alexametrics
27 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Tanpa Rambu, Intensifkan Patroli

TUBAN, Radar Tuban – Meski baru menyelesaikan tahap pertama, jalan lingkar selatan (JLS) sudah banyak dilalui masyarakat. Selain sekadar untuk jalan-jalan dan manikmati pemandangan, jalur ring road tersebut dimanfaatkan sebagai jalur penghubung antara Desa Tunah – Kowang – Penambangan – Perunggahan, ketiganya di Kecamatan Semanding.
Karena belum resmi dioperasionalkan, jalan baru tersebut tanpa rambu lalu lintas. Lampu penerangan jalan umum pun masih minim. Sebatas lampu pemilik warung dan rumah masyarakat di sekitar jalan. Untuk meminimalisir kecelakaan, masyarakat memasang drum berisi air di tengah dua simpang jalan penghubung tersebut. Tujuannya agar kendaraan dari empat penjuru tidak bertabrakan dan pengendara jalan lebih berhati-hati.
Kaurbinops Satlantas Polres Tuban Iptu Gunadi mengatakan, pemasangan rambu lalu lintas baru dibahas setelah pembangunan JLS tuntas. Untuk sementara, pihaknya mengintensifkan patroli pada jam-jam rawan. Seperti pagi, petang, dan malam hari. Tujuannya untuk memastikan tidak ada pelanggaran di jalur alternatif tersebut. ‘’Sudah kami lakukan patroli rutin,’’ kata dia.
Meski demikian, masyarakat diimbau agar tidak melalui jalur tersebut malam hari atau saat sepi. Selain berpotensi jadi incaran kejahatan, jalan tersebut juga rawan kecelakaan. Perwira berpangkat balok dua di pundak itu menjelaskan, berdasarkan laporan terakhir ke satuannya, perbaikan tahap dua JLS akan dimulai dalam waktu dekat. Diagendakan selesai akhir tahun. ‘’Setelah perbaikan seluruhnya tuntas, nanti baru kami bahas untuk pengaturan arus lalu lintasnya,’’ ujar dia.

Baca Juga :  Abadikan Momen Maternitas

TUBAN, Radar Tuban – Meski baru menyelesaikan tahap pertama, jalan lingkar selatan (JLS) sudah banyak dilalui masyarakat. Selain sekadar untuk jalan-jalan dan manikmati pemandangan, jalur ring road tersebut dimanfaatkan sebagai jalur penghubung antara Desa Tunah – Kowang – Penambangan – Perunggahan, ketiganya di Kecamatan Semanding.
Karena belum resmi dioperasionalkan, jalan baru tersebut tanpa rambu lalu lintas. Lampu penerangan jalan umum pun masih minim. Sebatas lampu pemilik warung dan rumah masyarakat di sekitar jalan. Untuk meminimalisir kecelakaan, masyarakat memasang drum berisi air di tengah dua simpang jalan penghubung tersebut. Tujuannya agar kendaraan dari empat penjuru tidak bertabrakan dan pengendara jalan lebih berhati-hati.
Kaurbinops Satlantas Polres Tuban Iptu Gunadi mengatakan, pemasangan rambu lalu lintas baru dibahas setelah pembangunan JLS tuntas. Untuk sementara, pihaknya mengintensifkan patroli pada jam-jam rawan. Seperti pagi, petang, dan malam hari. Tujuannya untuk memastikan tidak ada pelanggaran di jalur alternatif tersebut. ‘’Sudah kami lakukan patroli rutin,’’ kata dia.
Meski demikian, masyarakat diimbau agar tidak melalui jalur tersebut malam hari atau saat sepi. Selain berpotensi jadi incaran kejahatan, jalan tersebut juga rawan kecelakaan. Perwira berpangkat balok dua di pundak itu menjelaskan, berdasarkan laporan terakhir ke satuannya, perbaikan tahap dua JLS akan dimulai dalam waktu dekat. Diagendakan selesai akhir tahun. ‘’Setelah perbaikan seluruhnya tuntas, nanti baru kami bahas untuk pengaturan arus lalu lintasnya,’’ ujar dia.

Baca Juga :  Meski Pasien Covid Bertambah, Persentase Kesembuhan Tinggi

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/