alexametrics
24 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Tertinggi, PAD Parkir Berlangganan 

TUBAN, Radar Tuban – Retribusi parkir berlangganan menduduki posisi teratas pendapatan asli daerah (PAD) yang dikelola Dinas Perhubungan (Dishub) Tuban. Dari total PAD 2019 sebesar Rp 10,19 miliar, sekitar 84 persen atau Rp 8,46 miliar berasal dari retribusi parkir berlangganan. Angka tersebut melebihi target realisasi yang dipasang Pemkab Tuban sebesar Rp 8,29 miliar.

Merujuk data dishub, dari 17 sumber pendapatan, hanya retribusi parkir yang menyentuh miliaran rupiah. Selebihnya juta rupiah. Di antaranya retribusi izin trayek hanya Rp 10,2 juta. Selanjutnya, retribusi jasa mobil penumpang umum (MPU) Rp 4,1 juta, bus Rp 58,2 juta, pikap Rp 461 juta, dan mobil barang Rp 442 juta. Sementara fasilitas ponten di pangkalan truk dan parkir wisata Kebonsari menyumbang PAD Rp 52 juta.

Baca Juga :  Relokasi TPI, Kontribusi PAD Minta Ditingkatkan

Kepala Dishub Tuban Muji Slamet mengatakan, retribusi parkir berlangganan melebihi target realisasi Pemkab Tuban. Angka kelebihannya sebesar Rp 163 juta. Awalnya, Muji sempat pesimistis bisa menembus target. Sebab, PAD dari retribusi parkir pada 2018 hanya sekitar Rp 7,8 miliar. Sementara Pemkab Tuban menambah target realisasi sebesar Rp 400 juta. ‘’Pendapatan parkir berlangganan tertolong banyak dari pembebasan pajak dan bea balik nama ranmor selama November –- Desember,’’ tuturnya.

Dikatakan mantan camat Soko itu, hingga November, retribusi parkir berlangganan baru mencapai Rp 7,63 miliar. Jumlah tersebut meningkat drastis saat Desember. Retribusi parkir berlangganan pada bulan terakhir tersebut menembus Rp 700 jutaan. Didominasi dari para pembayar pajak kendaraan yang ikut program pemutihan Pemprov Jatim. ‘’Semakin banyak pembayar pajak, maka retribusi parkir berlangganan akan meningkat karena sudah satu paket,’’ ujarnya. 

Baca Juga :  Dipicu Kasus Perselingkuhan, Balai Desa Diamuk Massa

Muji lebih lanjut mengatakan, pendapatan parkir nonberlangganan atau dari setoran juru parkir (jukir) tidaklah tinggi. Per bulan rata-rata hanya Rp 9 juta. Hingga akhir tahun, pendapatan dari setoran 138 jukir di Tuban hanya sekitar Rp 120 juta. 

Dia memastikan tarif parkir berlangganan tidak akan naik pada tahun ini. Besarannya masih sama. Yakni, Rp 20 ribu untuk sepeda motor, mobil Rp 40 ribu, dan bus Rp 60 ribu. ‘’Tidak ada kenaikan,’’ tegas dia.

TUBAN, Radar Tuban – Retribusi parkir berlangganan menduduki posisi teratas pendapatan asli daerah (PAD) yang dikelola Dinas Perhubungan (Dishub) Tuban. Dari total PAD 2019 sebesar Rp 10,19 miliar, sekitar 84 persen atau Rp 8,46 miliar berasal dari retribusi parkir berlangganan. Angka tersebut melebihi target realisasi yang dipasang Pemkab Tuban sebesar Rp 8,29 miliar.

Merujuk data dishub, dari 17 sumber pendapatan, hanya retribusi parkir yang menyentuh miliaran rupiah. Selebihnya juta rupiah. Di antaranya retribusi izin trayek hanya Rp 10,2 juta. Selanjutnya, retribusi jasa mobil penumpang umum (MPU) Rp 4,1 juta, bus Rp 58,2 juta, pikap Rp 461 juta, dan mobil barang Rp 442 juta. Sementara fasilitas ponten di pangkalan truk dan parkir wisata Kebonsari menyumbang PAD Rp 52 juta.

Baca Juga :  Pemkab Jangan Tebang Pilih

Kepala Dishub Tuban Muji Slamet mengatakan, retribusi parkir berlangganan melebihi target realisasi Pemkab Tuban. Angka kelebihannya sebesar Rp 163 juta. Awalnya, Muji sempat pesimistis bisa menembus target. Sebab, PAD dari retribusi parkir pada 2018 hanya sekitar Rp 7,8 miliar. Sementara Pemkab Tuban menambah target realisasi sebesar Rp 400 juta. ‘’Pendapatan parkir berlangganan tertolong banyak dari pembebasan pajak dan bea balik nama ranmor selama November –- Desember,’’ tuturnya.

Dikatakan mantan camat Soko itu, hingga November, retribusi parkir berlangganan baru mencapai Rp 7,63 miliar. Jumlah tersebut meningkat drastis saat Desember. Retribusi parkir berlangganan pada bulan terakhir tersebut menembus Rp 700 jutaan. Didominasi dari para pembayar pajak kendaraan yang ikut program pemutihan Pemprov Jatim. ‘’Semakin banyak pembayar pajak, maka retribusi parkir berlangganan akan meningkat karena sudah satu paket,’’ ujarnya. 

Baca Juga :  Menjamur, Warkop Belum Sumbang PAD 

Muji lebih lanjut mengatakan, pendapatan parkir nonberlangganan atau dari setoran juru parkir (jukir) tidaklah tinggi. Per bulan rata-rata hanya Rp 9 juta. Hingga akhir tahun, pendapatan dari setoran 138 jukir di Tuban hanya sekitar Rp 120 juta. 

Dia memastikan tarif parkir berlangganan tidak akan naik pada tahun ini. Besarannya masih sama. Yakni, Rp 20 ribu untuk sepeda motor, mobil Rp 40 ribu, dan bus Rp 60 ribu. ‘’Tidak ada kenaikan,’’ tegas dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/