alexametrics
30.3 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Setahun, Sumbang Pajak Kendaraan Bermotor Minimal 1 Miliar

Radar Tuban – Setahun pasca pembebasan lahan kilang Grass Root Refinery (GRR) Tuban, warga di tiga desa terdampak, Sumurgeneng, Wadung, dan Kaliuntu, ketiganya di Kecamatan Jenu sudah menyumbang pajak kendaraan bermotor (ranmor) minimal lebih dari Rp 1 miliar.

Angka tersebut dihitung hanya dari pajak mobil-mobil premium yang mereka beli. Jumlah riil pajak yang disumbangkan kampung miliarder tersebut jauh lebih besar karena belum termasuk pajak pembelian motor dan tanah.

Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Administrator Pelayanan KB Samsat Tuban Teguh Widodo mengatakan, pajak mobil dihitung sejak pencairan tahap pertama Februari 2020 hingga Februari 2021. Totalnya Rp 1.003.484.600.

Rinciannya, pajak ken daraan yang dibayar warga Sumurgeneng Rp 566.301.000, Wadung Rp 372.478.000, dan Kaliuntu Rp 34.704.600. ‘’Pajak yang dibayarkan terdiri dari mobil penumpang dan kendaraan niaga,’’ terang dia.

Baca Juga :  Launching dan Kuliah Perdana Pascasarjana Unirow Tuban

Pria kelahiran Bojonegoro ini menyampaikan, total pembelian mobil selama satu tahun pencairan lahan kilang mencapai 323 mobil. Rinciannya, 190 mobil milik warga Sumurgeneng, 121 mobil milik warga Wadung, dan 12 mobil milik warga Kaliuntu. ‘’Sebagian besar yang dibeli mobil sport harga Rp 500 – Rp 600 jutaan. Sebagian kecil mobil penumpang Rp 300 jutaan dan pikap,’’ ujar dia.

Teguh menjelaskan, pajak kendaraan roda empat yang dibayarkan warga setiap tahunnya bervariasi. Untuk mobil Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero pajaknya sekitar Rp 6 juta per tahun. Sementara untuk mobil penumpang seperti Mitsubishi Xpander sekitar Rp 3 juta.

Mengacu data yang masuk, kata Teguh, tidak semua mobil dibeli dari diler mobil di Tuban. Sebagian warga memborong mobil dari diler di Surabaya, Bojonegoro, dan Lamongan. Namun, selama mobil yang dibeli menggunakan nopol S Tuban, pendapatan dari pajak tetap masuk ke Tuban.

Baca Juga :  HUT ke-57 Partai Golkar, Airlangga Minta Kader Makin Kompak dan Solid

‘’Angka tersebut dari perhitungan pajak yang dibayarkan ke Samsat Tuban,’’ tegasnya. Menurut Teguh, angka pembayaran pajak tersebut cukup fantastis jika dibanding tahuntahun sebelumnya yang tidak mencapai separo dari nominal sekarang. ‘’Jumlah pajak (yang dibayar tiga desa) ini terbesar dari sebelumnya,’’ tutur dia.

Radar Tuban – Setahun pasca pembebasan lahan kilang Grass Root Refinery (GRR) Tuban, warga di tiga desa terdampak, Sumurgeneng, Wadung, dan Kaliuntu, ketiganya di Kecamatan Jenu sudah menyumbang pajak kendaraan bermotor (ranmor) minimal lebih dari Rp 1 miliar.

Angka tersebut dihitung hanya dari pajak mobil-mobil premium yang mereka beli. Jumlah riil pajak yang disumbangkan kampung miliarder tersebut jauh lebih besar karena belum termasuk pajak pembelian motor dan tanah.

Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Administrator Pelayanan KB Samsat Tuban Teguh Widodo mengatakan, pajak mobil dihitung sejak pencairan tahap pertama Februari 2020 hingga Februari 2021. Totalnya Rp 1.003.484.600.

Rinciannya, pajak ken daraan yang dibayar warga Sumurgeneng Rp 566.301.000, Wadung Rp 372.478.000, dan Kaliuntu Rp 34.704.600. ‘’Pajak yang dibayarkan terdiri dari mobil penumpang dan kendaraan niaga,’’ terang dia.

Baca Juga :  Pendaftaran Jalur Siswa Miskin Membeludak

Pria kelahiran Bojonegoro ini menyampaikan, total pembelian mobil selama satu tahun pencairan lahan kilang mencapai 323 mobil. Rinciannya, 190 mobil milik warga Sumurgeneng, 121 mobil milik warga Wadung, dan 12 mobil milik warga Kaliuntu. ‘’Sebagian besar yang dibeli mobil sport harga Rp 500 – Rp 600 jutaan. Sebagian kecil mobil penumpang Rp 300 jutaan dan pikap,’’ ujar dia.

Teguh menjelaskan, pajak kendaraan roda empat yang dibayarkan warga setiap tahunnya bervariasi. Untuk mobil Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero pajaknya sekitar Rp 6 juta per tahun. Sementara untuk mobil penumpang seperti Mitsubishi Xpander sekitar Rp 3 juta.

Mengacu data yang masuk, kata Teguh, tidak semua mobil dibeli dari diler mobil di Tuban. Sebagian warga memborong mobil dari diler di Surabaya, Bojonegoro, dan Lamongan. Namun, selama mobil yang dibeli menggunakan nopol S Tuban, pendapatan dari pajak tetap masuk ke Tuban.

Baca Juga :  Uji Coba Tatap Muka Dimulai, Per Sesi, 2 Jam 3 Mapel

‘’Angka tersebut dari perhitungan pajak yang dibayarkan ke Samsat Tuban,’’ tegasnya. Menurut Teguh, angka pembayaran pajak tersebut cukup fantastis jika dibanding tahuntahun sebelumnya yang tidak mencapai separo dari nominal sekarang. ‘’Jumlah pajak (yang dibayar tiga desa) ini terbesar dari sebelumnya,’’ tutur dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/