alexametrics
28.4 C
Bojonegoro
Thursday, May 26, 2022

Melanggar Physical Distancing Bakal Ditegur Melalui Pengeras Suara

Radar Tuban – Jangan kaget jika anda mendengar teguran melalui pengeras suara yang terpasang di dekat traffic light terhadap pengguna jalan yang melanggar marka physical distancing atau tak mengenakan masker.

Teguran tersebut tidak hanya menyebut jenis pelanggarannya, namun juga nopol kendaraan yang melanggar. Peringatan tersebut disampaikan petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Tuban dari ruang pantau closed circuit television (CCTV) di kantor dishub setempat.

Dari ruang pantau tersebut, petugas memonitor titik pemberhentikan traffic light melalui layar monitor. Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Kepala Dishub Tuban Muji Slamet mengatakan, teguran elektronik sementara diterapkan pada tiga titik simpang Kembang Ijo, Kalitempe (Bravo Supermaket), dan Polsek Semanding.

Baca Juga :  Tahun Depan Haji Masih Tanda Tanya

Dikatakan dia, teguran jarak jauh tersebut masih dalam tahap uji coba sebelum diterapkan e-tilang atau tilang elektronik. ‘’Siapapun yang melanggar akan langsung ditegur petugas dari kantor,’’ tegas dia. Mantan camat Soko itu menjelaskan, teguran jarak jauh tersebut sebagai upaya meningkatkan kedisiplinan pengguna jalan.

Meski tak ada yang berjaga, petugas selalu mengawasi melalui CCTV. Harapannya, meningkatnya kesadaran berlalu lintas. ‘’Untuk teguran elektronik diberlakukan secara berkala tidak 24 jam,’’ jelasnya.

Muji lebih lanjut mengatakan, yang ditegur tidak hanya pelanggar marka, namun juga pengguna jalan yang tidak menggunakan masker selama pandemi Covid-19.

Jika teguran elektronik tersebut terbukti efektif, Muji mengagendakan menambah pengeras suara dan CCTV di titik keramaian lain yang rawan pelanggaran. ‘’Kami uji coba ini dulu, nanti dievaluasi untuk diterapkan di titik lain,’’ ujar dia.

Baca Juga :  SMKN PALANG TUBAN SAMBUT TAHUN BARU DENGAN SEMANGAT BARU

Radar Tuban – Jangan kaget jika anda mendengar teguran melalui pengeras suara yang terpasang di dekat traffic light terhadap pengguna jalan yang melanggar marka physical distancing atau tak mengenakan masker.

Teguran tersebut tidak hanya menyebut jenis pelanggarannya, namun juga nopol kendaraan yang melanggar. Peringatan tersebut disampaikan petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Tuban dari ruang pantau closed circuit television (CCTV) di kantor dishub setempat.

Dari ruang pantau tersebut, petugas memonitor titik pemberhentikan traffic light melalui layar monitor. Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Kepala Dishub Tuban Muji Slamet mengatakan, teguran elektronik sementara diterapkan pada tiga titik simpang Kembang Ijo, Kalitempe (Bravo Supermaket), dan Polsek Semanding.

Baca Juga :  Tahun Depan Haji Masih Tanda Tanya

Dikatakan dia, teguran jarak jauh tersebut masih dalam tahap uji coba sebelum diterapkan e-tilang atau tilang elektronik. ‘’Siapapun yang melanggar akan langsung ditegur petugas dari kantor,’’ tegas dia. Mantan camat Soko itu menjelaskan, teguran jarak jauh tersebut sebagai upaya meningkatkan kedisiplinan pengguna jalan.

Meski tak ada yang berjaga, petugas selalu mengawasi melalui CCTV. Harapannya, meningkatnya kesadaran berlalu lintas. ‘’Untuk teguran elektronik diberlakukan secara berkala tidak 24 jam,’’ jelasnya.

Muji lebih lanjut mengatakan, yang ditegur tidak hanya pelanggar marka, namun juga pengguna jalan yang tidak menggunakan masker selama pandemi Covid-19.

Jika teguran elektronik tersebut terbukti efektif, Muji mengagendakan menambah pengeras suara dan CCTV di titik keramaian lain yang rawan pelanggaran. ‘’Kami uji coba ini dulu, nanti dievaluasi untuk diterapkan di titik lain,’’ ujar dia.

Baca Juga :  Mahasiswa Stikosa Cermati CSR HolcimĀ 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/