alexametrics
24.9 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Tumbuh Suburnya Wayang Kulit di Pengujung Tahun

TUBAN, Radar Tuban – Semangat melestarikan kesenian wayang kulit di pengujung 2021 ini begitu terasa. Seni pertunjukan kesenian tradisional khas Jawa tersebut marak dipentaskan.
Kepada Jawa Pos Radar Tuban, Kepala Seksi Pelestarian dan Pengembangan Budaya Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Tuban Eko Hardoyo mengungkapkan, kurang lebih 13 jadwal pertunjukan wayang yang bakal dipentaskan hingga pengujung tahun ini.
Maraknya pementasan wayang kulit di Bumi Ronggolawe, terang Eko, sapaan akrabnya, tidak hanya diinisiasi instansi pemerintah. Melainkan juga elemen masyarakat yang tergabung dalam Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Tuban. ‘’Ini menunjukkan Tuban tidak ingin ketinggalan ‘kereta’ dalam melestarikan kesenian Indonesia,’’ tandas Eko.
Lebih lanjut pria yang juga dalang ini menyampaikan, sejumlah pergelaran wayang kulit tidak hanya digelar di wilayah perkotaan. Beberapa pementasan juga berlangsung di wilayah kecamatan pinggiran. Pada Hari Wayang Sedunia 7 November 2021 lalu, misalnya. Pergelaran warisan budaya dunia, sebagaimana yang ditetapkan UNESCO tersebut berlangsung di Desa Sukorejo, Kecamatan Parengan.
‘’Di pekan yang sama, salah satu pondok pesantren di Kecamatan Jatirogo juga menggelar lomba pedalangan bagi santri-santrinya. Ini sangat luar biasa,’’ tuturnya bangga.
Melihat daya dukung masyarakat Tuban dalam meng-uri-uri wayang kulit, Eko mengatakan, instansinya selalu siap bersinergi. Hal itu dibuktikan dengan menghidupkan Pepadi Tuban setelah puluhan tahun vakum. Menurut dia, hal itu bukan perkara mudah. Demi  terbentuknya Pepadi, dirinya menyambangi satu per satu pelaku seni wayang kulit di Bumi Ronggolawe. ‘’Tugas kita adalah melestarikan kesenian wayang,’’ tegasnya.
Lebih lanjut Eko mengatakan, saat ini jumlah dalang di Tuban sekitar 46 orang. Mereka tersebar di hampir seluruh wilayah kecamatan di Tuban.
Sebagian besar masih berusia muda. Ini artinya kesenian wayang kulit cukup merata di seluruh kecamatan. Terbanyak di Kecamatan Semanding, kemudian disusul Rengel dan Jatirogo.
Membanggakannya lagi, Kabupaten Tuban juga memilik seorang dalang cilik yang sangat berbakat. Saat ini, dia masih duduk di bangku kelas IX SMP. Pada rangkaian Hari Jadi ke-728 Tuban beberapa hari lalu, dalang cilik ini pentas di Pendapa Krido Manunggal Tuban. Salah satu prestasi dalang cilik ini adalah salah satu dari lima dalang sabet terbaik se-Jawa Timur. (sab)

Baca Juga :  Pekan Yang Sangat Melegakan, Tuban Berpotensi Kembali ke Zona Kuning

TUBAN, Radar Tuban – Semangat melestarikan kesenian wayang kulit di pengujung 2021 ini begitu terasa. Seni pertunjukan kesenian tradisional khas Jawa tersebut marak dipentaskan.
Kepada Jawa Pos Radar Tuban, Kepala Seksi Pelestarian dan Pengembangan Budaya Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Tuban Eko Hardoyo mengungkapkan, kurang lebih 13 jadwal pertunjukan wayang yang bakal dipentaskan hingga pengujung tahun ini.
Maraknya pementasan wayang kulit di Bumi Ronggolawe, terang Eko, sapaan akrabnya, tidak hanya diinisiasi instansi pemerintah. Melainkan juga elemen masyarakat yang tergabung dalam Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Tuban. ‘’Ini menunjukkan Tuban tidak ingin ketinggalan ‘kereta’ dalam melestarikan kesenian Indonesia,’’ tandas Eko.
Lebih lanjut pria yang juga dalang ini menyampaikan, sejumlah pergelaran wayang kulit tidak hanya digelar di wilayah perkotaan. Beberapa pementasan juga berlangsung di wilayah kecamatan pinggiran. Pada Hari Wayang Sedunia 7 November 2021 lalu, misalnya. Pergelaran warisan budaya dunia, sebagaimana yang ditetapkan UNESCO tersebut berlangsung di Desa Sukorejo, Kecamatan Parengan.
‘’Di pekan yang sama, salah satu pondok pesantren di Kecamatan Jatirogo juga menggelar lomba pedalangan bagi santri-santrinya. Ini sangat luar biasa,’’ tuturnya bangga.
Melihat daya dukung masyarakat Tuban dalam meng-uri-uri wayang kulit, Eko mengatakan, instansinya selalu siap bersinergi. Hal itu dibuktikan dengan menghidupkan Pepadi Tuban setelah puluhan tahun vakum. Menurut dia, hal itu bukan perkara mudah. Demi  terbentuknya Pepadi, dirinya menyambangi satu per satu pelaku seni wayang kulit di Bumi Ronggolawe. ‘’Tugas kita adalah melestarikan kesenian wayang,’’ tegasnya.
Lebih lanjut Eko mengatakan, saat ini jumlah dalang di Tuban sekitar 46 orang. Mereka tersebar di hampir seluruh wilayah kecamatan di Tuban.
Sebagian besar masih berusia muda. Ini artinya kesenian wayang kulit cukup merata di seluruh kecamatan. Terbanyak di Kecamatan Semanding, kemudian disusul Rengel dan Jatirogo.
Membanggakannya lagi, Kabupaten Tuban juga memilik seorang dalang cilik yang sangat berbakat. Saat ini, dia masih duduk di bangku kelas IX SMP. Pada rangkaian Hari Jadi ke-728 Tuban beberapa hari lalu, dalang cilik ini pentas di Pendapa Krido Manunggal Tuban. Salah satu prestasi dalang cilik ini adalah salah satu dari lima dalang sabet terbaik se-Jawa Timur. (sab)

Baca Juga :  Screening Liga Santri Berjalan Lancar

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Dari Dangdut ke Salawat

Mampu Berbuah Lebih Cepat

Anak Desa Harus Semangat Kuliah


/