alexametrics
27 C
Bojonegoro
Friday, May 20, 2022

KHORIJ ZAENAL ASRORI *

Menikmati Liputan Serial

SAYA termasuk anak yang dulu merasa merinding ketika melintas Gang Sumur Ringin. Teman sewaktu MIN dulu ada yang rumahnya sekitar lokasi tersebut. Kerap kali diajak lewat gang di utara penjara sebutan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bojonegoro itu. Kalau naik sepeda melintas gang itu terpaksa digenjot. Jalannya gelap minim penerangan.

 

Nah, itu hanya cerita masa lalu, sekitar 20 tahun lalu. Hanya, sampai sekarang idenitas Sumur Ringin masih melekat bagi masyarakat perkotaan Bojonegoro. Liputan Sumur Ringin ini hanya bagian awal dari rencana awak redaksi Jawa Pos Radar Bojonegoro selama libur Lebaran ini.

 

Kami memberi tajuk Urban Legend. Nah, cerita Sumur Ringin, ini begitu identik dengan Urban Legend. Lokasinya tidak jauh dari penjara. Dibangun sejak zaman kolonial Belanda. Liputan Urban Legend, ini masih fokus di titik-titik kawasan perkotaan. Sebagaimana makna urban. 

 

Baca Juga :  Anggaran UNBK Kejar Paket Dihilangkan, Jangan Bergantung Pusat 

Liputan Urban Legend ini bagian dari komitmen Jawa Pos Radar Bojonegoro dalam menyajikan pemberitaan yang beda. Berita tidak sekadar info-info yang isu-isu panas. Tapi, juga perlu liputan-liputan yang renyah. Ada pengetahuannya dan menjadi cerita.

 

Selain Urban Legend dalam seminggu ini juga akan dihiasi dengan liputan Warung Legendaris Tengah Malam. Sama halnya dengan Urban Legend, tajuk Warung Legendaris Tengah Malam ini juga berupa liputan-liputan serial. Liputan warung legendaris ini tentu bukan warung baru dua atau tiga tahun berdiri.

 

Tetapi, warung yang sudah bergerak sejak lama. Makanya, dengan titel legendaris. Terpenting, warungnya merupakan pengisi perut tengah malam. Di Bojonegoro, tentu banyak masyarakat yang kerap kali perutnya “keroncongan” atau “dangdutan” alias lapar ketika malam.

Baca Juga :  Airlangga Hartarto: Alumni Golkar Institute Harus Berani Ambil Peran

 

Terutama para pedagang atau pebisnis yang bekerja tengah malam, tentu butuh kehadiran warung pengisi perut. Betapa gelisahnya saat perut lapar ketika malam dan tidak bisa tidur. Nah, jawabannya ya tentu lari ke warung tengah malam. Bukan yang lain-lain, warung ini tentu warung makan.

 

Dua liputan ini yakni Urban Legend dan Warung Legendaris Tengah Malam, dikonsep serial. Kami biasa menyebutnya jurnalisme serial. Kekuatan ide tentu bisa menemani pembaca Jawa Pos Radar Bojonegoro selama libur Lebaran dengan membaca koran.

 

Selamat Lebaran dan jangan lupa, jaga perut dari “keroncongan”. (*)

 

*) Wartawan Radar Bojonegoro

SAYA termasuk anak yang dulu merasa merinding ketika melintas Gang Sumur Ringin. Teman sewaktu MIN dulu ada yang rumahnya sekitar lokasi tersebut. Kerap kali diajak lewat gang di utara penjara sebutan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bojonegoro itu. Kalau naik sepeda melintas gang itu terpaksa digenjot. Jalannya gelap minim penerangan.

 

Nah, itu hanya cerita masa lalu, sekitar 20 tahun lalu. Hanya, sampai sekarang idenitas Sumur Ringin masih melekat bagi masyarakat perkotaan Bojonegoro. Liputan Sumur Ringin ini hanya bagian awal dari rencana awak redaksi Jawa Pos Radar Bojonegoro selama libur Lebaran ini.

 

Kami memberi tajuk Urban Legend. Nah, cerita Sumur Ringin, ini begitu identik dengan Urban Legend. Lokasinya tidak jauh dari penjara. Dibangun sejak zaman kolonial Belanda. Liputan Urban Legend, ini masih fokus di titik-titik kawasan perkotaan. Sebagaimana makna urban. 

 

Baca Juga :  Beresiko Tinggi, Sepuluh Persen Pasien Covid adalah Tenaga Kesehatan

Liputan Urban Legend ini bagian dari komitmen Jawa Pos Radar Bojonegoro dalam menyajikan pemberitaan yang beda. Berita tidak sekadar info-info yang isu-isu panas. Tapi, juga perlu liputan-liputan yang renyah. Ada pengetahuannya dan menjadi cerita.

 

Selain Urban Legend dalam seminggu ini juga akan dihiasi dengan liputan Warung Legendaris Tengah Malam. Sama halnya dengan Urban Legend, tajuk Warung Legendaris Tengah Malam ini juga berupa liputan-liputan serial. Liputan warung legendaris ini tentu bukan warung baru dua atau tiga tahun berdiri.

 

Tetapi, warung yang sudah bergerak sejak lama. Makanya, dengan titel legendaris. Terpenting, warungnya merupakan pengisi perut tengah malam. Di Bojonegoro, tentu banyak masyarakat yang kerap kali perutnya “keroncongan” atau “dangdutan” alias lapar ketika malam.

Baca Juga :  Dana Hibah Dikepras Rp 119 Miliar

 

Terutama para pedagang atau pebisnis yang bekerja tengah malam, tentu butuh kehadiran warung pengisi perut. Betapa gelisahnya saat perut lapar ketika malam dan tidak bisa tidur. Nah, jawabannya ya tentu lari ke warung tengah malam. Bukan yang lain-lain, warung ini tentu warung makan.

 

Dua liputan ini yakni Urban Legend dan Warung Legendaris Tengah Malam, dikonsep serial. Kami biasa menyebutnya jurnalisme serial. Kekuatan ide tentu bisa menemani pembaca Jawa Pos Radar Bojonegoro selama libur Lebaran dengan membaca koran.

 

Selamat Lebaran dan jangan lupa, jaga perut dari “keroncongan”. (*)

 

*) Wartawan Radar Bojonegoro

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/