alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Raih ISO 37001:2016 dan Pengakuan dari ISSA, BPJamsostek Junjung Integritas

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Pelaksanaan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan oleh BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) dituntut selalu dilakukan sebaik-baiknya. Salah satu prinsip dianut adalah kehati-kehatian dan good governance atau pelaksanaan tata kelola baik.

 

Guna memastikan itu dibentuklah Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) pada 2015 oleh BPJS Ketenagakerjaan dalam upayanya meminimalisasi potensi terjadinya suap dan gratifikasi atau pemberian hadiah dapat memengaruhi pengambilan keputusan.

 

Agar berjalan baik, salah satu upaya BPJamsostek dengan meraih sertifikasi ISO 37001:2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan. Dengan berhasil mendapatkan ISO 37001:2016, diharapkan membantu BPJamsostek menetapkan, menerapkan, memelihara, dan meningkatkan program anti-suap yang sebelumnya telah diimplementasikan.

 

Implementasi dari sertifikasi dilaksanakan sejak 2021 pada proses bisnis pengelolaan investasi dan perluasan kepesertaan. Hal ini karena proses bisnis bidang tersebut dinilai memiliki risiko tinggi apalagi dana kelolaan BPJamsostek mencapai Rp 553,5 triliun dengan cakupan kepesertaan 30,6 juta pekerja di penghujung 2021.

Baca Juga :  Sistem Ngadat, Antrean Pasien dengan Manual

 

Hal ini juga mendapat pengakuan dari International Social Security Association (ISSA), sebuah perkumpulan atau organisasi jaminan sosial internasional. ISSA mengeluarkan Certificate of Merit atas upaya BPJamsostek menjadikan UPG satu kesatuan fungsi manajemen pengendalian fraud. Berperan memberikan edukasi, sosialisasi, dan pengendalian atas suap ataupun hadiah kepada seluruh karyawan BPJamsostek dapat berujung terjadinya fraud atau bahkan korupsi.

 

Direktur Utama BPJamsostek Anggoro Eko Cahyo bangga kepada seluruh insan BPJamsostek menjaga integritas dan budaya organisasi menolak suap dan korupsi yang merusak reputasi. Salah satu poin penting menjadi pertimbangan ISSA memberi penghargaan karena sistem pelaporan gratifikasi BPJamsostek mudah melalui platform digital.

 

Senada dengan ISSA, Anggoro berpesan insan BPJamsostek selalu waspada berbagai upaya pihak eksternal menjanjikan keuntungan individu, namun berujung tindakan fraud atau korupsi. “Ini menjadi pekerjaan rumah, tidak hanya bagi manajemen tapi juga seluruh insan BPJamsostek untuk menolak upaya gratifikasi apapun,” tegasnya.

Baca Juga :  Kenaikan Tunjangan Honorer Rp 400 Ribu

 

Prestasi dicapai BPJamsostek menolak gratifikasi ini bukan baru saja diraih, tapi upaya mempertahankan apresiasi sebelumnya diraih dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2017, 2018, dan 2020. Hal ini menunjukkan bahwa BPJamsostek sebuah institusi menjunjung tinggi nilai integritas dan bebas dari tindakan fraud dan korupsi.

 

Sementara itu, Kepala BPJamsostek Cabang Bojonegoro Iman M Amin menyatakan apresiasinya atas penghargaan telah diraih. Penghargaan ini kerja keras insan BPJamsostek selalu bekerja dengan integritas.

 

“BPJamsostek cabang Bojonegoro selalu memberikan pelayanan terbaik kepada peserta. Kami berkomitmen selalu meningkatkan kesejahteraan para pekerja dan keluarganya dengan manfaat  perlindungan  BPJS Ketenagakerjaan,” jelas Iman. (*/bgs)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Pelaksanaan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan oleh BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) dituntut selalu dilakukan sebaik-baiknya. Salah satu prinsip dianut adalah kehati-kehatian dan good governance atau pelaksanaan tata kelola baik.

 

Guna memastikan itu dibentuklah Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) pada 2015 oleh BPJS Ketenagakerjaan dalam upayanya meminimalisasi potensi terjadinya suap dan gratifikasi atau pemberian hadiah dapat memengaruhi pengambilan keputusan.

 

Agar berjalan baik, salah satu upaya BPJamsostek dengan meraih sertifikasi ISO 37001:2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan. Dengan berhasil mendapatkan ISO 37001:2016, diharapkan membantu BPJamsostek menetapkan, menerapkan, memelihara, dan meningkatkan program anti-suap yang sebelumnya telah diimplementasikan.

 

Implementasi dari sertifikasi dilaksanakan sejak 2021 pada proses bisnis pengelolaan investasi dan perluasan kepesertaan. Hal ini karena proses bisnis bidang tersebut dinilai memiliki risiko tinggi apalagi dana kelolaan BPJamsostek mencapai Rp 553,5 triliun dengan cakupan kepesertaan 30,6 juta pekerja di penghujung 2021.

Baca Juga :  Camat Sarankan Jalur Hukum terhadap Penambang Pasir

 

Hal ini juga mendapat pengakuan dari International Social Security Association (ISSA), sebuah perkumpulan atau organisasi jaminan sosial internasional. ISSA mengeluarkan Certificate of Merit atas upaya BPJamsostek menjadikan UPG satu kesatuan fungsi manajemen pengendalian fraud. Berperan memberikan edukasi, sosialisasi, dan pengendalian atas suap ataupun hadiah kepada seluruh karyawan BPJamsostek dapat berujung terjadinya fraud atau bahkan korupsi.

 

Direktur Utama BPJamsostek Anggoro Eko Cahyo bangga kepada seluruh insan BPJamsostek menjaga integritas dan budaya organisasi menolak suap dan korupsi yang merusak reputasi. Salah satu poin penting menjadi pertimbangan ISSA memberi penghargaan karena sistem pelaporan gratifikasi BPJamsostek mudah melalui platform digital.

 

Senada dengan ISSA, Anggoro berpesan insan BPJamsostek selalu waspada berbagai upaya pihak eksternal menjanjikan keuntungan individu, namun berujung tindakan fraud atau korupsi. “Ini menjadi pekerjaan rumah, tidak hanya bagi manajemen tapi juga seluruh insan BPJamsostek untuk menolak upaya gratifikasi apapun,” tegasnya.

Baca Juga :  RSUD Bojonegoro Berpeluang Terima Bantuan Alat PCR

 

Prestasi dicapai BPJamsostek menolak gratifikasi ini bukan baru saja diraih, tapi upaya mempertahankan apresiasi sebelumnya diraih dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2017, 2018, dan 2020. Hal ini menunjukkan bahwa BPJamsostek sebuah institusi menjunjung tinggi nilai integritas dan bebas dari tindakan fraud dan korupsi.

 

Sementara itu, Kepala BPJamsostek Cabang Bojonegoro Iman M Amin menyatakan apresiasinya atas penghargaan telah diraih. Penghargaan ini kerja keras insan BPJamsostek selalu bekerja dengan integritas.

 

“BPJamsostek cabang Bojonegoro selalu memberikan pelayanan terbaik kepada peserta. Kami berkomitmen selalu meningkatkan kesejahteraan para pekerja dan keluarganya dengan manfaat  perlindungan  BPJS Ketenagakerjaan,” jelas Iman. (*/bgs)

Artikel Terkait

Most Read

Daop Semarang Selidiki Penyebab Terguling

Ketua PKB Kalah di TPS

Artikel Terbaru


/