alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Monday, June 27, 2022

33 Petugas Medis di Tuban Terinfeksi Covid-19

Radar Tuban – Petugas medis sebagai garda terdepan penanganan Covid-19 menjadi profesi yang paling berisiko tinggi dalam menangani pandemi. Satgas Covid-19 Kabupaten Tuban mencatat sudah ada 33 petugas medis Bumi Wali yang terinfeksi Covid-19. Tiga diantaranya meninggal karena virus yang belum ditemukan obatnya tersebut.

Juru bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Tuban Endah Nurul Kumarijati mengatakan, dari 33 petugas medis yang terinfeksi Covid-19, tiga diantaranya paramedis yang berprofesi sebagai dokter spesialis dan dokter umum. Sementara lainnya tenaga medis seperti dokter gigi, perawat, bidan, dan analis.

‘’Sudah 33 yang terinfeksi, terdiri dari medis dan paramedis,’’ ujar Endah ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, kemarin. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari total persebaran Covid-19 Kabupaten Tuban sejak April. Berdasarkan hasil tracing, sebagian besar tertular saat menangani pasien Covid-19 yang tanpa gejala.

Baca Juga :  Satu Pedagang CFD di Tuban Positif Covid-19

Beberapa yang lain tertular saat menerima tamu di klinik. ‘’Mereka petugas medis yang bekerja di RS rujukan, RS penyangga, puskesmas, dan klinik,’’ kata Endah tanpa menyebut siapa saja petugas medis tersebut.

Catatan Jawa Pos Radar Tuban, dari 33 petugas medis yang terinfeksi, tiga orang sudah meninggal. Yakni, dokter spesialis kandungan Rianto. Dua lainnya Zaenal Khabib (perawat Puskesmas Semanding) dan Siti Jumiatun (perawat Puskesmas Singgahan).

Sementara lainnya masih dalam perawatan dan isolasi. Beberapa yang lain sudah dinyatakan sembuh. ‘’Dari 33 yang terinfeksi, 3 orang sudah meninggal,’’ jelas Endah. Maka dari itu, sekretaris Dinkes Tuban ini mengimbau seluruh petugas kesehatan agar lebih waspada.

Baca Juga :  Inflasi Tinggi, Tantangan Berat di Tengah Pandemi

Sebab, beberapa klaster atau titik penularan di Tuban bersumber dari silent carrier atau orang tanpa gejala. Jika menerima pasien di klinik atau rumah pribadi, sangat disarankan untuk tetap memakai alat pelindung diri (APD) tiga lapis. ‘’Tetap waspada dan disiplin ketat terapkan protokol kesehatan di manapun berada,’’ imbaunya.

Sementara itu, penularan Covid-19 di Bumi Wali belum terputus. Tadi malam satgas kembali mengabarkan ada dua tambahan pasien baru. Itu berarti total akumulatif pasien di Tuban sudah mencapai 398 orang. Mengigat masih tingginya penularan Covid-19 di Tuban, mantan Plt Kepala Dinkes ini kembali menegaskan kepada masyarakat agar lebih hati-hati dan jaga jarak saat dikeramaian.

Radar Tuban – Petugas medis sebagai garda terdepan penanganan Covid-19 menjadi profesi yang paling berisiko tinggi dalam menangani pandemi. Satgas Covid-19 Kabupaten Tuban mencatat sudah ada 33 petugas medis Bumi Wali yang terinfeksi Covid-19. Tiga diantaranya meninggal karena virus yang belum ditemukan obatnya tersebut.

Juru bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Tuban Endah Nurul Kumarijati mengatakan, dari 33 petugas medis yang terinfeksi Covid-19, tiga diantaranya paramedis yang berprofesi sebagai dokter spesialis dan dokter umum. Sementara lainnya tenaga medis seperti dokter gigi, perawat, bidan, dan analis.

‘’Sudah 33 yang terinfeksi, terdiri dari medis dan paramedis,’’ ujar Endah ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, kemarin. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari total persebaran Covid-19 Kabupaten Tuban sejak April. Berdasarkan hasil tracing, sebagian besar tertular saat menangani pasien Covid-19 yang tanpa gejala.

Baca Juga :  Kelas Terbatas, Pembelajaran Tatap Muka SMP Digelar Bergantian

Beberapa yang lain tertular saat menerima tamu di klinik. ‘’Mereka petugas medis yang bekerja di RS rujukan, RS penyangga, puskesmas, dan klinik,’’ kata Endah tanpa menyebut siapa saja petugas medis tersebut.

Catatan Jawa Pos Radar Tuban, dari 33 petugas medis yang terinfeksi, tiga orang sudah meninggal. Yakni, dokter spesialis kandungan Rianto. Dua lainnya Zaenal Khabib (perawat Puskesmas Semanding) dan Siti Jumiatun (perawat Puskesmas Singgahan).

Sementara lainnya masih dalam perawatan dan isolasi. Beberapa yang lain sudah dinyatakan sembuh. ‘’Dari 33 yang terinfeksi, 3 orang sudah meninggal,’’ jelas Endah. Maka dari itu, sekretaris Dinkes Tuban ini mengimbau seluruh petugas kesehatan agar lebih waspada.

Baca Juga :  Tuban Lebih Berbahaya dari Surabaya, Kasus Tertinggi Kedua Se Jatim

Sebab, beberapa klaster atau titik penularan di Tuban bersumber dari silent carrier atau orang tanpa gejala. Jika menerima pasien di klinik atau rumah pribadi, sangat disarankan untuk tetap memakai alat pelindung diri (APD) tiga lapis. ‘’Tetap waspada dan disiplin ketat terapkan protokol kesehatan di manapun berada,’’ imbaunya.

Sementara itu, penularan Covid-19 di Bumi Wali belum terputus. Tadi malam satgas kembali mengabarkan ada dua tambahan pasien baru. Itu berarti total akumulatif pasien di Tuban sudah mencapai 398 orang. Mengigat masih tingginya penularan Covid-19 di Tuban, mantan Plt Kepala Dinkes ini kembali menegaskan kepada masyarakat agar lebih hati-hati dan jaga jarak saat dikeramaian.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/