Bojonegoro.

Para fotografer itu berkumpul setiap Jumat untuk pemotretan. Setiap pemotretan memiliki tema berbeda. ‘’Hari ini kebetulan kami bekerja sama dengan perias dan dekor,’’ ungkap dia kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Fotografi Bojonegoro belum berbentuk komunitas atau paguyuban. Mereka hanya berkumpul mengadakan kegiatan saja. Sehingga, tidak ada struktur kepengurusannya.

Bagus menjelaskan, pemotren kali ini bekerja sama dengan perias dan pendekor pernikahan untuk membantu para pengusaha tersebut. Terutama baru terjun menggeluti.

Baca Juga :  Pencairan BPNT Daerah Lambat, Beralasan Belum Masuk SIPD

Para perias bisa mengeluarkan anggaran lumayan jika melakukan hal itu sendirian. Mereka harus mengeluarkan biaya sewa model, fotografer, hingga dekorasi manten. Para fotografer tergabung dalam Fotografi Bojonegoro ini memadukan mereka semua. Mulai pekerja dekorasi hingga perias atau MUA. ‘’Kami siapkan modelnya. Jadi mereka tidak perlu biaya,’’ tuturnya.

Para pengusaha rias dan karyawan dekorasi manten baru perlu memperkenalkan produk mereka. Yakni, hasil riasan dan dekorasi. Jika harus menyewa model hingga fotografrer mereka pasti akan terasa berat. Hal ini menginisiasi Fotografi Bojonegoro membuat kegiatan itu.

‘’Tentunya juga agar para fotografer memiliki agenda pemotretan,’’ jelasnya.

Tema pemotretan tidak sama. Jumat sebelumnya temanya human interest. Yang menjadi objek orang-orang melakukan pekerjaan sulit. Mulai pertanian hingga pertukangan. Tentunya, modelnya harus menyesuaikan dengan tema. ‘’Untuk Jumat depan kami belum ada ide. Itu akan kami pikirkan sambil jalan,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Satpol PP dan Dilematis Penertiban Anak Jalanan

Tema pemotrean biasanya berasal dari ide anggota. Jika idenya bagus dan memungkinkan, segera dilaksanakan. Semuanya membutuhkan waktu melakukan berbagai persiapan. (zim/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Dari Dangdut ke Salawat

Mampu Berbuah Lebih Cepat

Anak Desa Harus Semangat Kuliah


/