alexametrics
28.9 C
Bojonegoro
Thursday, August 18, 2022

Duo Pelatih Bumi Wali FC Tanpa Kompetisi, Begini Nasibnya…

- Advertisement -

Bumi Wali FC telah menyiapkan secara matang Liga 3 Regional Jatim 2020. Setelah menunjuk manajer, tim langsung menentukan pelatih Ainur Rofiq dan asisten Sulkhan Arif. Bagaimana nasib kedunya setelah kompetisi tak kunjung pasti.

ZAKKI TAMAMI, Tuban, Radar Tuban

Pandemi Covid-19 benar-benar mendera dunia sepak bola. Selama setahun, kompetisi Liga 3 Regional Jatim ditiadakan. Padahal, Asosiasi Provinsi PSSI Jatim telah mematangkan persiapan pasca kongres tahunan. Begitu juga seluruh tim. Jauh hari sebelumnya telah melakukan persiapan. Termasuk Bumi Wali FC.

Seluruh persiapan tersebut buyar setelah pandemi tak kunjung mereda, bahkan cenderung meningkat. Di Tuban, pengurus Bumi Wali FC telah mematangkan persiapan untuk mengikutkan timnya di kompetisi amatir tingkat Jatim tersebut. Mulai rapat koordinasi dan pertemuan.

Hasilnya, Februari 2020 ditunjuk manajerial dan pelatih. Yakni, head coach Ainur Rofiq dan asisten pelatih Sulkhan Arif. Maret, rekrutmen calon pemain Wali Holic, julukan Bumi Wali FC mulai digeber. Seleksi tersebut dipantau langsung oleh pengurus, manajemen, dan Askab PSSI Tuban.

- Advertisement -

Seleksi terbagi dalam empat zona. Jalannya perekrutan pun berjalan lancar. Di tengah perjalanan, pandemi Covid-19 meningkat tajam. Tanpa terkecuali di wilayah Tuban. Semua kebijakan pun dikeluarkan. Mulai pembatasan kegiatan masyarakat yang mengundang kerumunan, jam malam, hingga pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Baca Juga :  SMAN 2 Tuban Runner Up Terbanyak Loloskan Siswa ke SNMPTN

Saat itu juga persiapan Liga 3 Regional Jatim 2020 ditiadakan. Kompetisi Liga 3 Regional Jatim 2020 pun batal digelar. Kondisi ini tak menyurutkan semangat Sulkhan Arif. Pelatih berlisensi C AFC asal Sukolilo Tuban ini tetap mengasah kemampuannya.

Tak hanya sebagai pelatih sekolah sepak bola (SSB) di Brondong. Bek berpengalaman yang ikut mengantarkan Persatu Tuban meraih juara Liga Nusantara 2014 ini juga tetap berkarya. Yakni, mendirikan private sepak bola bersama temannya Afandy. Soccer private yang baru berdiri pada Oktober 2020 lalu itu bernama SAA (Sulkan Arif-Afandi).

‘’Awalnya ya berusaha mencoba agar bisa membina pemain sepak bola. Saat itu baru sekitar 12 anak yang mengikuti les,’’ ujar Mbothe, sapaan akrab asisten pelatih yang ikut mengantarkan kontingen sepak bola Tuban meraih medali emas pada Porprov VI Juli 2019 itu.

Disampaikan dia, demi kelancaran private, setiap anak hanya dibebani iuran Rp 20 ribu setiap pertemuan yang berlangsung sekitar 1,5–2 jam. Nominal tersebut untuk sewa stadion, air mineral dan lainnya. Iuran tersebut belum termasuk pemain yang menginginkan jersey SAA Soccer Private. ‘’Sekarang sudah sekitar 30 anak,’’ ujar mantan pemain Persegres Gresik itu.

Mereka tak hanya dari Tuban. Namun, juga dari Lamongan dan Bojonegoro. ‘’Alhamdulillah antusias tinggi,’’ tutur pemuda yang juga berbisnis ikan hias itu.

Baca Juga :  Antarkan Siswa Berkepribadian Muslim & Berprestasi Optimal

Mereka berlatih di Stadion Lokajaya Tuban dua kali sepekan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Bahkan, dia menyediakan hand sanitizer sebagai upaya pencegahan dan penularan Covid-19. Mbothe mengatakan, tujuan private tidak pembinaan dan mencetak pemain profesional, namun juga sebagai upaya untuk sharing ilmu sepak bola.

Salah satunya ilmu sepak bola modern yang perlu ditanamkan sejak dini pada pemain. Sehingga, mereka tak kaget ketika menjadi pemain profesional. Begitu juga pelatih Ainur Rofiq. Selain sebagai pengajar, dia juga fokus melatih di SSB Semen Gresik. Hasil racikan pelatih yang tinggal di Perumahan Puri ini menuai hasil.

SSB SG U-12 dan U-10 berhasil menjadi juara antar SSB se-Tuban. Atas prestasi tersebut tim besutannya mewakili Tuban di Malang pada 9 Januari mendatang. ‘’Ya itu kegiatan setelah tanpa kompetisi apa pun. Untuk kelanjutan melatih di Bumi Wali ya menunggu info lagi,’’ ujar mantan asisten pelatih Porprov Tuban itu.

Setelah pandemi Covid-19 menyerang Tuban, status pelatih dan asisten pelatih di Bumi Wali FC ini pun tanpa kejelasan seiring batalnya kompetisi Liga 3 Regional Jatim 2020. Kondisi ini membuatnya tetap berkreasi. Yakni, dengan tetap melatih dan berbisnis.

Bumi Wali FC telah menyiapkan secara matang Liga 3 Regional Jatim 2020. Setelah menunjuk manajer, tim langsung menentukan pelatih Ainur Rofiq dan asisten Sulkhan Arif. Bagaimana nasib kedunya setelah kompetisi tak kunjung pasti.

ZAKKI TAMAMI, Tuban, Radar Tuban

Pandemi Covid-19 benar-benar mendera dunia sepak bola. Selama setahun, kompetisi Liga 3 Regional Jatim ditiadakan. Padahal, Asosiasi Provinsi PSSI Jatim telah mematangkan persiapan pasca kongres tahunan. Begitu juga seluruh tim. Jauh hari sebelumnya telah melakukan persiapan. Termasuk Bumi Wali FC.

Seluruh persiapan tersebut buyar setelah pandemi tak kunjung mereda, bahkan cenderung meningkat. Di Tuban, pengurus Bumi Wali FC telah mematangkan persiapan untuk mengikutkan timnya di kompetisi amatir tingkat Jatim tersebut. Mulai rapat koordinasi dan pertemuan.

Hasilnya, Februari 2020 ditunjuk manajerial dan pelatih. Yakni, head coach Ainur Rofiq dan asisten pelatih Sulkhan Arif. Maret, rekrutmen calon pemain Wali Holic, julukan Bumi Wali FC mulai digeber. Seleksi tersebut dipantau langsung oleh pengurus, manajemen, dan Askab PSSI Tuban.

- Advertisement -

Seleksi terbagi dalam empat zona. Jalannya perekrutan pun berjalan lancar. Di tengah perjalanan, pandemi Covid-19 meningkat tajam. Tanpa terkecuali di wilayah Tuban. Semua kebijakan pun dikeluarkan. Mulai pembatasan kegiatan masyarakat yang mengundang kerumunan, jam malam, hingga pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Baca Juga :  Dijanjikan Naik, Guru Tidak Tetap Malah Belum Terima Honor

Saat itu juga persiapan Liga 3 Regional Jatim 2020 ditiadakan. Kompetisi Liga 3 Regional Jatim 2020 pun batal digelar. Kondisi ini tak menyurutkan semangat Sulkhan Arif. Pelatih berlisensi C AFC asal Sukolilo Tuban ini tetap mengasah kemampuannya.

Tak hanya sebagai pelatih sekolah sepak bola (SSB) di Brondong. Bek berpengalaman yang ikut mengantarkan Persatu Tuban meraih juara Liga Nusantara 2014 ini juga tetap berkarya. Yakni, mendirikan private sepak bola bersama temannya Afandy. Soccer private yang baru berdiri pada Oktober 2020 lalu itu bernama SAA (Sulkan Arif-Afandi).

‘’Awalnya ya berusaha mencoba agar bisa membina pemain sepak bola. Saat itu baru sekitar 12 anak yang mengikuti les,’’ ujar Mbothe, sapaan akrab asisten pelatih yang ikut mengantarkan kontingen sepak bola Tuban meraih medali emas pada Porprov VI Juli 2019 itu.

Disampaikan dia, demi kelancaran private, setiap anak hanya dibebani iuran Rp 20 ribu setiap pertemuan yang berlangsung sekitar 1,5–2 jam. Nominal tersebut untuk sewa stadion, air mineral dan lainnya. Iuran tersebut belum termasuk pemain yang menginginkan jersey SAA Soccer Private. ‘’Sekarang sudah sekitar 30 anak,’’ ujar mantan pemain Persegres Gresik itu.

Mereka tak hanya dari Tuban. Namun, juga dari Lamongan dan Bojonegoro. ‘’Alhamdulillah antusias tinggi,’’ tutur pemuda yang juga berbisnis ikan hias itu.

Baca Juga :  Antarkan Siswa Berkepribadian Muslim & Berprestasi Optimal

Mereka berlatih di Stadion Lokajaya Tuban dua kali sepekan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Bahkan, dia menyediakan hand sanitizer sebagai upaya pencegahan dan penularan Covid-19. Mbothe mengatakan, tujuan private tidak pembinaan dan mencetak pemain profesional, namun juga sebagai upaya untuk sharing ilmu sepak bola.

Salah satunya ilmu sepak bola modern yang perlu ditanamkan sejak dini pada pemain. Sehingga, mereka tak kaget ketika menjadi pemain profesional. Begitu juga pelatih Ainur Rofiq. Selain sebagai pengajar, dia juga fokus melatih di SSB Semen Gresik. Hasil racikan pelatih yang tinggal di Perumahan Puri ini menuai hasil.

SSB SG U-12 dan U-10 berhasil menjadi juara antar SSB se-Tuban. Atas prestasi tersebut tim besutannya mewakili Tuban di Malang pada 9 Januari mendatang. ‘’Ya itu kegiatan setelah tanpa kompetisi apa pun. Untuk kelanjutan melatih di Bumi Wali ya menunggu info lagi,’’ ujar mantan asisten pelatih Porprov Tuban itu.

Setelah pandemi Covid-19 menyerang Tuban, status pelatih dan asisten pelatih di Bumi Wali FC ini pun tanpa kejelasan seiring batalnya kompetisi Liga 3 Regional Jatim 2020. Kondisi ini membuatnya tetap berkreasi. Yakni, dengan tetap melatih dan berbisnis.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/