alexametrics
23.9 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Tuban Masuk Level 3, Terapkan Kebijakan PPKM Level 4

Radar Tuban – Perkembangan kasus Covid-19 di Tuban masuk level 3 atau zona sedang menyusul pertambahan kasus harian yang sudah melandai dan menurunnya angka kasus kematian.

Namun, Pemkab Tuban tampaknya tidak ingin mengambil risiko dengan menerapkan kebijakan perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) kriteria level 3. Sebaliknya, pemberlakuan kebijakan PPKM tetap konsisten dengan level 4.

‘’Tuban memang masuk kriteria level 3, tapi untuk kebijakan PPKM tetap sama (meng gunakan kebijakan PPKM level 4, Red),’’ kata anggota satuan tugas (satgas) Covid-19 Tuban Bambang Priyo Utomo kepada Jawa Pos Radar Tuban kemarin (3/8) menyusul keputusan Presiden Joko Widodo yang memperpanjang kebijakan PPKM di Jawa-Bali.

Bambang menyampaikan, kebijakan penerapan kebijakan PPKM level 4 itu diambil untuk lebih mengoptimalkan pelaksanaan PPKM. Sebab, secara epidemiologis atau tingkat persebaran virus masih belum bisa dikatakan aman. Sehingga, penting untuk tetap memperketat aturan protokol kesehatan.

‘’Tujuannya untuk mengoptimalkan aturan dan bentuk kehati-hatian dalam menekan gas dan rem,’’ terang anggota satgas sekaligus kepala dinas kesehatan itu.

Disinggung soal perkembangan kasus, Bambang mengaku bersyukur sebab sampai kemarin pertambahan kasus Covid-19 masih konsisten melandai, bahkan turun. ‘’Alhamdulillah, hari ini (kemarin) turun lagi menjadi 23 kasus,’’ katanya.

Angka tersebut turun 10 kasus dari sehari sebelumnya 32 kasus. Begitu juga kematian, juga masih terus konsisten menurun. Sehari kemarin tercatat 5 kasus. Angka tersebut sudah menunjukkan penurunan yang sangat signifikan dibandingkan beberapa pekan lalu yang mencapai puluhan.

‘’Tapi, tetap saja angka 5 kasus ini masih banyak. Masih harus kita tekan lagi,’’ terang Bambang. Adapun tingkat kesembuhan, juga terbilang masih tinggi. Sehari kemarin sebanyak 54 pasien dinyatakan sembuh. Dengan demikian, pasien aktif yang masih menjalani perawatan dan pemantauan tinggal tersisa 328 orang. Dari angka tersebut, sebanyak 130 pasien di luar Tuban.

Baca Juga :  16 Ribu Rekening Tenaga Kerja Disetor Untuk Bantuan Subsidi Upah

Untuk di Tuban, pasien yang dirawat di rumah sakit rujukan sebanyak 153 orang. Sisanya, 45 orang menjalani isolasi mandiri. ‘’BOR (bad occupancy rate) rumah sakit sudah menunjukkan penurunan yang signifikan, sehingga penanganan di rumah sakit sudah kembali normal,’’ tuturnya.

Namun, karena bentuk kehati-hatian tadi, Pemkab Tuban tetap menerapkan kebijakan PPPK dengan kriteria level 4. Praktis, aturan prokes perpanjangan PPKM untuk kali ketiga di Tuban yang mengacu Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 27 tahun 2021 tentang PPKM Level 4, Level 3, dan Level 2 Covid-19, tetap sama dengan aturan sebelumnya yang mulai sedikit dilonggarkan.

Soal aturan work from home (WFH) dan work from office (WFO) diterapkan sesuai ketentuan. Di antara kegiatan yang mewajibkan WFH 100 persen adalah kegiatan belajar mengajar, baik di sekolah maupun perguruan tinggi wajib dilakukan secara daring. Kemudian sektor nonesensial juga wajib WFH 100 persen, sedangkan untuk sektor esensial maksimal 50 persen WFO.

Yang masuk sektor esensial, seperti keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan penanganan karantina, serta industri orientasi ekspor. Sementara untuk esensial sektor pemerintahan pelayanan publik yang tidak bisa ditunda pelaksanaannya diberlakukan 25 persen WFO dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Adapun untuk sektor kritikal yang masih boleh untuk melakukan WFO hingga 100 persen, yakni sektor energi, kesehatan, keamanan, logistik, dan transportasi, industri makanan, minuman dan penunjangnya, serta kegiatan proyek.

Baca Juga :  Sebagian Besar Sudah Tatap Muka, SMA Terapkan Sif Harian dan Mingguan

Sedangkan untuk supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, pedagang kaki lima, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasionalnya sampai pukul 20.00 dengan kapasistas kunjung maksimal 50 persen.

Untuk apotek dan toko obat dapat buka 24 jam. Untuk pasar rakyat yang menjual barang non kebutuhan sehari-hari dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 50 persen sampai pukul 15.00.

Terkait aturan kegiatan makan dan minum di tempat seperti warung makan, PKL, lapak, dan sejenisnya diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat sampai pukul 20.00 dengan maksimal pengunjung makan di tempat tiga orang dan waktu maksimal 20 menit.

Khusus mal, untuk akses restoran masih dibuka, tetapi harus delivery/take away atau tidak boleh dimakan di tempat. Kemudian, kegiatan-kegiatan yang ditutup untuk sementara, meliputi mal, fasilitas umum atau area publik dan tempat tempat wisata, serta kegiatan seni budaya.

Untuk tempat ibadah diimbau untuk tidak mengadakan kegiatan peribadatan atau keagamaan secara berjamaah selama PPKM. Diharap mengoptimalkan ibadah di rumah. Sedangkan untuk kegiatan transportasi umum. Selama penerapan PPKM darurat, penumpang dibatasi maksimal 50 persen dari kapasitas normal.

Untuk kegiatan resepsi pernikahan ditiadakan selama penerapan PPKM. Berikutnya, aturan perjalanan domestik yang menggunakan sepeda motor, mobil pribadi, maupun transportasi umum jarak jauh seperti pesawat, bus, kapal, dan kereta api, wajib menunjukkan kartu vaksin, minimal tahap pertama.

Kemudian menunjukkan hasil PCR H-2 untuk pesawat, serta antigen H-1 untuk moda transportasi seperti sepeda motor, mobil, bus, kapal, dan kereta api. Ketentuan berikutnya, wajib hukumnya tetap memakai masker secara benar dan konsisten saat melakukan kegiatan di luar rumah. 

 

Radar Tuban – Perkembangan kasus Covid-19 di Tuban masuk level 3 atau zona sedang menyusul pertambahan kasus harian yang sudah melandai dan menurunnya angka kasus kematian.

Namun, Pemkab Tuban tampaknya tidak ingin mengambil risiko dengan menerapkan kebijakan perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) kriteria level 3. Sebaliknya, pemberlakuan kebijakan PPKM tetap konsisten dengan level 4.

‘’Tuban memang masuk kriteria level 3, tapi untuk kebijakan PPKM tetap sama (meng gunakan kebijakan PPKM level 4, Red),’’ kata anggota satuan tugas (satgas) Covid-19 Tuban Bambang Priyo Utomo kepada Jawa Pos Radar Tuban kemarin (3/8) menyusul keputusan Presiden Joko Widodo yang memperpanjang kebijakan PPKM di Jawa-Bali.

Bambang menyampaikan, kebijakan penerapan kebijakan PPKM level 4 itu diambil untuk lebih mengoptimalkan pelaksanaan PPKM. Sebab, secara epidemiologis atau tingkat persebaran virus masih belum bisa dikatakan aman. Sehingga, penting untuk tetap memperketat aturan protokol kesehatan.

‘’Tujuannya untuk mengoptimalkan aturan dan bentuk kehati-hatian dalam menekan gas dan rem,’’ terang anggota satgas sekaligus kepala dinas kesehatan itu.

Disinggung soal perkembangan kasus, Bambang mengaku bersyukur sebab sampai kemarin pertambahan kasus Covid-19 masih konsisten melandai, bahkan turun. ‘’Alhamdulillah, hari ini (kemarin) turun lagi menjadi 23 kasus,’’ katanya.

Angka tersebut turun 10 kasus dari sehari sebelumnya 32 kasus. Begitu juga kematian, juga masih terus konsisten menurun. Sehari kemarin tercatat 5 kasus. Angka tersebut sudah menunjukkan penurunan yang sangat signifikan dibandingkan beberapa pekan lalu yang mencapai puluhan.

‘’Tapi, tetap saja angka 5 kasus ini masih banyak. Masih harus kita tekan lagi,’’ terang Bambang. Adapun tingkat kesembuhan, juga terbilang masih tinggi. Sehari kemarin sebanyak 54 pasien dinyatakan sembuh. Dengan demikian, pasien aktif yang masih menjalani perawatan dan pemantauan tinggal tersisa 328 orang. Dari angka tersebut, sebanyak 130 pasien di luar Tuban.

Baca Juga :  Tuban Menuju Zero Stunting

Untuk di Tuban, pasien yang dirawat di rumah sakit rujukan sebanyak 153 orang. Sisanya, 45 orang menjalani isolasi mandiri. ‘’BOR (bad occupancy rate) rumah sakit sudah menunjukkan penurunan yang signifikan, sehingga penanganan di rumah sakit sudah kembali normal,’’ tuturnya.

Namun, karena bentuk kehati-hatian tadi, Pemkab Tuban tetap menerapkan kebijakan PPPK dengan kriteria level 4. Praktis, aturan prokes perpanjangan PPKM untuk kali ketiga di Tuban yang mengacu Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 27 tahun 2021 tentang PPKM Level 4, Level 3, dan Level 2 Covid-19, tetap sama dengan aturan sebelumnya yang mulai sedikit dilonggarkan.

Soal aturan work from home (WFH) dan work from office (WFO) diterapkan sesuai ketentuan. Di antara kegiatan yang mewajibkan WFH 100 persen adalah kegiatan belajar mengajar, baik di sekolah maupun perguruan tinggi wajib dilakukan secara daring. Kemudian sektor nonesensial juga wajib WFH 100 persen, sedangkan untuk sektor esensial maksimal 50 persen WFO.

Yang masuk sektor esensial, seperti keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan penanganan karantina, serta industri orientasi ekspor. Sementara untuk esensial sektor pemerintahan pelayanan publik yang tidak bisa ditunda pelaksanaannya diberlakukan 25 persen WFO dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Adapun untuk sektor kritikal yang masih boleh untuk melakukan WFO hingga 100 persen, yakni sektor energi, kesehatan, keamanan, logistik, dan transportasi, industri makanan, minuman dan penunjangnya, serta kegiatan proyek.

Baca Juga :  Didit Purnatugas, Kursi Disparbudpora Kosong

Sedangkan untuk supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, pedagang kaki lima, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasionalnya sampai pukul 20.00 dengan kapasistas kunjung maksimal 50 persen.

Untuk apotek dan toko obat dapat buka 24 jam. Untuk pasar rakyat yang menjual barang non kebutuhan sehari-hari dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 50 persen sampai pukul 15.00.

Terkait aturan kegiatan makan dan minum di tempat seperti warung makan, PKL, lapak, dan sejenisnya diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat sampai pukul 20.00 dengan maksimal pengunjung makan di tempat tiga orang dan waktu maksimal 20 menit.

Khusus mal, untuk akses restoran masih dibuka, tetapi harus delivery/take away atau tidak boleh dimakan di tempat. Kemudian, kegiatan-kegiatan yang ditutup untuk sementara, meliputi mal, fasilitas umum atau area publik dan tempat tempat wisata, serta kegiatan seni budaya.

Untuk tempat ibadah diimbau untuk tidak mengadakan kegiatan peribadatan atau keagamaan secara berjamaah selama PPKM. Diharap mengoptimalkan ibadah di rumah. Sedangkan untuk kegiatan transportasi umum. Selama penerapan PPKM darurat, penumpang dibatasi maksimal 50 persen dari kapasitas normal.

Untuk kegiatan resepsi pernikahan ditiadakan selama penerapan PPKM. Berikutnya, aturan perjalanan domestik yang menggunakan sepeda motor, mobil pribadi, maupun transportasi umum jarak jauh seperti pesawat, bus, kapal, dan kereta api, wajib menunjukkan kartu vaksin, minimal tahap pertama.

Kemudian menunjukkan hasil PCR H-2 untuk pesawat, serta antigen H-1 untuk moda transportasi seperti sepeda motor, mobil, bus, kapal, dan kereta api. Ketentuan berikutnya, wajib hukumnya tetap memakai masker secara benar dan konsisten saat melakukan kegiatan di luar rumah. 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/