alexametrics
27.6 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Perahu Aset Pemdes Semambung

BANGKAI perahu ukuran 14 meter dengan lebar 2,5 meter masih belum ditemukan hingga kemarin (3/11) pukul 18.00. Status perahu itu asetnya desa, setiap tahunnya dilelang pemerintah desa untuk menentukan pengelolanya.
Menurut Kasmono, perahu sudah menjadi alat transportasi warga desanya untuk menyeberang antarkabupaten. Jumlahnya dua perahu. Satu unit milik Pemdes Semambung, Kecamatan Kanor dan satunya lagi milik Pemdes Ngadirejo, Kecamatan Rengeel. “Sudah dari zaman dahulu mbah-mbah dahulu sudah pakai,” ujar warga RT 02 RW 02 Desa Semambung, Kecamatan Kanor.
Kasmono pernah menjadi operator penyeberangan perahu, sistem pengelolaannya dilakukan lelang pihak pemdes, dengan jangka waktu satu tahun.
Pernah menjadi pemenang lelang dalam 5 tahun terakhir. Sedangkan, tahun ini lelang dimenangkan orang lain. “Sejak januari pengelolaan sudah berpindah tangan,” ujarnya.
Kasmono menerangkan, perahu berukuran 14 meter dengan lebar 2,5 meter itu sempat menumpangkan mobil untuk menyeberang. Terkait keamanan penyeberangan, beberapa operator sudah diberikan pelatihan oleh dinas perhubungan.
“Diberi latihan bagaimana agar mengemudi dengan baik,” ujarnya.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro Andik Sujarwo mengaku, pembinaan rutin selalu dilakukan kepada berbagai moda transportasi, termasuk untuk operator perahu.
Selain itu, peralatan mulai dari pelampung, jaket, dan ring boy juga telah diberikan. “Dalam standarnya, perahu penyeberangan wajib menyiapkan pelampung untuk keselamatan penumpang. Sedangkan, untuk kejadian terbaliknya perahu di Desa Semambung, data kelengkapan alat keselamatan masih belum didapatkan. “Kami akan update lagi karena saat ini kami masih fokus pencarian,” terangnya. (luk)

Baca Juga :  Kiai Tamam - Bupati Anna Salat Id di Masjid Baabus Shofa

BANGKAI perahu ukuran 14 meter dengan lebar 2,5 meter masih belum ditemukan hingga kemarin (3/11) pukul 18.00. Status perahu itu asetnya desa, setiap tahunnya dilelang pemerintah desa untuk menentukan pengelolanya.
Menurut Kasmono, perahu sudah menjadi alat transportasi warga desanya untuk menyeberang antarkabupaten. Jumlahnya dua perahu. Satu unit milik Pemdes Semambung, Kecamatan Kanor dan satunya lagi milik Pemdes Ngadirejo, Kecamatan Rengeel. “Sudah dari zaman dahulu mbah-mbah dahulu sudah pakai,” ujar warga RT 02 RW 02 Desa Semambung, Kecamatan Kanor.
Kasmono pernah menjadi operator penyeberangan perahu, sistem pengelolaannya dilakukan lelang pihak pemdes, dengan jangka waktu satu tahun.
Pernah menjadi pemenang lelang dalam 5 tahun terakhir. Sedangkan, tahun ini lelang dimenangkan orang lain. “Sejak januari pengelolaan sudah berpindah tangan,” ujarnya.
Kasmono menerangkan, perahu berukuran 14 meter dengan lebar 2,5 meter itu sempat menumpangkan mobil untuk menyeberang. Terkait keamanan penyeberangan, beberapa operator sudah diberikan pelatihan oleh dinas perhubungan.
“Diberi latihan bagaimana agar mengemudi dengan baik,” ujarnya.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro Andik Sujarwo mengaku, pembinaan rutin selalu dilakukan kepada berbagai moda transportasi, termasuk untuk operator perahu.
Selain itu, peralatan mulai dari pelampung, jaket, dan ring boy juga telah diberikan. “Dalam standarnya, perahu penyeberangan wajib menyiapkan pelampung untuk keselamatan penumpang. Sedangkan, untuk kejadian terbaliknya perahu di Desa Semambung, data kelengkapan alat keselamatan masih belum didapatkan. “Kami akan update lagi karena saat ini kami masih fokus pencarian,” terangnya. (luk)

Baca Juga :  Kerap Overload, Siagakan 9.000 Santunan Duka

Artikel Terkait

Most Read

Persela Asah Mental Pemain Muda

Anggrek Hiasi Jalan Basrah

Terdapat Calon Lulusan Paket B

Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Artikel Terbaru


/