alexametrics
29.7 C
Bojonegoro
Friday, August 12, 2022

91 ASN Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Dicek Urine

Radar Tuban – Badan Narkotika Nasional Kabupten (BNNK) Tuban terus melakukan upaya preventif untuk mencegah peredaran zat adiktif di Bumi Wali. Kemarin (4/8), BNNK Tuban kembali menggelar tes urine dadakan.

Sasarannya 91 aparatur sipil negara (ASN) di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Tuban. Tes urine mendadak tersebut digelar sejak sekitar pukul 07.30.

Begitu para ASN masuk ke ruang kerja, mereka dikumpulkan di dalam ruang rapat. Sesaat kemudian, Kepala BNNK Tuban AKBP I Made Arjana memberikan edukasi terkait pentingnya menjauhi narkoba, terutama bagi ASN.

Setelah itu, para ASN dipanggil bergiliran untuk mengikuti tes urine hingga menunggu hasil tes keluar. Kepada Jawa Pos Radar Tuban, perwira yang akrab disapa Made itu menyampaikan hasil tes urine 91 ASN dispersip yang seluruhnya negatif.

Baca Juga :  Kirab Tujuh Pusaka, Refleksi Kearifan Lokal

Tidak ditemukan indikasi penggunaan obat-obatan di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut. ‘’Tes ini dalam rangka pencegahan peredaran narkotika di lingkungan pemerintah daerah,’’ jelas dia.

Perwira kelahiran Bali itu menegaskan, tes urine dadakan rutin diselenggarakan, terutama di wilayah pemerintahan. Tujuannya untuk membersihkan ASN dari zat-zat adiktif berbahaya.

Meski pandemi, Made mengatakan, tes urine dilaksanakan sesuai protokol kesehatan. ‘’Ini dalam rangka skrining, seluruh karyawan di lingkup pemerintah daerah agar bebas dari narkoba,’’ tegas dia.

Made menjelaskan, skrining menggunakan rapid test enam parameter. Hal tersebut berguna untuk mendeteksi amphetamine (AMP), methamphetamine (MOP), marijuana (THC), co caine (COC), morphine (MOP), dan benzidiaphine (BZO).

Baca Juga :  Bejat! Bocah SD Diperkosa Paman Sendiri

Selain obat-obatan terlarang, alat tes cepat yang digunakan juga bisa mendeteksi penggunanya jika kecanduan obat tertentu. ‘’Kebetulan ini semua sehat, tidak ada yang menggunakan obat walau resep dokter,’’ ujar dia.

Radar Tuban – Badan Narkotika Nasional Kabupten (BNNK) Tuban terus melakukan upaya preventif untuk mencegah peredaran zat adiktif di Bumi Wali. Kemarin (4/8), BNNK Tuban kembali menggelar tes urine dadakan.

Sasarannya 91 aparatur sipil negara (ASN) di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Tuban. Tes urine mendadak tersebut digelar sejak sekitar pukul 07.30.

Begitu para ASN masuk ke ruang kerja, mereka dikumpulkan di dalam ruang rapat. Sesaat kemudian, Kepala BNNK Tuban AKBP I Made Arjana memberikan edukasi terkait pentingnya menjauhi narkoba, terutama bagi ASN.

Setelah itu, para ASN dipanggil bergiliran untuk mengikuti tes urine hingga menunggu hasil tes keluar. Kepada Jawa Pos Radar Tuban, perwira yang akrab disapa Made itu menyampaikan hasil tes urine 91 ASN dispersip yang seluruhnya negatif.

Baca Juga :  Sidak Wabup Belum Ngefek

Tidak ditemukan indikasi penggunaan obat-obatan di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut. ‘’Tes ini dalam rangka pencegahan peredaran narkotika di lingkungan pemerintah daerah,’’ jelas dia.

Perwira kelahiran Bali itu menegaskan, tes urine dadakan rutin diselenggarakan, terutama di wilayah pemerintahan. Tujuannya untuk membersihkan ASN dari zat-zat adiktif berbahaya.

Meski pandemi, Made mengatakan, tes urine dilaksanakan sesuai protokol kesehatan. ‘’Ini dalam rangka skrining, seluruh karyawan di lingkup pemerintah daerah agar bebas dari narkoba,’’ tegas dia.

Made menjelaskan, skrining menggunakan rapid test enam parameter. Hal tersebut berguna untuk mendeteksi amphetamine (AMP), methamphetamine (MOP), marijuana (THC), co caine (COC), morphine (MOP), dan benzidiaphine (BZO).

Baca Juga :  Kirab Tujuh Pusaka, Refleksi Kearifan Lokal

Selain obat-obatan terlarang, alat tes cepat yang digunakan juga bisa mendeteksi penggunanya jika kecanduan obat tertentu. ‘’Kebetulan ini semua sehat, tidak ada yang menggunakan obat walau resep dokter,’’ ujar dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/