alexametrics
29.3 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Marka Jalan Nasional Dibebankan APBD

TUBAN, Radar Tuban – Marka jalan nasional mulai tahun depan diagendakan bakal dipertebal. Selama ini, garis pembatas jalan nasional tersebut kurang mendapat perhatian. Banyak yang terhapus. Selain termakan usia, penyebab menipisnya marka tersebut karena tambal sulam dan perbaikan aspal jalan yang menumpuk garis lalu lintas tersebut. 

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tuban Muji Slamet mengatakan, institusinya sudah beberapa kali mengajukan penebalan marka di sejumlah ruas jalan nasional ke Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN). Terutama di kawasan kota, seperti Jalan Gajah Mada dan Jalan Wahidin Sudirohusodo, tapi masih belum direspons. ‘’Terkadang, penebalan marka satu paket dengan perbaikan jalan, terkadang juga tidak,’’ kata dia.

Baca Juga :  Mengalir hingga Pelosok, Ringankan Beban Warga

Karena marka jalan nasional kurang mendapat atensi, dishub mengklaim sudah mengusulkan anggaran untuk pembuatan marka ke anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Tuban. Termasuk yellow box di simpang Polres Tuban dan Karang Waru. Opsi tersebut disiapkan jika usulan marka jalan nasional tidak direalisasikan dalam waktu dekat. ‘’Kalau menggunakan APBD, pembuatan marka bertahap sesuai anggaran yang ada,’’ ujar mantan camat Soko itu.

Kebutuhan marka jalan nasional,  menurut Muji, cukup mendesak. Sebab, berdasarkan rapat Forum Lalu Lintas diputuskan tahun depan akan ada evaluasi di jalan nasional kawasan kota mulai Jalan M. Yamin -– Jalan Gajah Mada -– Jalan Wahidin Sudirohusodo. Salah satunya memberlakukan belok kiri langsung khusus untuk roda dua. ‘’Jadi marka dan yellow box akan membantu untuk mengurai kemacetan di jalan nasional itu,’’ tegasnya.(yud/ds)

Baca Juga :  DPRD-Pemkab Tuban Dituding Tak Miliki Sense of Crisis

TUBAN, Radar Tuban – Marka jalan nasional mulai tahun depan diagendakan bakal dipertebal. Selama ini, garis pembatas jalan nasional tersebut kurang mendapat perhatian. Banyak yang terhapus. Selain termakan usia, penyebab menipisnya marka tersebut karena tambal sulam dan perbaikan aspal jalan yang menumpuk garis lalu lintas tersebut. 

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tuban Muji Slamet mengatakan, institusinya sudah beberapa kali mengajukan penebalan marka di sejumlah ruas jalan nasional ke Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN). Terutama di kawasan kota, seperti Jalan Gajah Mada dan Jalan Wahidin Sudirohusodo, tapi masih belum direspons. ‘’Terkadang, penebalan marka satu paket dengan perbaikan jalan, terkadang juga tidak,’’ kata dia.

Baca Juga :  Mengalir hingga Pelosok, Ringankan Beban Warga

Karena marka jalan nasional kurang mendapat atensi, dishub mengklaim sudah mengusulkan anggaran untuk pembuatan marka ke anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Tuban. Termasuk yellow box di simpang Polres Tuban dan Karang Waru. Opsi tersebut disiapkan jika usulan marka jalan nasional tidak direalisasikan dalam waktu dekat. ‘’Kalau menggunakan APBD, pembuatan marka bertahap sesuai anggaran yang ada,’’ ujar mantan camat Soko itu.

Kebutuhan marka jalan nasional,  menurut Muji, cukup mendesak. Sebab, berdasarkan rapat Forum Lalu Lintas diputuskan tahun depan akan ada evaluasi di jalan nasional kawasan kota mulai Jalan M. Yamin -– Jalan Gajah Mada -– Jalan Wahidin Sudirohusodo. Salah satunya memberlakukan belok kiri langsung khusus untuk roda dua. ‘’Jadi marka dan yellow box akan membantu untuk mengurai kemacetan di jalan nasional itu,’’ tegasnya.(yud/ds)

Baca Juga :  Besok Pengumuman Kelulusan SMK di Bojonegoro

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/