alexametrics
26 C
Bojonegoro
Saturday, May 21, 2022

Antarkan Persatu U-18 Raih Juara Soeratin Cup Jatim

Muhammad Anwar memiliki kenangan manis saat menjadi manajer Persatu Tuban pada 2003-2004. Pria yang akrab disapa De Anwar itu pernah sukses membawa Persatu Tuban meraih juara Soeratin Cup U-18 Jawa Timur pada 2003 dan runner up pada 2004. Kini, saat Persatu mulai kehilangan kejayaannya setelah gagal bertahan di Liga 2, sebagian orang kangen dengan tangan dingin De Anwar sebagai manajer Persatu Tuban.

BERAWAL dari pertemuan yang tidak sengaja. Sama-sama ingin menikmati semangkok soto di Jalan Gajah Mada, tepatnya di depan Pasar Baru Tuban. Keduanya saling berjumpa dan bertegur sapa. Dua orang itu adalah Muhammad Anwar, mantan manajer Persatu Tuban tahun 2003-2004 dan Dwi Kuswanto, mantan pemain Persatu kala itu. Sebuah momen yang kebetulan, namun menjadi awal perjumpaan untuk melepas kangen dari keduanya dan para penggawa Persatu lainnya. Yang pernah bersama-sama membawa kejayaan Persatu dengan menjuarai Soeratin Cup U-18 Jawa Timur pada 2003.

Dari awal pertemuan itulah, kemudian berlanjut pada pertemuan yang lain. Di sebuah cafe di Jalan Al Falah, sebagian para mantan punggawa Persatu remaja itu akhirnya bertemu untuk bernostalgia. Ada semacam rasa kengen di antara mereka. Kangen melihat kembali Persatu meraih prestasi. Terlebih, melihat kondisi Persatu saat ini. Ingin rasanya kembali menjadi bagian dari Persatu dan mempersembahkan juara.

Baca Juga :  Animo Seleksi Calon Pemain Persatu Cukup Tinggi

Ada banyak obrolan yang dibicarakan. Mulai dari kabar masing-masing hingga diskusi untuk memberikan sumbangsih ide dan gagasan untuk kebaikan Persatu. ‘’Kita semua ingin Persatu berprestasi,’’ kata De Anwar, sapaan akrab Muhammad Anwar.

Ya, De Anwar adalah satu di antara orang yang pernah membawa Persatu Tuban meraih prestasi. Meski hanya menghabiskan waktu dua tahun dalam memanajemeni Persatu, De Anwar telah mencatatkan namanya pada sejarah prestasi Persatu Tuban.

Belajar dari pengalamannya menangani Persatu, De Anwar menilai, Kabupaten Tuban memiliki banyak bibit pemain sepak bola yang potensial. Itu terbukti dari beberapa prestasi yang berhasil diraih Persatu remaja dengan pemain-pemain lokalnya. ‘’Tinggal bagaimana kita melakukan pembinaan dan memanajemeni tim,’’ tutur dia menyampaikan hasil diskusi bersama dengan mantan pemain Persatu remaja itu.

Baca Juga :  Lagi, Pemkab Blora Kerja Sama dengan IPB

Disampaikan De Anwar, salah satu kunci keberhasilan dalam menangani sepak bola adalah melakukan pembinaan sejak dini dengan mendirikan banyak sekolah sepak bola (SSB), serta konsisten dalam menggelar kompetisi berjenjang, yang dimulai dari anak-anak. ‘’Dari situlah akan lahir bibit-bibit pesepakbola berbakat yang kelak akan mengharumkan nama Kabupaten Tuban,’’ terang pengusaha pupuk itu.

Masih dikatakan De Anwar, dengan fasilitas stadion bagus yang dimiliki Pemkab Tuban dan suporter fanatik, serta dukungan suntikan dana hibah yang konsisten diberikan Pemkab Tuban untuk pembinaan atlet olahraga di Tuban, termasuk sepak bola, De Anwar optimistis Persatu akan kembali bangkit dan berprestasi. Setidaknya kembali ke Liga 2. ‘’Pemkab Tuban sudah memberikan dukungan penuh. Sekarang tinggal bagaimana jajaran manajemen bisa bekerja dengan baik. Dalam menangani sepak bola yang terpenting adalah rasa memiliki, keberasamaan antarpemain dan pengurus, serta pada tujuan utama meraih prestasi. Insya Allah jika itu bisa dilaksanakan, Persatu akan kembali jaya dan berprestasi,’’ tuturnya.

Muhammad Anwar memiliki kenangan manis saat menjadi manajer Persatu Tuban pada 2003-2004. Pria yang akrab disapa De Anwar itu pernah sukses membawa Persatu Tuban meraih juara Soeratin Cup U-18 Jawa Timur pada 2003 dan runner up pada 2004. Kini, saat Persatu mulai kehilangan kejayaannya setelah gagal bertahan di Liga 2, sebagian orang kangen dengan tangan dingin De Anwar sebagai manajer Persatu Tuban.

BERAWAL dari pertemuan yang tidak sengaja. Sama-sama ingin menikmati semangkok soto di Jalan Gajah Mada, tepatnya di depan Pasar Baru Tuban. Keduanya saling berjumpa dan bertegur sapa. Dua orang itu adalah Muhammad Anwar, mantan manajer Persatu Tuban tahun 2003-2004 dan Dwi Kuswanto, mantan pemain Persatu kala itu. Sebuah momen yang kebetulan, namun menjadi awal perjumpaan untuk melepas kangen dari keduanya dan para penggawa Persatu lainnya. Yang pernah bersama-sama membawa kejayaan Persatu dengan menjuarai Soeratin Cup U-18 Jawa Timur pada 2003.

Dari awal pertemuan itulah, kemudian berlanjut pada pertemuan yang lain. Di sebuah cafe di Jalan Al Falah, sebagian para mantan punggawa Persatu remaja itu akhirnya bertemu untuk bernostalgia. Ada semacam rasa kengen di antara mereka. Kangen melihat kembali Persatu meraih prestasi. Terlebih, melihat kondisi Persatu saat ini. Ingin rasanya kembali menjadi bagian dari Persatu dan mempersembahkan juara.

Baca Juga :  Pengembangan Kawasan Ekonomi Masyarakat Pesisir

Ada banyak obrolan yang dibicarakan. Mulai dari kabar masing-masing hingga diskusi untuk memberikan sumbangsih ide dan gagasan untuk kebaikan Persatu. ‘’Kita semua ingin Persatu berprestasi,’’ kata De Anwar, sapaan akrab Muhammad Anwar.

Ya, De Anwar adalah satu di antara orang yang pernah membawa Persatu Tuban meraih prestasi. Meski hanya menghabiskan waktu dua tahun dalam memanajemeni Persatu, De Anwar telah mencatatkan namanya pada sejarah prestasi Persatu Tuban.

Belajar dari pengalamannya menangani Persatu, De Anwar menilai, Kabupaten Tuban memiliki banyak bibit pemain sepak bola yang potensial. Itu terbukti dari beberapa prestasi yang berhasil diraih Persatu remaja dengan pemain-pemain lokalnya. ‘’Tinggal bagaimana kita melakukan pembinaan dan memanajemeni tim,’’ tutur dia menyampaikan hasil diskusi bersama dengan mantan pemain Persatu remaja itu.

Baca Juga :  Animo Seleksi Calon Pemain Persatu Cukup Tinggi

Disampaikan De Anwar, salah satu kunci keberhasilan dalam menangani sepak bola adalah melakukan pembinaan sejak dini dengan mendirikan banyak sekolah sepak bola (SSB), serta konsisten dalam menggelar kompetisi berjenjang, yang dimulai dari anak-anak. ‘’Dari situlah akan lahir bibit-bibit pesepakbola berbakat yang kelak akan mengharumkan nama Kabupaten Tuban,’’ terang pengusaha pupuk itu.

Masih dikatakan De Anwar, dengan fasilitas stadion bagus yang dimiliki Pemkab Tuban dan suporter fanatik, serta dukungan suntikan dana hibah yang konsisten diberikan Pemkab Tuban untuk pembinaan atlet olahraga di Tuban, termasuk sepak bola, De Anwar optimistis Persatu akan kembali bangkit dan berprestasi. Setidaknya kembali ke Liga 2. ‘’Pemkab Tuban sudah memberikan dukungan penuh. Sekarang tinggal bagaimana jajaran manajemen bisa bekerja dengan baik. Dalam menangani sepak bola yang terpenting adalah rasa memiliki, keberasamaan antarpemain dan pengurus, serta pada tujuan utama meraih prestasi. Insya Allah jika itu bisa dilaksanakan, Persatu akan kembali jaya dan berprestasi,’’ tuturnya.

Artikel Terkait

Most Read

Amankan Dua Pengedar SS

Perang Dagang Siapa Menang 

BWFC Agendakan Uji Coba

Artikel Terbaru


/