alexametrics
30.9 C
Bojonegoro
Tuesday, May 17, 2022

UMM Gandeng Moodco Buka Kelas Profesional Kakao dan Cokelat

UNIVERSITAS Muhammadiyah Malang (UMM) meresmikan Centre of Excellence (CoE) baru. Kali ini, Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) menggaet PT. Kakao Bhineka Sejahtera (Moodco) untuk membuka kelas profesional kakao di prodi Ilmu Teknologi Pangan. Kerjasama tersebut tertuang dalam agenda memorandum of agreement (MoA) antara kedua belah pihak pada Rabu (1/12) lalu. Kemudian, adapula kuliah tamu terkait kakao yang diperuntukkan untuk para mahasiswa baru teknologi pangan.
Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. mengungkapkan bahwa masing-masing prodi di UMM memang diharuskan membuka kelas profesional dengan berkolaborasi bersama dunia industri. Pemilihan sebutan ‘sekolah’ dibandingkan ‘konsentrasi’ juga memiliki alasaan khusus.
“Jika menggunakan sebutan konsentrasi, hanya aka nada mahasiswa ITP UMM saja di dalamnya. Berbeda jika kita menggunakan sebutan sekolah. Mahasiswa selain dari prodi ITP bisa turut serta. Begitupun dengan mahasiswa di luar Kampus Putih UMM,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi FPP yang telah membangun ekosistem yang berorientasi pada entrepreneurship. Sebelumnya, FPP UMM sudah mendirikan beberapa CoE, mulai dari sekolah unggas, ruminansia, hingga sekolah udang. Kelas-kelas ini adalah fasilitas pendidikan yang juga sarana untuk menanamkan kompetensi kewirausahaan yang akan dimiliki para mahasiswa.
“Kami ingin agar nanti pada tahun 2022, setiap prodi sudah memiliki CoE di berbagai bidang. Tidak hanya satu tiap prodi, tapi bisa lebih dari itu sehingga akan banyak opsi kelas profesional yang bisa diikuti. Baik oleh teman-teman mahasiswa UMM maupun mahasiswa lain,” imbuh Fauzan.
Sementara itu, Dosen Teknologi Pangan Hanif Alamudin, S.Gz. M.Sc. menjelaskan bahwa akan ada beberapa kegiatan besar yang akan dilangsungkan. Pertama, yakni kelas profesional kakao yang bisa diikuti oleh para mahasiswa. Kedua, mahasiswa juga bisa melakukan riset bersama dosen, khususnya dalam pengembangan kakau dan produl turunannya.
“Diharapkan riset ini bisa memberikan manfaat dengan menciptakan inovasi produk. Kemudian juga hilirisasi penelitian terkait kakao serta rencana untuk membentuk sentra kakao di masa depan,” ungkap Hanif.
Pemilihan CoE kakao juga bukan tanpa alasan. Menurut Hanif, Indonesia adalah penghasil coklat biji kakao nomor enam se-dunia. Sementara untuk produk kakao dan turunannya, Indonesia menempati posisi ketiga. Maka pengembangan kakao memiliki potensi yang sangat bagus. Sayangnya, saat ini kakao produksi nusantara tidak bisa bersaing dengan kakao-kakao lain di level internasional.
“Maka prodi membaca adanya peluang bagi saudara-saudara mahasiswa untuk berpartisipasi memajukan industry kakao. Salah satu caranya dengan menyelenggarakan keals profesional yang dimulai sejak hari ini,” tuturnya.
Pada kesempatan itu, adapula kuliah tamu yang diisi oleh dua pemateri dari masing-masing pihak. Satu di antaranya disampaikan oleh Lois Merry Sujiati Wijianto, S.T., owner dari Moodco. Ia menjelaskan mengenai wawasan dan pengetahuan kakao serta prospek pengembangannya di Idndonesia. Sementara Dr. Ir. Damat, M.P. IPM dan Prof. Dr. Ir. Noor Harini, M.S. memberikan materi mengenai gambaran umum prospek prodi teknologi pangan untuk mahasiswa baru.

Baca Juga :  Terminal Kambang Putih Ditempati SPBU-Rest Area?

UNIVERSITAS Muhammadiyah Malang (UMM) meresmikan Centre of Excellence (CoE) baru. Kali ini, Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) menggaet PT. Kakao Bhineka Sejahtera (Moodco) untuk membuka kelas profesional kakao di prodi Ilmu Teknologi Pangan. Kerjasama tersebut tertuang dalam agenda memorandum of agreement (MoA) antara kedua belah pihak pada Rabu (1/12) lalu. Kemudian, adapula kuliah tamu terkait kakao yang diperuntukkan untuk para mahasiswa baru teknologi pangan.
Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. mengungkapkan bahwa masing-masing prodi di UMM memang diharuskan membuka kelas profesional dengan berkolaborasi bersama dunia industri. Pemilihan sebutan ‘sekolah’ dibandingkan ‘konsentrasi’ juga memiliki alasaan khusus.
“Jika menggunakan sebutan konsentrasi, hanya aka nada mahasiswa ITP UMM saja di dalamnya. Berbeda jika kita menggunakan sebutan sekolah. Mahasiswa selain dari prodi ITP bisa turut serta. Begitupun dengan mahasiswa di luar Kampus Putih UMM,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi FPP yang telah membangun ekosistem yang berorientasi pada entrepreneurship. Sebelumnya, FPP UMM sudah mendirikan beberapa CoE, mulai dari sekolah unggas, ruminansia, hingga sekolah udang. Kelas-kelas ini adalah fasilitas pendidikan yang juga sarana untuk menanamkan kompetensi kewirausahaan yang akan dimiliki para mahasiswa.
“Kami ingin agar nanti pada tahun 2022, setiap prodi sudah memiliki CoE di berbagai bidang. Tidak hanya satu tiap prodi, tapi bisa lebih dari itu sehingga akan banyak opsi kelas profesional yang bisa diikuti. Baik oleh teman-teman mahasiswa UMM maupun mahasiswa lain,” imbuh Fauzan.
Sementara itu, Dosen Teknologi Pangan Hanif Alamudin, S.Gz. M.Sc. menjelaskan bahwa akan ada beberapa kegiatan besar yang akan dilangsungkan. Pertama, yakni kelas profesional kakao yang bisa diikuti oleh para mahasiswa. Kedua, mahasiswa juga bisa melakukan riset bersama dosen, khususnya dalam pengembangan kakau dan produl turunannya.
“Diharapkan riset ini bisa memberikan manfaat dengan menciptakan inovasi produk. Kemudian juga hilirisasi penelitian terkait kakao serta rencana untuk membentuk sentra kakao di masa depan,” ungkap Hanif.
Pemilihan CoE kakao juga bukan tanpa alasan. Menurut Hanif, Indonesia adalah penghasil coklat biji kakao nomor enam se-dunia. Sementara untuk produk kakao dan turunannya, Indonesia menempati posisi ketiga. Maka pengembangan kakao memiliki potensi yang sangat bagus. Sayangnya, saat ini kakao produksi nusantara tidak bisa bersaing dengan kakao-kakao lain di level internasional.
“Maka prodi membaca adanya peluang bagi saudara-saudara mahasiswa untuk berpartisipasi memajukan industry kakao. Salah satu caranya dengan menyelenggarakan keals profesional yang dimulai sejak hari ini,” tuturnya.
Pada kesempatan itu, adapula kuliah tamu yang diisi oleh dua pemateri dari masing-masing pihak. Satu di antaranya disampaikan oleh Lois Merry Sujiati Wijianto, S.T., owner dari Moodco. Ia menjelaskan mengenai wawasan dan pengetahuan kakao serta prospek pengembangannya di Idndonesia. Sementara Dr. Ir. Damat, M.P. IPM dan Prof. Dr. Ir. Noor Harini, M.S. memberikan materi mengenai gambaran umum prospek prodi teknologi pangan untuk mahasiswa baru.

Baca Juga :  Tiga Perpustakaan Umum Kecamatan Resmi Dibuka

Artikel Terkait

Most Read

Krisis Air Mulai Terjadi

Artikel Terbaru

/