alexametrics
29.2 C
Bojonegoro
Monday, June 27, 2022

Pandemi Turunkan Angka Kecelakaan

Radar Tuban – Pandemi Covid-19 yang memberlakukan pembatasan sosial skala besar (PSBB) di sejumlah wilayah membuat angka kecelakaan di Tuban selama 2020 turun drastis. Pada 2019, tercatat terjadi 1.141 kejadian kecelakaan lalu lintas. Selama 2020, kecelakaan lalu lintas turun sekitar 30 persen menjadi 791 kejadian. Turunnya angka kecelakaan lalu lintas tersebut terbanyak sejak 10 tahun terakhir. Mengacu data Satlantas Polres Tuban, tak hanya jumlah kecelakaan saja yang turun.

Angka korban meninggal dunia juga turun 16 persen, dari 192 orang pada 2019 menjadi 160 orang (2020). Untuk luka berat dari 31 orang (2019) menjadi 25 orang (2020) atau turun 19 persen. Sementara korban luka ringan turun 33 persen, dari 1.551 (2019) menjadi 1.029 orang (2020).

Kerugian material turun sekitar Rp 2 miliar. Kasatlantas Polres Tuban AKP Argo Budi Sarwono mengatakan jumlah kecelakaan lalu lintas turun dipicu PSBB yang terjadi hampir di seluruh kota di Indonesia. Juga, adanya imbauan untuk tetap di rumah selama Lebaran Idul Fitri, Natal, dan Tahun Baru. ‘’Kendaraan yang masuk Tuban berkurang karena adanya pembatasan hampir di seluruh kota, otomatis kecelakaannya juga berkurang drastis,’’ jelas dia.

Baca Juga :  Waspada! Kasus Kematian Covid Kembali Ngegas

Meski angka kecelakaan turun, blackspot atau titik rawan kecelakaan bertambah menjadi lima lokasi. Di Jalan Tuban-Bancar ada dua titik, di kilometer (KM) 10-11 Desa Beji dan KM 4-5 Desa Sugihrawas, keduanya di Kecamatan Jenu. Selanjutnya Jalan Tuban–Widang (Desa Gesing, Kecamatan Semanding), Tuban– Palang (Desa Panyuran, Kecamatan Palang), dan Tuban–Soko (Desa Maibit, Kecamatan Rengel).

Dua blackspot sebelumnya sudah dihapus karena angka kecelakaan nyaris tidak ada. Dua titik tersebut adalah Jalan Tuban– Bancar KM 11 – 12, kawasan Jatipeteng, Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu dan Jembatan Kepet, Desa Tunah, Kecamatan Semanding. Kini dua titik tersebut tak lagi jadi blackspot.

‘’Blackspot kami tetapkan berdasarkan angka kecelakaan tertinggi yang terjadi selama satu tahun terakhir,’’ jelas lulusan Akpol 2007 ini. Dijelaskan Argo, dihapuskannya Jembatan Kepet dari lokasi blackspot karena di lokasi tersebut sudah jarang terjadi kecelakaan lalu lintas.

Baca Juga :  Aturan PPKM Libur Nataru Belum Turun

Apalagi kini ada jembatan baru yang memisah arus antara dari arah Tuban dan Widang. Kemacetan pun sudah jarang terlihat. Satu-satunya penyebab kemacetan di jembatan tersebut adalah banjir yang menggenang saat hujan deras turun seperti yang terjadi beberapa hari lalu.

Radar Tuban – Pandemi Covid-19 yang memberlakukan pembatasan sosial skala besar (PSBB) di sejumlah wilayah membuat angka kecelakaan di Tuban selama 2020 turun drastis. Pada 2019, tercatat terjadi 1.141 kejadian kecelakaan lalu lintas. Selama 2020, kecelakaan lalu lintas turun sekitar 30 persen menjadi 791 kejadian. Turunnya angka kecelakaan lalu lintas tersebut terbanyak sejak 10 tahun terakhir. Mengacu data Satlantas Polres Tuban, tak hanya jumlah kecelakaan saja yang turun.

Angka korban meninggal dunia juga turun 16 persen, dari 192 orang pada 2019 menjadi 160 orang (2020). Untuk luka berat dari 31 orang (2019) menjadi 25 orang (2020) atau turun 19 persen. Sementara korban luka ringan turun 33 persen, dari 1.551 (2019) menjadi 1.029 orang (2020).

Kerugian material turun sekitar Rp 2 miliar. Kasatlantas Polres Tuban AKP Argo Budi Sarwono mengatakan jumlah kecelakaan lalu lintas turun dipicu PSBB yang terjadi hampir di seluruh kota di Indonesia. Juga, adanya imbauan untuk tetap di rumah selama Lebaran Idul Fitri, Natal, dan Tahun Baru. ‘’Kendaraan yang masuk Tuban berkurang karena adanya pembatasan hampir di seluruh kota, otomatis kecelakaannya juga berkurang drastis,’’ jelas dia.

Baca Juga :  Aturan PPKM Libur Nataru Belum Turun

Meski angka kecelakaan turun, blackspot atau titik rawan kecelakaan bertambah menjadi lima lokasi. Di Jalan Tuban-Bancar ada dua titik, di kilometer (KM) 10-11 Desa Beji dan KM 4-5 Desa Sugihrawas, keduanya di Kecamatan Jenu. Selanjutnya Jalan Tuban–Widang (Desa Gesing, Kecamatan Semanding), Tuban– Palang (Desa Panyuran, Kecamatan Palang), dan Tuban–Soko (Desa Maibit, Kecamatan Rengel).

Dua blackspot sebelumnya sudah dihapus karena angka kecelakaan nyaris tidak ada. Dua titik tersebut adalah Jalan Tuban– Bancar KM 11 – 12, kawasan Jatipeteng, Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu dan Jembatan Kepet, Desa Tunah, Kecamatan Semanding. Kini dua titik tersebut tak lagi jadi blackspot.

‘’Blackspot kami tetapkan berdasarkan angka kecelakaan tertinggi yang terjadi selama satu tahun terakhir,’’ jelas lulusan Akpol 2007 ini. Dijelaskan Argo, dihapuskannya Jembatan Kepet dari lokasi blackspot karena di lokasi tersebut sudah jarang terjadi kecelakaan lalu lintas.

Baca Juga :  Beras Berkutu Program BPNT Kembali Ramai

Apalagi kini ada jembatan baru yang memisah arus antara dari arah Tuban dan Widang. Kemacetan pun sudah jarang terlihat. Satu-satunya penyebab kemacetan di jembatan tersebut adalah banjir yang menggenang saat hujan deras turun seperti yang terjadi beberapa hari lalu.

Artikel Terkait

Most Read

Zakat PNS Masih Jauh dari Potensi

Foto Dulu sebelum Dibakar

Pengeboran Sumur Gas JTB Tahap Vital

Artikel Terbaru


/