alexametrics
25.3 C
Bojonegoro
Sunday, May 22, 2022

Tanggul Longsor 80 Meter

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Tanggul Bengawan Solo di Desa/Kecamatan Kanor longsor kemarin (5/12) sekitar pukul 12.30. Sebanyak tujuh rumah jaraknya dekat dengan tanah longsor tersebut. Berdasar asesmen tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, tanah longsor sepanjang 80 meter dan lebar 7 meter dengan kedalaman berbeda-beda.
“Longsor sedalam 100 sentimeter sepanjang 20 meter, longsor sedalam 120 sentimeter sepanjang 25 meter, longsor sedalam 170 sentimeter sepanjang 15 meter, dan keretakan jalan sepanjang 20 meter,” tutur Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bojonegoro Ardhian Orianto.
Adapun jarak longsoran dengan tujuh rumah warga itu sekitar 1 meter. Selebihnya 7 hingga 10 meter jarak longsoran dengan rumah. Tujuh rumah itu milik Masinah, 80; Mardiyah, 30; Samiran, 60; Tarwi, 40; Kuri, 52; Arifin, 25; dan Kasirun, 60.
Berdasar keterangan warga setempat, tanah mulai longsor sekitar pukul 03.00 kemarin. Penyebabnya akibat debit air Bengawan Solo usai naik dan saat debit turun tanah tebing tanggul ikut longsor. Perangkat desa setempat juga kerjabakti bersama warga.
“Tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka akibat bencana tanah longsor tersebut,” katanya.
Sementara itu, pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro di lokasi kejadian ada potensi ancaman dampak terhadap warga yang berada di RT 1, 2, 3 ,4, dan 5 RW 4. Sebanyak 235 KK atau 600 jiwa. Juga fasilitas umum antara lain satu masjid, dua musala, dan satu taman pendidikan Alquran (TPQ).
Ardhian mengimbau agar masyarakat yang berada di dekat longsoran lebih berhati-hati. Pemerintah desa setempat juga telah menghubungi Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.
Curah hujan dalam minggu ini masih tinggi, sehingga berpotensi terhadap naik turunnya debit air Bengawan Solo. Tingginya curah hujan akibat adanya fenomena la nina.

Baca Juga :  Pengadilan Negeri Tuban Dituding Intervensi Kelenteng

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Tanggul Bengawan Solo di Desa/Kecamatan Kanor longsor kemarin (5/12) sekitar pukul 12.30. Sebanyak tujuh rumah jaraknya dekat dengan tanah longsor tersebut. Berdasar asesmen tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, tanah longsor sepanjang 80 meter dan lebar 7 meter dengan kedalaman berbeda-beda.
“Longsor sedalam 100 sentimeter sepanjang 20 meter, longsor sedalam 120 sentimeter sepanjang 25 meter, longsor sedalam 170 sentimeter sepanjang 15 meter, dan keretakan jalan sepanjang 20 meter,” tutur Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bojonegoro Ardhian Orianto.
Adapun jarak longsoran dengan tujuh rumah warga itu sekitar 1 meter. Selebihnya 7 hingga 10 meter jarak longsoran dengan rumah. Tujuh rumah itu milik Masinah, 80; Mardiyah, 30; Samiran, 60; Tarwi, 40; Kuri, 52; Arifin, 25; dan Kasirun, 60.
Berdasar keterangan warga setempat, tanah mulai longsor sekitar pukul 03.00 kemarin. Penyebabnya akibat debit air Bengawan Solo usai naik dan saat debit turun tanah tebing tanggul ikut longsor. Perangkat desa setempat juga kerjabakti bersama warga.
“Tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka akibat bencana tanah longsor tersebut,” katanya.
Sementara itu, pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro di lokasi kejadian ada potensi ancaman dampak terhadap warga yang berada di RT 1, 2, 3 ,4, dan 5 RW 4. Sebanyak 235 KK atau 600 jiwa. Juga fasilitas umum antara lain satu masjid, dua musala, dan satu taman pendidikan Alquran (TPQ).
Ardhian mengimbau agar masyarakat yang berada di dekat longsoran lebih berhati-hati. Pemerintah desa setempat juga telah menghubungi Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.
Curah hujan dalam minggu ini masih tinggi, sehingga berpotensi terhadap naik turunnya debit air Bengawan Solo. Tingginya curah hujan akibat adanya fenomena la nina.

Baca Juga :  Waspada! Covid Varian Baru Rentan Menginfeksi Anak dan Remaja

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Dari Dangdut ke Salawat

Mampu Berbuah Lebih Cepat

Anak Desa Harus Semangat Kuliah


/