alexametrics
24.5 C
Bojonegoro
Tuesday, August 9, 2022

Pagelaran Siraman Waranggono Diliburkan

Radar Tuban – Dibukanya era adaptasi kebiasaan baru di Bumi Wali tak lantas membuat semua hajatan diperbolehkan. Hajatan atau perayaan yang menghadirkan banyak orang sementara waktu tetap dilarang. Itu berlaku untuk pergelaran yang dihelat pemerintah maupun masyarakat.

Larangan tersebut tertulis dalam surat edaran (SE) bupati Tuban terkait tatanan kenormalan baru pada usaha bidang pariwisata, penyelenggaraan kesenian, dan pelaksanaan kegiatan hajatan. Poin VI huruf C SE tersebut menyebutkan kegiatan mendatangkan keramaian yang berlebihan masih belum diperbolehkan. Termasuk siraman waranggono di Pemandian Bektiharjo, Semanding yang tahun ini ditiadakan.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dis parbudpora) Tuban Sulistyadi kepada Jawa Pos Radar Tuban memastikan siraman waranggono tahun ini diliburkan. Selain anggaran terdampak refokusing atau pengalihan anggaran untuk mengatasi pandemi Covid-19, juga karena acara yang mengundang keramaian masih belum diperbolehkan.

Baca Juga :  Pembelajaran Tatap Muka Bakal Dihentikan Jika Ada yang Terpapar

‘’Selain refokusing, sementara tahun ini ditiadakan karena mendatangkan kerumunan penontonnya,’’ kata dia. Pejabat yang akrab disapa Didit itu mengatakan, penyelenggaraan hajatan atau perayaan acara diperbolehkan dengan syarat mematuhi protokol kesehatan dan aturan jaga jarak.

Sementara nyaris tidak mungkin mengatur jarak pada siraman waronggono yang merupakan agenda rutin wisata dan menjadi rangkaian hari jadi Tuban. ‘’Untuk penyelenggaraan yang hajatan atau perayaan tetap pakai protokol kesehatan dan ada jaga jarak,’’ tutur dia.

Mantan camat Tuban itu kembali menegaskan, perayaan hajatan masyarakat harus benarbenar mematuhi protokol kesehatan. Selain aturan kebersihan dan jaga jarak, dalam panggung kesenian dilarang menyuguhkan makanan prasmanan. Seluruhnya wajib menyediakan nasi kotak. Berlaku pula untuk hajatan seperti manten atau khitan. ‘’Gugus tugas desa atau kelurahan harus mantau dan melaporkan jika ada pelanggaran,’’ tegas dia.

Baca Juga :  UFO Electronic, Pusat Perbelanjaan Elektronik Terlengkap di Tuban

Radar Tuban – Dibukanya era adaptasi kebiasaan baru di Bumi Wali tak lantas membuat semua hajatan diperbolehkan. Hajatan atau perayaan yang menghadirkan banyak orang sementara waktu tetap dilarang. Itu berlaku untuk pergelaran yang dihelat pemerintah maupun masyarakat.

Larangan tersebut tertulis dalam surat edaran (SE) bupati Tuban terkait tatanan kenormalan baru pada usaha bidang pariwisata, penyelenggaraan kesenian, dan pelaksanaan kegiatan hajatan. Poin VI huruf C SE tersebut menyebutkan kegiatan mendatangkan keramaian yang berlebihan masih belum diperbolehkan. Termasuk siraman waranggono di Pemandian Bektiharjo, Semanding yang tahun ini ditiadakan.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dis parbudpora) Tuban Sulistyadi kepada Jawa Pos Radar Tuban memastikan siraman waranggono tahun ini diliburkan. Selain anggaran terdampak refokusing atau pengalihan anggaran untuk mengatasi pandemi Covid-19, juga karena acara yang mengundang keramaian masih belum diperbolehkan.

Baca Juga :  Kelas Terbatas, Pembelajaran Tatap Muka SMP Digelar Bergantian

‘’Selain refokusing, sementara tahun ini ditiadakan karena mendatangkan kerumunan penontonnya,’’ kata dia. Pejabat yang akrab disapa Didit itu mengatakan, penyelenggaraan hajatan atau perayaan acara diperbolehkan dengan syarat mematuhi protokol kesehatan dan aturan jaga jarak.

Sementara nyaris tidak mungkin mengatur jarak pada siraman waronggono yang merupakan agenda rutin wisata dan menjadi rangkaian hari jadi Tuban. ‘’Untuk penyelenggaraan yang hajatan atau perayaan tetap pakai protokol kesehatan dan ada jaga jarak,’’ tutur dia.

Mantan camat Tuban itu kembali menegaskan, perayaan hajatan masyarakat harus benarbenar mematuhi protokol kesehatan. Selain aturan kebersihan dan jaga jarak, dalam panggung kesenian dilarang menyuguhkan makanan prasmanan. Seluruhnya wajib menyediakan nasi kotak. Berlaku pula untuk hajatan seperti manten atau khitan. ‘’Gugus tugas desa atau kelurahan harus mantau dan melaporkan jika ada pelanggaran,’’ tegas dia.

Baca Juga :  Baru Diperhatikan setelah Berprestasi

Artikel Terkait

Most Read

XPANDER CROSS

Pemerataan Air Belum Terkontrol

Artikel Terbaru


/