alexametrics
23.5 C
Bojonegoro
Wednesday, August 10, 2022

Berjualan di Tepi Jalan

PBT boleh terbakar, namun sumber pendapatan pedagangnya tak boleh berhenti. Agar tetap bisa berjualan, sejumlah pedagang berinisiatif menggelar lapak di tepi Jalan Gajah Mada dan jalan Lingkungan Jarkali, Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding.

Karena jalan protokol di depan pasar ekstra padat, kepolisian memutuskan  rekayasa lalu lintas (lalin). Yakni, mengalihkan truk dan kendaraan berat lain dari arah timur yang masuk kota ke jalur lingkar utara. Melintasi Jalan Manuggal -– Jalan Panglima Sudirman -– Jalan RE Martadinata. Hanya mobil pribadi, bus, dan truk operasional bahan bakar minyak (BBM) yang tetap boleh melintas di Jalan Gajah Mada -– Jalan Wahidin Sudirohusodo.

Titik kedua yang diberlakukan rekayasa lalin adalah jalan Lingkungan Jarkali, Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding. Di jalan sekitar lokasi bongkaran tersebut diberlakukan satu arah.  Semua jenis kendaraan hanya boleh melintas dari timur. Petugas berjaga di pertigaan RS Medika Mulya untuk mengalihkan kendaraan agar melintasi jalan lain. Tujuannya agar tidak terjadi kemacetan saat aktivitas pasar tumpah berlangsung.

Baca Juga :  Tahun Baru, Lokasi Keramaian Disterilkan

Kaurbinops Satlantas Polres Tuban Iptu Gunadi menjelaskan, setelah melihat kondisi di lapangan, Forum Lalu Lintas Tuban memutuskan untuk membuat rekayasa lalin di dua titik tersebut. Terutama pada jam pagi saat aktivitas pasar tumpah ramai. Hanya saja, rekayasa lalin tersebut bersifat sementara dan fleksibel. Artinya, tidak terbatas jam dan hari. ‘’Jika memang diperlukan rekayasa lalin kami langsung lakukan, kondisional saja,’’ tegas dia.

Gunadi menjelaskan, rekayasa lalin akan terus memantau perkembangan di lapangan. Seperti kemarin (4/3). Rekayasa lalin di jalur pantura kawasan kota hanya berlaku hingga sekitar pukul 10.00. Sementara rekayasa lalin di sekitar bongkaran hingga pukul 11.00. ‘’Akan terus kami sesuaikan, sambil menunggu kondisi di lapangan,’’ ujar dia.(yud/ds)

Baca Juga :  Sang Sastrawan Telah Berpulang

PBT boleh terbakar, namun sumber pendapatan pedagangnya tak boleh berhenti. Agar tetap bisa berjualan, sejumlah pedagang berinisiatif menggelar lapak di tepi Jalan Gajah Mada dan jalan Lingkungan Jarkali, Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding.

Karena jalan protokol di depan pasar ekstra padat, kepolisian memutuskan  rekayasa lalu lintas (lalin). Yakni, mengalihkan truk dan kendaraan berat lain dari arah timur yang masuk kota ke jalur lingkar utara. Melintasi Jalan Manuggal -– Jalan Panglima Sudirman -– Jalan RE Martadinata. Hanya mobil pribadi, bus, dan truk operasional bahan bakar minyak (BBM) yang tetap boleh melintas di Jalan Gajah Mada -– Jalan Wahidin Sudirohusodo.

Titik kedua yang diberlakukan rekayasa lalin adalah jalan Lingkungan Jarkali, Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding. Di jalan sekitar lokasi bongkaran tersebut diberlakukan satu arah.  Semua jenis kendaraan hanya boleh melintas dari timur. Petugas berjaga di pertigaan RS Medika Mulya untuk mengalihkan kendaraan agar melintasi jalan lain. Tujuannya agar tidak terjadi kemacetan saat aktivitas pasar tumpah berlangsung.

Baca Juga :  Sukorejo Putra Bojonegoro U-13 Lolos 16 Besar

Kaurbinops Satlantas Polres Tuban Iptu Gunadi menjelaskan, setelah melihat kondisi di lapangan, Forum Lalu Lintas Tuban memutuskan untuk membuat rekayasa lalin di dua titik tersebut. Terutama pada jam pagi saat aktivitas pasar tumpah ramai. Hanya saja, rekayasa lalin tersebut bersifat sementara dan fleksibel. Artinya, tidak terbatas jam dan hari. ‘’Jika memang diperlukan rekayasa lalin kami langsung lakukan, kondisional saja,’’ tegas dia.

Gunadi menjelaskan, rekayasa lalin akan terus memantau perkembangan di lapangan. Seperti kemarin (4/3). Rekayasa lalin di jalur pantura kawasan kota hanya berlaku hingga sekitar pukul 10.00. Sementara rekayasa lalin di sekitar bongkaran hingga pukul 11.00. ‘’Akan terus kami sesuaikan, sambil menunggu kondisi di lapangan,’’ ujar dia.(yud/ds)

Baca Juga :  Pasar Baru Tuban Terbakar Hebat

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/