alexametrics
23.5 C
Bojonegoro
Wednesday, August 10, 2022

Batik Tuban Butuh Marketplace

TUBAN, Radar Tuban – Selain modal, salah satu problem dalam dunia usaha adalah pemasaran produk. Banyak usaha yang sudah bergeliat, kebingungan  untuk memasarkan produknya.  

Begitu pula batik Tuban. Selama ini, banyak pelaku usaha baru tersebut yang kebingungan memasarkan batik-batiknya. Terlebih, sebagian besar pasar batik sudah dikuasai para pengusaha lama.

Wartiah, salah satu pengusaha batik tulis di Desa Karanglo, Kecamatan Kerek mengatakan, usaha batiknya baru buka beberapa bulan terakhir. Pemasaran produk batiknya pun ala kadarnya. Sebatas di kalangan desa dan sebagian relasinya. 

Dia berharap ada pihak yang membantu memasarkan batiknya agar penjualan tidak stagnan. ‘’Selama ini, pemasaran baru sebatas teman-teman dekat karena memang usaha baru,’’ kata dia.

Baca Juga :  Segera Cair, Beasiswa Bantuan Akhir akan Segera Diterima

Wartiah mengaku sempat didorong sejumlah pihak agar menjual produknya melalui toko online. Namun, karena keterbatasan informasi di pedesaan, dia belum memulai usaha tersebut. 

Dia juga mengaku belum tahu cara memasarkan produk melalui dunia maya. Menurut dia, permasalahan yang sama juga dialami pengusaha batik lain di pedesaan yang baru memulai usaha. ‘’Belum tahu cara memasarkan produk secara online,’’ ujarnya.

Selama ini, batik Tuban dikenal berkualitas dan memiliki daya tarik tersendiri. Selain batik gedog, batik tulis Tuban tak kalah eksotik. Namun, di pasar global, batik asal Bumi Wali kalah bersaing dengan batik dari Madura dan Pekalongan. Sebab, mereka lebih dahulu menguasai pasar melalui berbagai strategi pemasaran. Padahal, dari segi kualitas, batik asal Tuban bisa diadu. Dengan pemasaran yang tepat, diharapkan batik Tuban bisa kuasai pasar.

Baca Juga :  Penerimaan Pajak KPP Tuban Lampaui Target

TUBAN, Radar Tuban – Selain modal, salah satu problem dalam dunia usaha adalah pemasaran produk. Banyak usaha yang sudah bergeliat, kebingungan  untuk memasarkan produknya.  

Begitu pula batik Tuban. Selama ini, banyak pelaku usaha baru tersebut yang kebingungan memasarkan batik-batiknya. Terlebih, sebagian besar pasar batik sudah dikuasai para pengusaha lama.

Wartiah, salah satu pengusaha batik tulis di Desa Karanglo, Kecamatan Kerek mengatakan, usaha batiknya baru buka beberapa bulan terakhir. Pemasaran produk batiknya pun ala kadarnya. Sebatas di kalangan desa dan sebagian relasinya. 

Dia berharap ada pihak yang membantu memasarkan batiknya agar penjualan tidak stagnan. ‘’Selama ini, pemasaran baru sebatas teman-teman dekat karena memang usaha baru,’’ kata dia.

Baca Juga :  Datangi Kemendag Kawal Potensi Ekspor

Wartiah mengaku sempat didorong sejumlah pihak agar menjual produknya melalui toko online. Namun, karena keterbatasan informasi di pedesaan, dia belum memulai usaha tersebut. 

Dia juga mengaku belum tahu cara memasarkan produk melalui dunia maya. Menurut dia, permasalahan yang sama juga dialami pengusaha batik lain di pedesaan yang baru memulai usaha. ‘’Belum tahu cara memasarkan produk secara online,’’ ujarnya.

Selama ini, batik Tuban dikenal berkualitas dan memiliki daya tarik tersendiri. Selain batik gedog, batik tulis Tuban tak kalah eksotik. Namun, di pasar global, batik asal Bumi Wali kalah bersaing dengan batik dari Madura dan Pekalongan. Sebab, mereka lebih dahulu menguasai pasar melalui berbagai strategi pemasaran. Padahal, dari segi kualitas, batik asal Tuban bisa diadu. Dengan pemasaran yang tepat, diharapkan batik Tuban bisa kuasai pasar.

Baca Juga :  Kembangkan Batik Singomengkok

Artikel Terkait

Most Read

Tuban, Dua Hari tanpa Matahari

Hakim Isyaratkan Panggil Paksa Saksi

Artikel Terbaru


/