alexametrics
32.2 C
Bojonegoro
Tuesday, August 9, 2022

Batasi Keluar, Jemaah Persiapkan Wukuf di Arafah

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Sebanyak 722 jemaah haji dibatasi aktivitasnya agar kondisinya bugar. Mengingat para jemaah haji akan menjalani rukun haji yakni wukuf di Padang Arafah, Makkah, pada Jumat (8/7) atau 9 Dzulhijah. Para petugas haji mengingatkan kepada para jemaah haji agar fokus istirahat secara optimal.

 

Muhammad Charis ketua kloter 03 Embarkasi Surabaya melaporkan, bahwa kondisi seluruh jemaah haji asal Bojonegoro sehat. Namun, sebelumnya beberapa jemaah ada batuk dan sakit tenggorokan, kondisinya sekarang sudah sembuh.

 

“Sesuai arahan, seluruh jemaah tidak banyak beraktivitas keluar, karena kondisi cuaca di luar semakin menyengat, di atas 40 derajat Celsius ketika siang,” kata Charis melalui pesan WhatsApp kemarin (4/7).

Baca Juga :  Pendistribusian Program Sembako Diapresiasi, Kualitasnya Sangat Bagus

 

Jemaah diberikan penjelasan tentang Arafah Muzdalifah dan Mina (Armuzna) sebagai puncak rangkaian ibadah haji. “Kami mohon selalu sambung doanya mudah-mudahan Armuzna bisa berjalan lancar dan diberi kemudahan oleh Allah,” ungkapnya.

 

Adapun aktivitas ibadah para jemaah haji ditunaikan di hotel. Tapi, ada sebagian jemaah beribadah di masjid di depan hotel. “Jemaah haji Bojonegoro berada di pemondokan daerah Mahbas Jin sektor 1 Makkah, maktab nomor 2, rumah nomor 105 Hotel Shafwat Al-Bait,” imbuh Charis.

Jelang Armuzna, tak lupa melibatkan tim kesehatan kloter mengedukasi para jemaah senantiasa sehat selama ibadah haji.

 

Charis menambahkan, bus-bus shalawat (shuttle) bertugas mengantar dan menjemput jemaah dari pemondokan ke Masjidilharam berhenti sementara sampai selesainya kegiatan Armuzna.

Baca Juga :  Perlu Libatkan PLN Cegah Kebakaran

 

Sementara itu, jadwal kegiatan Armuzna dimulai 8 Dzulhijjah atau 7 Juli yakni mobilisasi jemaah dari hotel di Makkah menuju Arafah.

 

Selanjutnya, 9 Dzulhijjah atau 8 Juli 2022, para jemaah menunaikan wukuf di Arafah. Secara bertahap diberangkatkan ke Muzdalifah.

Jemaah bermalam di Muzdalifah mengambil batu kerikil untuk lempar jumrah. Selanjutnya bertahap jemaah diberangkatkan ke Mina. (bgs/rij)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Sebanyak 722 jemaah haji dibatasi aktivitasnya agar kondisinya bugar. Mengingat para jemaah haji akan menjalani rukun haji yakni wukuf di Padang Arafah, Makkah, pada Jumat (8/7) atau 9 Dzulhijah. Para petugas haji mengingatkan kepada para jemaah haji agar fokus istirahat secara optimal.

 

Muhammad Charis ketua kloter 03 Embarkasi Surabaya melaporkan, bahwa kondisi seluruh jemaah haji asal Bojonegoro sehat. Namun, sebelumnya beberapa jemaah ada batuk dan sakit tenggorokan, kondisinya sekarang sudah sembuh.

 

“Sesuai arahan, seluruh jemaah tidak banyak beraktivitas keluar, karena kondisi cuaca di luar semakin menyengat, di atas 40 derajat Celsius ketika siang,” kata Charis melalui pesan WhatsApp kemarin (4/7).

Baca Juga :  Debit Waduk Pacal Berkurang 6,1 Juta Meter Kubik

 

Jemaah diberikan penjelasan tentang Arafah Muzdalifah dan Mina (Armuzna) sebagai puncak rangkaian ibadah haji. “Kami mohon selalu sambung doanya mudah-mudahan Armuzna bisa berjalan lancar dan diberi kemudahan oleh Allah,” ungkapnya.

 

Adapun aktivitas ibadah para jemaah haji ditunaikan di hotel. Tapi, ada sebagian jemaah beribadah di masjid di depan hotel. “Jemaah haji Bojonegoro berada di pemondokan daerah Mahbas Jin sektor 1 Makkah, maktab nomor 2, rumah nomor 105 Hotel Shafwat Al-Bait,” imbuh Charis.

Jelang Armuzna, tak lupa melibatkan tim kesehatan kloter mengedukasi para jemaah senantiasa sehat selama ibadah haji.

 

Charis menambahkan, bus-bus shalawat (shuttle) bertugas mengantar dan menjemput jemaah dari pemondokan ke Masjidilharam berhenti sementara sampai selesainya kegiatan Armuzna.

Baca Juga :  Korban Mendesak Uang Kembali

 

Sementara itu, jadwal kegiatan Armuzna dimulai 8 Dzulhijjah atau 7 Juli yakni mobilisasi jemaah dari hotel di Makkah menuju Arafah.

 

Selanjutnya, 9 Dzulhijjah atau 8 Juli 2022, para jemaah menunaikan wukuf di Arafah. Secara bertahap diberangkatkan ke Muzdalifah.

Jemaah bermalam di Muzdalifah mengambil batu kerikil untuk lempar jumrah. Selanjutnya bertahap jemaah diberangkatkan ke Mina. (bgs/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/