alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Thursday, August 11, 2022

Petani Bojonegoro Nekat Tanam Tembakau meski Kerap Hujan

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Masih sering turunnya hujan tidak berpengaruh terhadap musim tanam tembakau. Sejumlah petani di Bojonegoro sudah mulai menanam tembakau. Tahun ini ditargetkan tanaman tembakau mencapai 11.200 hektare.

 

Pengawas Mutu Hasil Pertaniman Ahli Muda Subkoordinator Tanaman Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro Bambang Wahyudi menjelaskan, bibit tembakau sudah banyak disemai. Bahkan, sudah banyak siap tanam. Hal itu membuat masa tanam tembakau tidak bisa mundur.

 

Yudi, sapaanya, melanjutkan, masa tanam tembakau idealnya dimulai Mei. Sehingga, Agustus sudah bisa panen. Paling lambat masa tanam dimulai Juni ini. Jika melewati Juni masa panen akan mundur. ‘’Justru masa panen sudah masuk musim hujan berikutnya,’’ ungkap dia.

Baca Juga :  Perajin Batik Kreatif Memasarkan saat Pandemi

Masih sering turun hujan membuat petani tembakau khawatir. Sebab, tembakau adalah tanaman tidak membutuhkan air melimpah. Karena itu DKPP menyarankan agar petani membuat gulutan tanam lebih tinggi. ‘’Itu untuk mengantisipasi agar tidak tenggelam jika terjadi hujan deras,’’ jelasnya.

 

Jenis yang banyak ditanam di Bojonegoro yakni tembakau jawa dan virginia. DKPP juga membagikan bibit jenis bibit itu pada kelompok tani. ‘’Sebagian masyarakat juga menanam jenis lain. Yang paling banyak dua jenis itu,’’ jelasnya.

 

Hingga kini belum diketahui berapa luasan tembakau ditanam petani. Namun, tahun ini DKPP menargetkan bisa mencapai 11.200 hektare luas tanam tembakau. Jumlah itu turun dibanding realisasi tahun lalu yang mencapai  11.214 hektare.

Baca Juga :  Mengintip Tren Mengoleksi Cupang Hias, Si Model Cantik bawah Air

 

Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura DKPP Bojonegoro Imam Nurhabid Arfin menambahkan, tahun ini target memang tidak disamakan dengan realisasi tahun lalu. Namun, jika dibanding target tahun lalu, tahun ini mengalami kenaikan. (zim/rij)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Masih sering turunnya hujan tidak berpengaruh terhadap musim tanam tembakau. Sejumlah petani di Bojonegoro sudah mulai menanam tembakau. Tahun ini ditargetkan tanaman tembakau mencapai 11.200 hektare.

 

Pengawas Mutu Hasil Pertaniman Ahli Muda Subkoordinator Tanaman Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro Bambang Wahyudi menjelaskan, bibit tembakau sudah banyak disemai. Bahkan, sudah banyak siap tanam. Hal itu membuat masa tanam tembakau tidak bisa mundur.

 

Yudi, sapaanya, melanjutkan, masa tanam tembakau idealnya dimulai Mei. Sehingga, Agustus sudah bisa panen. Paling lambat masa tanam dimulai Juni ini. Jika melewati Juni masa panen akan mundur. ‘’Justru masa panen sudah masuk musim hujan berikutnya,’’ ungkap dia.

Baca Juga :  Mengintip Tren Mengoleksi Cupang Hias, Si Model Cantik bawah Air

Masih sering turun hujan membuat petani tembakau khawatir. Sebab, tembakau adalah tanaman tidak membutuhkan air melimpah. Karena itu DKPP menyarankan agar petani membuat gulutan tanam lebih tinggi. ‘’Itu untuk mengantisipasi agar tidak tenggelam jika terjadi hujan deras,’’ jelasnya.

 

Jenis yang banyak ditanam di Bojonegoro yakni tembakau jawa dan virginia. DKPP juga membagikan bibit jenis bibit itu pada kelompok tani. ‘’Sebagian masyarakat juga menanam jenis lain. Yang paling banyak dua jenis itu,’’ jelasnya.

 

Hingga kini belum diketahui berapa luasan tembakau ditanam petani. Namun, tahun ini DKPP menargetkan bisa mencapai 11.200 hektare luas tanam tembakau. Jumlah itu turun dibanding realisasi tahun lalu yang mencapai  11.214 hektare.

Baca Juga :  Perajin Batik Kreatif Memasarkan saat Pandemi

 

Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura DKPP Bojonegoro Imam Nurhabid Arfin menambahkan, tahun ini target memang tidak disamakan dengan realisasi tahun lalu. Namun, jika dibanding target tahun lalu, tahun ini mengalami kenaikan. (zim/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/