alexametrics
24.5 C
Bojonegoro
Tuesday, August 9, 2022

Lahan Parkir Dikapling untuk Lapak

TUBAN, Radar Tuban – Ribuan pedagang Pasar Baru Tuban (PBT) mendesak dicarikan solusi pasca kebakaran hebat pasar tradisional di Jalan Gajah Mada tersebut pada Selasa (3/3) malam lalu. Sebab, mereka harus segera kembali berjualan untuk menyambung hidup.
 
Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Tuban Agus Wijaya dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban mengatakan, sementara ini pemkab sudah menyiapkan sejumlah opsi untuk menghidupkan kembali aktivitas di pasar tersebut. Salah satunya menyiapkan lokasi dan tempat jualan baru bagi pedagangnya.

Langkah awalnya, terang dia, menyiapkan lapak sementara. Lokasinya di halaman depan (utara), timur, dan area bongkaran di sekitar Rumah Sakit Medika Mulya. Diterangkan Agus, di halaman utara bentuknya kios. Satu pedagang hanya dapat satu kios dengan ukuran tertentu yang masih dihitung. Sementara di halaman parkir sisi timur didirikan kios dan los. Selanjutnya di jalan Lingkungan Jarkali yang merupakan lokasi bongkaran akan dibuat los memanjang.

Baca Juga :  Formasi Lebih Bnayak, PNS Mulai Digantikan dengan PPPK?

Bagaimana dengan parkir pengunjung pasar yang semula di depan? Agus masih mencari solusi. Rencana awal, terang dia, diarahkan ke lahan kantor sekaligus tempat penimpunan kayu (TPK) KPH Perhutani Tuban. Posisinya di seberang utara pasar tradisional tersebut. Namun, wacana tersebut dipastikan gagal. ‘’Perhutani dalam masa tebang, jadi belum bisa merekom untuk ditempati,’’ ujar mantan kasubbag humas dan protokol setda setempat itu. 

Alternatif berikutnya yang disiapkan adalah terminal parkir Kebonsari selama ini dioperasikan untuk bus peziaran Makam Sunan Bonang. Opsi lain gudang besar di sebelah timur pasar milik salah satu warga.

Terpenting, kata Agus, parkir tidak memakan bahu jalan sekitar pasar karena bisa memicu kecelakaan lalu lintas. ‘’Untuk pembangunan kios sudah mulai diukur. Sekitar satu minggu lebih sedikit sudah selesai,’’ imbuhnya.

Untuk pembersihan sisa puing-puing kebakaran PBT, Agus menunggu izin kepolisian. Begitu mendapat izin, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait langsung action membersihkan. Baik menggunakan alat berat maupun bergotong-royong. ‘’Kita bersihkan dulu, baru nanti kita pikirkan langkah terbaik untuk pasar ini bagaimana,’’ imbuh mantan ajudan bupati Hindarto itu.

Baca Juga :  Target Kembali Ke Zona Kuning Kian Berat

Pasca olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh tim Laboratorium Forensik Mabes Polri dan Polres Tuban, polisi sebenarnya sudah mengizinkan untuk pembersihan, namun hingga kemarin (6/3) police line masih terpasang. Itu berarti masyarakat masih dilarang untuk melintas bebas. Meski masih terpasang garis polisi, PBT langsung diserbu ribuan pemilik lapak. Mereka kembali mengais barang-barang yang masih bisa diselamatkan.

Sementara itu, berdasarkan pemetaan Diskoperindag Tuban terhadap lokasi pasar diketahui sebanyak 337 kios dan 460 los ludes. Besar kerugian materiil belum bisa dihitung. ‘’Beberapa hari yang lalu pedagang sudah persiapan Lebaran, jadi kerugian ada yang satu hingga dua miliar (tiap pedagang),’’ imbuh Agus. (yud/ds)

TUBAN, Radar Tuban – Ribuan pedagang Pasar Baru Tuban (PBT) mendesak dicarikan solusi pasca kebakaran hebat pasar tradisional di Jalan Gajah Mada tersebut pada Selasa (3/3) malam lalu. Sebab, mereka harus segera kembali berjualan untuk menyambung hidup.
 
Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Tuban Agus Wijaya dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban mengatakan, sementara ini pemkab sudah menyiapkan sejumlah opsi untuk menghidupkan kembali aktivitas di pasar tersebut. Salah satunya menyiapkan lokasi dan tempat jualan baru bagi pedagangnya.

Langkah awalnya, terang dia, menyiapkan lapak sementara. Lokasinya di halaman depan (utara), timur, dan area bongkaran di sekitar Rumah Sakit Medika Mulya. Diterangkan Agus, di halaman utara bentuknya kios. Satu pedagang hanya dapat satu kios dengan ukuran tertentu yang masih dihitung. Sementara di halaman parkir sisi timur didirikan kios dan los. Selanjutnya di jalan Lingkungan Jarkali yang merupakan lokasi bongkaran akan dibuat los memanjang.

Baca Juga :  Pansus Bojonegoro Buka Masukan terkait Raperda Dana Abadi

Bagaimana dengan parkir pengunjung pasar yang semula di depan? Agus masih mencari solusi. Rencana awal, terang dia, diarahkan ke lahan kantor sekaligus tempat penimpunan kayu (TPK) KPH Perhutani Tuban. Posisinya di seberang utara pasar tradisional tersebut. Namun, wacana tersebut dipastikan gagal. ‘’Perhutani dalam masa tebang, jadi belum bisa merekom untuk ditempati,’’ ujar mantan kasubbag humas dan protokol setda setempat itu. 

Alternatif berikutnya yang disiapkan adalah terminal parkir Kebonsari selama ini dioperasikan untuk bus peziaran Makam Sunan Bonang. Opsi lain gudang besar di sebelah timur pasar milik salah satu warga.

Terpenting, kata Agus, parkir tidak memakan bahu jalan sekitar pasar karena bisa memicu kecelakaan lalu lintas. ‘’Untuk pembangunan kios sudah mulai diukur. Sekitar satu minggu lebih sedikit sudah selesai,’’ imbuhnya.

Untuk pembersihan sisa puing-puing kebakaran PBT, Agus menunggu izin kepolisian. Begitu mendapat izin, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait langsung action membersihkan. Baik menggunakan alat berat maupun bergotong-royong. ‘’Kita bersihkan dulu, baru nanti kita pikirkan langkah terbaik untuk pasar ini bagaimana,’’ imbuh mantan ajudan bupati Hindarto itu.

Baca Juga :  Cakades di Bojonegoro Minimal Lulusan SMP

Pasca olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh tim Laboratorium Forensik Mabes Polri dan Polres Tuban, polisi sebenarnya sudah mengizinkan untuk pembersihan, namun hingga kemarin (6/3) police line masih terpasang. Itu berarti masyarakat masih dilarang untuk melintas bebas. Meski masih terpasang garis polisi, PBT langsung diserbu ribuan pemilik lapak. Mereka kembali mengais barang-barang yang masih bisa diselamatkan.

Sementara itu, berdasarkan pemetaan Diskoperindag Tuban terhadap lokasi pasar diketahui sebanyak 337 kios dan 460 los ludes. Besar kerugian materiil belum bisa dihitung. ‘’Beberapa hari yang lalu pedagang sudah persiapan Lebaran, jadi kerugian ada yang satu hingga dua miliar (tiap pedagang),’’ imbuh Agus. (yud/ds)

Artikel Terkait

Most Read

Harga Tembakau Mulai Menurun

Keluarga AK Tunggu Proses Hukum

ENDING DI ZONA DEGRADASI

Artikel Terbaru


/