alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Thursday, August 18, 2022

Satreskrim Selidiki Ketidakberesan JLS Tuban

- Advertisement -

Radar Tuban – Dugaan ketidakberesan pembangunan jalan lingkar selatan (JLS) tahap I tercium oleh Satreskrim Polres Tuban. Polisi saat ini masih menelusuri dugaan ketidakberesan ring road tahap I yang melintasi Desa Prunggahan Wetan, Kecamatan Semanding.

Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Kasatres krim Polres Tuban AKP M. Adhi Makayasa mengaku sudah mendapat informasi terkait dugaan ketidakberesan dalam konstruksi JLS tahap I. Ketidakberesan tersebut terkait pembangunan JLS tahap I di Desa Punggahan Wetan, Kecamatan Semanding yang melenceng ke utara.

‘’Kami sudah mendapat informasi tersebut, nanti akan kami lakukan penyelidikan dan pemanggilan saksi,’’ tegasnya. Lulusan Akpol 2009 ini mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum memanggil saksi karena status jalan masih dalam masa pemeliharaan. Polisi baru akan menyelidiki ketidakberesan sebuah proyek jika sudah selesai dibangun atau masa pemeliharaannya sudah rampung.

‘’Sesuai mandat presiden, kami tidak boleh menyelidiki proyek yang masih berjalan atau dalam masa pemeliharaan,’’ tegasnya. Untuk saat ini, kata Adhi, pihaknya akan memastikan status JLS terlebih dulu. Jika sudah tidak dalam masa pemeliharaan, pihak kontraktor akan dipanggil untuk dimintai keterangan. Termasuk akan meminta keterangan dari empat warga Desa Prunggahan Wetan yang tanahnya ikut terdampak karena melencengnya pembangunan jalan.

Baca Juga :  Gerak Cepat, Pemkab Tetapkan Status Keadaan Darurat

“Kami akan pelajari dulu awal kronologinya seperti apa,’’ imbuhnya. Diberitakan sebelumnya, melencengnya JLS tahap I yang membelah bukit kecil di Dusun Banaran, Desa Prunggahan Wetan, Kecamatan Semanding sangat mencolok.

- Advertisement -

Jawa Pos Radar Tuban yang turun ke lokasi mendapati fakta bergesernya fisik ring road ke utara. Fakta tersebut salah satunya terlihat jelas di jalan dusun setempat. Persis di barat mulut jalan tersebut terdapat sebuah patok pembatas berbahan beton bertuliskan PUPR BM. Patok tersebut merupakan pembatas lahan yang dibebaskan untuk jalan di utaranya dan lahan milik perorangan/tanah negara di selatannya.

Seharusnya, patok tersebut berimpitan dengan gutter atau drainase dari beton yang lebarnya satu meter. Kenyataannya, patok tersebut justru berjarak sekitar dua meter dari drainase tersebut.

Baca Juga :  Jegulo Absen Tes Perangkat Desa Serentak

Setelah drainase tersebut, di utaranya merupakan bahu jalan. Sesuai gambar yang pernah dilihat sumber terpercaya wartawan koran ini, seharusnya bahu jalan tersebut lebarnya dua meter. Kenyataannya, bahu jalan di titik yang sama lebarnya sekitar tiga meter atau lebih satu meter. Kondisi yang sama juga terlihat di atas bukit.

Posisinya di selatan jalan. Tebing yang dikepras masih menyisakan lahan sekitar 3,5 meter di selatan jalan. Mengapa rekanan yang mengerjakan JLS tahap I tidak mengepras tebing sesuai gambar? Sejumlah spekulasi pun muncul. Mulai meminimalisasi biaya besar dikeluar kan alat berat drilling hingga memper cepat pengerjaan yang sudah melewati batas kontrak.

Radar Tuban – Dugaan ketidakberesan pembangunan jalan lingkar selatan (JLS) tahap I tercium oleh Satreskrim Polres Tuban. Polisi saat ini masih menelusuri dugaan ketidakberesan ring road tahap I yang melintasi Desa Prunggahan Wetan, Kecamatan Semanding.

Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Kasatres krim Polres Tuban AKP M. Adhi Makayasa mengaku sudah mendapat informasi terkait dugaan ketidakberesan dalam konstruksi JLS tahap I. Ketidakberesan tersebut terkait pembangunan JLS tahap I di Desa Punggahan Wetan, Kecamatan Semanding yang melenceng ke utara.

‘’Kami sudah mendapat informasi tersebut, nanti akan kami lakukan penyelidikan dan pemanggilan saksi,’’ tegasnya. Lulusan Akpol 2009 ini mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum memanggil saksi karena status jalan masih dalam masa pemeliharaan. Polisi baru akan menyelidiki ketidakberesan sebuah proyek jika sudah selesai dibangun atau masa pemeliharaannya sudah rampung.

‘’Sesuai mandat presiden, kami tidak boleh menyelidiki proyek yang masih berjalan atau dalam masa pemeliharaan,’’ tegasnya. Untuk saat ini, kata Adhi, pihaknya akan memastikan status JLS terlebih dulu. Jika sudah tidak dalam masa pemeliharaan, pihak kontraktor akan dipanggil untuk dimintai keterangan. Termasuk akan meminta keterangan dari empat warga Desa Prunggahan Wetan yang tanahnya ikut terdampak karena melencengnya pembangunan jalan.

Baca Juga :  Gerak Cepat, Pemkab Tetapkan Status Keadaan Darurat

“Kami akan pelajari dulu awal kronologinya seperti apa,’’ imbuhnya. Diberitakan sebelumnya, melencengnya JLS tahap I yang membelah bukit kecil di Dusun Banaran, Desa Prunggahan Wetan, Kecamatan Semanding sangat mencolok.

- Advertisement -

Jawa Pos Radar Tuban yang turun ke lokasi mendapati fakta bergesernya fisik ring road ke utara. Fakta tersebut salah satunya terlihat jelas di jalan dusun setempat. Persis di barat mulut jalan tersebut terdapat sebuah patok pembatas berbahan beton bertuliskan PUPR BM. Patok tersebut merupakan pembatas lahan yang dibebaskan untuk jalan di utaranya dan lahan milik perorangan/tanah negara di selatannya.

Seharusnya, patok tersebut berimpitan dengan gutter atau drainase dari beton yang lebarnya satu meter. Kenyataannya, patok tersebut justru berjarak sekitar dua meter dari drainase tersebut.

Baca Juga :  Atta–Aurel Bawa Tren Baru Pengantin

Setelah drainase tersebut, di utaranya merupakan bahu jalan. Sesuai gambar yang pernah dilihat sumber terpercaya wartawan koran ini, seharusnya bahu jalan tersebut lebarnya dua meter. Kenyataannya, bahu jalan di titik yang sama lebarnya sekitar tiga meter atau lebih satu meter. Kondisi yang sama juga terlihat di atas bukit.

Posisinya di selatan jalan. Tebing yang dikepras masih menyisakan lahan sekitar 3,5 meter di selatan jalan. Mengapa rekanan yang mengerjakan JLS tahap I tidak mengepras tebing sesuai gambar? Sejumlah spekulasi pun muncul. Mulai meminimalisasi biaya besar dikeluar kan alat berat drilling hingga memper cepat pengerjaan yang sudah melewati batas kontrak.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/