alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Belajar Logat Lo – Gue dari Media Sosial

Bermula dari model video klip, Laila Maulidyah, 19, terus mengasah kemampuan aktingnya di depan kamera. Gadis asal Desa Montongsekar, Kecamatan Montong ini sekarang sudah membintangi dua video klip lagu dan tiga film pendek.

SEJAK duduk di kelas X SMKN 1 Tuban, Laila sudah diajak menjadi bintang video klip cover Denny Caknan – Tanpo Tresnamu yang diproduksi oleh salah satu YouTuber asal Tuban. Video klip perdana yang dibintangi Laila itu tayang di YouTube pada 13 Desember 2019 dan sudah ditonton lebih dari 17 ribu kali. ‘’Awal akting belajar otodidak, tidak pernah belajar khusus seperti ikut les atau kursus akting,’’ kata dia kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Syuting kedua dilakukan enam bulan berikutnya. Saat itu, gadis berambut panjang ini syuting video klip cover Kepekso Lilo karya YouTuber Toeban Punya. Video klip yang tayang 7 November 2020 itu sudah ditonton lebih dari 1.600 kali. Dalam dua karya pertamanya, mahasiswi Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama (IIKNU) Tuban ini mengaku tak mengalami kesulitan. Itu karena dia hanya jadi bintang video klip yang tidak membutuhkan hafalan naskah.
Tantangan dunia akting baru dirasakan di syuting ketiganya. Mahasiswi jurusan S-1 peperawatan ini mendapat tawaran menjadi pemeran utama film pendek berjudul Api Unggun yang dibuat rumah produksi Segitiga Film. Saat itu, Laila memerankan Dilla yang terjebak cinta segitiga dengan  pemeran pria lainnya. ‘’Pengalaman syuting film seru abis, banyak banget pengalaman baru yang didapat karena hasil filmnya tidak mengecewakan,’’ kata dia.
Dalam film pertamanya tersebut, Laila benar-benar memukau banyak penonton. Film yang dirilis 24 Februari 2021 itu sudah ditonton 58 ribu warganet di YouTube. Dalam film ini, Laila harus berperan jadi cewek Jakarta yang tengah mendaki gunung. Sebagai gadis desa, Laila dituntut harus fasih melafalkan logat dan aksen Jakarta dengan berdialog; lo – gue. ‘’Mungkin karena saya anak sosmed banget, jadi kalau masalah logat Jakarta udah jadi makanan tiap hari,’’ ujarnya pede.
Film yang mengambil latar syuting daerah pegunungan Gunung Anyar Soko itu melambungkan nama Laila di dunia peraktingan Tuban. Cewek asal Desa Montongsekar, Kecamatan Montong ini lantas banjir tawaran syuting film pendek. Film pendek keduanya berjudul Americano pada pertengahan 2021 diproduksi untuk Festival Film Faleeha. Dilanjutkan film terakhirnya tentang uang yang dilombakan dalam Feskabi 2021 Bank Indonesia (BI).
Dara yang berulang tahun ke-19 pada 6 November mendatang ini mengaku ingin totalitas dalam dunia akting. Ke depan jika diberi kesempatan syuting di film layar lebar atau televisi, dia mengaku siap.
Genre yang paling menariknya adalah membintangi film horor. ‘’Rutinitas utama tetap fokus kuliah, akting film dan jadi model hanya hobi dan sebagai pemasukan sampingan,’’ kata bungsu dari empat bersaudara itu.
Selain parasnya yang cantik, kemampuan Laila berpose di depan kamera tak perlu diragukan. Publik pun mengakuinya. Tawaran jadi model beragam produk pun menghampirinya. Dia mengaku menikmati semua proses tersebut sebagai sarana untuk mencari banyak pengalaman selagi masih muda.

Baca Juga :  33 Petugas Medis di Tuban Terinfeksi Covid-19

Bermula dari model video klip, Laila Maulidyah, 19, terus mengasah kemampuan aktingnya di depan kamera. Gadis asal Desa Montongsekar, Kecamatan Montong ini sekarang sudah membintangi dua video klip lagu dan tiga film pendek.

SEJAK duduk di kelas X SMKN 1 Tuban, Laila sudah diajak menjadi bintang video klip cover Denny Caknan – Tanpo Tresnamu yang diproduksi oleh salah satu YouTuber asal Tuban. Video klip perdana yang dibintangi Laila itu tayang di YouTube pada 13 Desember 2019 dan sudah ditonton lebih dari 17 ribu kali. ‘’Awal akting belajar otodidak, tidak pernah belajar khusus seperti ikut les atau kursus akting,’’ kata dia kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Syuting kedua dilakukan enam bulan berikutnya. Saat itu, gadis berambut panjang ini syuting video klip cover Kepekso Lilo karya YouTuber Toeban Punya. Video klip yang tayang 7 November 2020 itu sudah ditonton lebih dari 1.600 kali. Dalam dua karya pertamanya, mahasiswi Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama (IIKNU) Tuban ini mengaku tak mengalami kesulitan. Itu karena dia hanya jadi bintang video klip yang tidak membutuhkan hafalan naskah.
Tantangan dunia akting baru dirasakan di syuting ketiganya. Mahasiswi jurusan S-1 peperawatan ini mendapat tawaran menjadi pemeran utama film pendek berjudul Api Unggun yang dibuat rumah produksi Segitiga Film. Saat itu, Laila memerankan Dilla yang terjebak cinta segitiga dengan  pemeran pria lainnya. ‘’Pengalaman syuting film seru abis, banyak banget pengalaman baru yang didapat karena hasil filmnya tidak mengecewakan,’’ kata dia.
Dalam film pertamanya tersebut, Laila benar-benar memukau banyak penonton. Film yang dirilis 24 Februari 2021 itu sudah ditonton 58 ribu warganet di YouTube. Dalam film ini, Laila harus berperan jadi cewek Jakarta yang tengah mendaki gunung. Sebagai gadis desa, Laila dituntut harus fasih melafalkan logat dan aksen Jakarta dengan berdialog; lo – gue. ‘’Mungkin karena saya anak sosmed banget, jadi kalau masalah logat Jakarta udah jadi makanan tiap hari,’’ ujarnya pede.
Film yang mengambil latar syuting daerah pegunungan Gunung Anyar Soko itu melambungkan nama Laila di dunia peraktingan Tuban. Cewek asal Desa Montongsekar, Kecamatan Montong ini lantas banjir tawaran syuting film pendek. Film pendek keduanya berjudul Americano pada pertengahan 2021 diproduksi untuk Festival Film Faleeha. Dilanjutkan film terakhirnya tentang uang yang dilombakan dalam Feskabi 2021 Bank Indonesia (BI).
Dara yang berulang tahun ke-19 pada 6 November mendatang ini mengaku ingin totalitas dalam dunia akting. Ke depan jika diberi kesempatan syuting di film layar lebar atau televisi, dia mengaku siap.
Genre yang paling menariknya adalah membintangi film horor. ‘’Rutinitas utama tetap fokus kuliah, akting film dan jadi model hanya hobi dan sebagai pemasukan sampingan,’’ kata bungsu dari empat bersaudara itu.
Selain parasnya yang cantik, kemampuan Laila berpose di depan kamera tak perlu diragukan. Publik pun mengakuinya. Tawaran jadi model beragam produk pun menghampirinya. Dia mengaku menikmati semua proses tersebut sebagai sarana untuk mencari banyak pengalaman selagi masih muda.

Baca Juga :  Kritik Seni Lewat Pameran Seni

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/