alexametrics
26.4 C
Bojonegoro
Thursday, May 19, 2022

Pencarian Hari Kedua, Tiga Korban Ditemukan

TUBAN, Radar Tuban – Hari kedua pencarian korban perahu terbalik di penyeberangan yang menghubungkan Desa Ngadirejo, Rengel, Tuban—Desa Semambung, Kecamatan Kanor membuahkan hasil. Sampai berita ini ditulis pukul 19.00, tiga korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal.
Kepala Basarnas Jatim Hariadi memaparkan, jasad pertama ditemukan sekitar pukul 09.15. Dia teridentifikasi bernama Agus Tutin, warga Desa Ngandong, Kecamatan Grabagan.
”Korban ini tidak terdaftar pada data sebelumnya,” ujarnya saat diwawancarai awak media di lokasi pencarian kemarin (4/11).
Penemuan jasad kedua dan ketiga, lanjut Hariadi, tidak terpaut jauh. Hanya berselisih sekitar 30 menit (pukul 13.15 dan 13.45).
Kepada wartawan, dia belum merilis nama keduanya. Hariadi hanya memastikan keduanya berjenis kelamin laki-laki. Pencarian hari kedua kemarin dihentikan sementara pukul 16.00.
Basarnas Jatim kemarin juga menyampaikan perkembangan data terbaru korban tragedi kapal terbalik tersebut. Hariadi mengatakan, total penumpang 18 orang. Dari jumlah tersebut 10 orang selamat, 3 orang meninggal dunia, dan 5 dalam pencarian. ”Ada kemungkinan bertambah lagi. Tergantung ada-tidaknya laporan masyarakat di posko evakuasi,” tegasnya. Versi penjelasan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, dari 17 orang yang diangkut, 10 orang berhasil diselamatkan.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Unit Pemulasaran Jenazah RSUD dr R. Koesma Tuban, dokter Juli Purwaningrum mengatakan, baru dua korban yang teridentifikasi. Kedua korban atas nama Agus Tutin dan Kasiyan.
Mengacu data di posko evakuasi, korban Kasiyan beralamat di Kanor, Bojonegoro.
Arif Dwi Santoso, salah satu korban selamat mengatakan, Kasiyan merupakan juru mudi cadangan perahu. ”Betul. Sapaannya Mbah Yan. Bukan juru mudi yang utama,” tuturnya.
Identifikasi korban tersebut melibatkan tim forensik RSUD dan tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim. (sab)

Baca Juga :  Desak Aparat Tegas Tangani Pencemaran Bengawan Solo

TUBAN, Radar Tuban – Hari kedua pencarian korban perahu terbalik di penyeberangan yang menghubungkan Desa Ngadirejo, Rengel, Tuban—Desa Semambung, Kecamatan Kanor membuahkan hasil. Sampai berita ini ditulis pukul 19.00, tiga korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal.
Kepala Basarnas Jatim Hariadi memaparkan, jasad pertama ditemukan sekitar pukul 09.15. Dia teridentifikasi bernama Agus Tutin, warga Desa Ngandong, Kecamatan Grabagan.
”Korban ini tidak terdaftar pada data sebelumnya,” ujarnya saat diwawancarai awak media di lokasi pencarian kemarin (4/11).
Penemuan jasad kedua dan ketiga, lanjut Hariadi, tidak terpaut jauh. Hanya berselisih sekitar 30 menit (pukul 13.15 dan 13.45).
Kepada wartawan, dia belum merilis nama keduanya. Hariadi hanya memastikan keduanya berjenis kelamin laki-laki. Pencarian hari kedua kemarin dihentikan sementara pukul 16.00.
Basarnas Jatim kemarin juga menyampaikan perkembangan data terbaru korban tragedi kapal terbalik tersebut. Hariadi mengatakan, total penumpang 18 orang. Dari jumlah tersebut 10 orang selamat, 3 orang meninggal dunia, dan 5 dalam pencarian. ”Ada kemungkinan bertambah lagi. Tergantung ada-tidaknya laporan masyarakat di posko evakuasi,” tegasnya. Versi penjelasan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, dari 17 orang yang diangkut, 10 orang berhasil diselamatkan.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Unit Pemulasaran Jenazah RSUD dr R. Koesma Tuban, dokter Juli Purwaningrum mengatakan, baru dua korban yang teridentifikasi. Kedua korban atas nama Agus Tutin dan Kasiyan.
Mengacu data di posko evakuasi, korban Kasiyan beralamat di Kanor, Bojonegoro.
Arif Dwi Santoso, salah satu korban selamat mengatakan, Kasiyan merupakan juru mudi cadangan perahu. ”Betul. Sapaannya Mbah Yan. Bukan juru mudi yang utama,” tuturnya.
Identifikasi korban tersebut melibatkan tim forensik RSUD dan tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim. (sab)

Baca Juga :  Manfaatkan Kualitas Skill Siswa untuk Membuat APD

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/