alexametrics
23.3 C
Bojonegoro
Monday, June 27, 2022

Agendakan Bangun Istana Sampah

TUBAN, Radar Tuban – Aksi bersih-bersih sampah di sepanjang pantai tampaknya belum menjadi solusi yang tepat untuk membebaskan daratan yang berbatasan dengan laut tersebut dari sampah. Terutama sampah plastik. 

Di pantai sepanjang Jalan RE Martadinata hingga pantai di kawasan pemukiman nelayan di Kelurahan Karangsari, Kecamatan Tuban misalnya. Sampah plastik bertebaran. 

Solusi yang diyakini ampuh untuk membersihkan limbah rumah tangga tersebut adalah pengelolaan dan pemanfaatan sampah agar tepat guna. Itulah yang saat ini menjadi fokus Forum Bank Sampah Tuban (FBST). Komunitas pengelolaan sampah tersebut mengagendakan untuk membuat destinasi wisata berbasis sampah plastik pertama di Tuban. Wisata didirikan dengan mayoritas bahan material eco brick, batu bata dari olahan sampah plastik.

Baca Juga :  SMPN 1 Tuban Borong Prestasi Hardiknas 2021

Pendamping FBST Kemal Khoirur Rahman mengatakan, selama ini sampah plastik menjadi problem negara-negara maju dan berkembang. 

Demikian pula di Tuban. Permasalahan sampah sepertinya tidak pernah usai. Satu-satunya cara membuat plastik agar tidak berserakan menjadi sampah adalah dengan pemanfaatan yang optimal. ‘’Jika plastik memiliki nilai jual, maka tidak akan lagi jadi sampah, melainkan jadi sesuatu yang dicari,’’ kata dia. 

Karena itu, dia bersama komunitasnya merencanakan agar sampah memiliki nilai jual dengan cara membuat lokasi wisata berbasis sampah. Seluruh sampah plastik dimanfaatkan sebagai pengganti material. Nantinya, sampah akan dikelola dengan cara pembakaran untuk memadatkan plastik. Semakin banyak sampah plastik, akan membuat bangunan semakin luas bak istana. ‘’Semoga bisa terealisasi, destinasi wisata nyaman yang berbasis olahan sampah plastik,’’ kata Kemal. 

Baca Juga :  Ragam Olahraga Baru dan Unik

TUBAN, Radar Tuban – Aksi bersih-bersih sampah di sepanjang pantai tampaknya belum menjadi solusi yang tepat untuk membebaskan daratan yang berbatasan dengan laut tersebut dari sampah. Terutama sampah plastik. 

Di pantai sepanjang Jalan RE Martadinata hingga pantai di kawasan pemukiman nelayan di Kelurahan Karangsari, Kecamatan Tuban misalnya. Sampah plastik bertebaran. 

Solusi yang diyakini ampuh untuk membersihkan limbah rumah tangga tersebut adalah pengelolaan dan pemanfaatan sampah agar tepat guna. Itulah yang saat ini menjadi fokus Forum Bank Sampah Tuban (FBST). Komunitas pengelolaan sampah tersebut mengagendakan untuk membuat destinasi wisata berbasis sampah plastik pertama di Tuban. Wisata didirikan dengan mayoritas bahan material eco brick, batu bata dari olahan sampah plastik.

Baca Juga :  Terbukti Bersalah, Sekdes Cepokorejo Akhirnya Ditahan

Pendamping FBST Kemal Khoirur Rahman mengatakan, selama ini sampah plastik menjadi problem negara-negara maju dan berkembang. 

Demikian pula di Tuban. Permasalahan sampah sepertinya tidak pernah usai. Satu-satunya cara membuat plastik agar tidak berserakan menjadi sampah adalah dengan pemanfaatan yang optimal. ‘’Jika plastik memiliki nilai jual, maka tidak akan lagi jadi sampah, melainkan jadi sesuatu yang dicari,’’ kata dia. 

Karena itu, dia bersama komunitasnya merencanakan agar sampah memiliki nilai jual dengan cara membuat lokasi wisata berbasis sampah. Seluruh sampah plastik dimanfaatkan sebagai pengganti material. Nantinya, sampah akan dikelola dengan cara pembakaran untuk memadatkan plastik. Semakin banyak sampah plastik, akan membuat bangunan semakin luas bak istana. ‘’Semoga bisa terealisasi, destinasi wisata nyaman yang berbasis olahan sampah plastik,’’ kata Kemal. 

Baca Juga :  Pagu Rehab Stadion Rp 2,6 Miliar

Artikel Terkait

Most Read

Mengantuk, Tronton Seruduk Truk

Pengusaha Hiburan Dikumpulkan

Benahi Komunikasi dan Koordinasi

Enam Napi Perempuan Diajukan Remisi

Artikel Terbaru


/