alexametrics
24.4 C
Bojonegoro
Wednesday, August 17, 2022

Los.… Mumpung tanpa Larangan 

- Advertisement -

TUBAN, Tuban – Pra pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2020 seakan menjadi ajang show of force bagi bacabup maupun bacawabup yang ingin dikenal masyarakat. Mereka berlomba-lomba mencari eksistensi dengan memasang banner sebanyak-banyaknya. Tidak peduli mendapat rekom atau tidak, yang penting eksis dulu. Mumpung masih tersedia panggung dan tidak terikat aturan larangan di luar jadwal tahapan pilkada.

Pantauan Jawa Pos Radar Tuban, di sepanjang jalur pantura misalnya. Berbagai ”merek” bacabup maupun bacawabup bak jamur di musim penghujan. Bertebaran di sepanjang jalan. Seakan sudah memasuki masa kampanye.

Pemasangan banner tersebut tidak sedikit yang ngawur. Asal pasang. Abaikan pelanggaran. Seperti terlihat dalam foto. Banner yang berukuran cukup besar itu diikatkan pada tiang lampu penerangan jalan umum (JPU). Cukup membahayakan apabila tertiup angin kencang.

Baca Juga :  Awal Dakwahnya Sering Disemprot Germo

Kepala Satpol PP Tuban Hery Muharwanto mengatakan, pihaknya masih terus memantau perkembangan pemasangan banner bacabup-bacawabup. Termasuk memantau yang melanggar. ‘’Kalau melanggar ya kita tertibkan,’’ tegasnya.

Saat ini, kata Hery, sapaan akrabnya, masih terus dilakukan pemantauan. ‘’Jika ditemukan ada yang melanggar, kita ingatkan untuk ditertibkan. Jika tidak diindahkan, ya kita tertibkan,’’ katanya.

- Advertisement -

Disampaikan Hery, karena pemasangan banner bacabup maupun bacawabup belum memasuki masa kampanya, maka proses eksekusi banner yang melanggar aturan tidak perlu koordinasi dengan KPUK maupun Bawaslu. ‘’Pokoknya kalau melanggar kita turunkan,’’ tegasnya.(tok/ds) 

TUBAN, Tuban – Pra pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2020 seakan menjadi ajang show of force bagi bacabup maupun bacawabup yang ingin dikenal masyarakat. Mereka berlomba-lomba mencari eksistensi dengan memasang banner sebanyak-banyaknya. Tidak peduli mendapat rekom atau tidak, yang penting eksis dulu. Mumpung masih tersedia panggung dan tidak terikat aturan larangan di luar jadwal tahapan pilkada.

Pantauan Jawa Pos Radar Tuban, di sepanjang jalur pantura misalnya. Berbagai ”merek” bacabup maupun bacawabup bak jamur di musim penghujan. Bertebaran di sepanjang jalan. Seakan sudah memasuki masa kampanye.

Pemasangan banner tersebut tidak sedikit yang ngawur. Asal pasang. Abaikan pelanggaran. Seperti terlihat dalam foto. Banner yang berukuran cukup besar itu diikatkan pada tiang lampu penerangan jalan umum (JPU). Cukup membahayakan apabila tertiup angin kencang.

Baca Juga :  Misa Paskah, Berlanjut Jumat Agung di Bojonegoro

Kepala Satpol PP Tuban Hery Muharwanto mengatakan, pihaknya masih terus memantau perkembangan pemasangan banner bacabup-bacawabup. Termasuk memantau yang melanggar. ‘’Kalau melanggar ya kita tertibkan,’’ tegasnya.

Saat ini, kata Hery, sapaan akrabnya, masih terus dilakukan pemantauan. ‘’Jika ditemukan ada yang melanggar, kita ingatkan untuk ditertibkan. Jika tidak diindahkan, ya kita tertibkan,’’ katanya.

- Advertisement -

Disampaikan Hery, karena pemasangan banner bacabup maupun bacawabup belum memasuki masa kampanya, maka proses eksekusi banner yang melanggar aturan tidak perlu koordinasi dengan KPUK maupun Bawaslu. ‘’Pokoknya kalau melanggar kita turunkan,’’ tegasnya.(tok/ds) 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/