alexametrics
25.5 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Empat Bulan Kucurkan Santunan Duka Rp 5,7 Miliar

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Empat bulan terakhir kucuran anggaran untuk santunan warga Bojonegoro meninggal dunia cukup banyak. Data di bagian kesejahteraan rakyat (kesra) secretariat daerah (setda) menunjukkan, hingga April ini sudah ada 2.301 pengajuan santunan duka yang cair.

 

Anggaran digelontorkan mencapai Rp 5,7 miliar. Jumlah itu bakal terus bertambah karena hingga kini pengajuan masih terus berlangsung. Bahkan, masih ada 546 pengajuan menunggu proses transfer ke rekening penerima.

 

Kasubbag Kesehateraan Sosial dan Masyarakat Bagian Kesra Abdul Faqih menjelaskan, santunan duka diberikan kepada ahli waris keluarga yang meninggal. Pengajuan itu harus dilakukan sebelum 40 hari setelah kematian. ‘’Setelah itu kami melakukan verifikasi pengajuan itu,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Pemkab Terbuka Pendirian Mall 

 

Santunan duka diberikan kepada warga yang meninggal bukan karena bencana. Sebab, meninggal karena bencana diberikan anggaran berbeda. Sejak Januari ini jumlah pengajuan santunan duka memang cukup menumpuk. Hal itu membuat anggaran dikucurkan juga cukup banyak, mencapai Rp 5,7 miliar.

 

Dua tahun terakhir, bagian kesra setda selalu mengajukan tambahan alokasi anggaran santunan duka. Penambahan dilakukan pada perubahan APBD. Sebab, anggaran disiapkan di APBD induk sudah habis.

 

Faqih menjelaskan, tahun ini pemkab mengalokasikan Rp 22,5 miliar untuk program itu. Jumlah itu nantinya bisa mengakomodir 9.000 pengajuan. Jumlah itu naik Rp 2,5 miliar dibanding kuota tahun lalu pagunya Rp 20,5 miliar.

Baca Juga :  Meski Pandemi, Capaian Baznas Tuban Melebihi Target 2020

 

Alokasi anggaran santunan duka tidak ada di Bagian Kesra. Bagian Kesra yang menerima dokumen dan melakukan verifikasi. Anggaran santunan duka ada di badan pengelolaan keuangan dan aset daerah (BPKAD). Skema alokasi santunan duka masuk dana tidak terduga. Sebab, kematian adalah hal yang tidak bisa diduga.

 

Sekretaris Komisi C DPRD Bojonegoro Ahmad Surpiyanto mengatakan, salah satu program banyak respons masyarakat adalah santunan duka. Karena itu serapan anggaran program itu cukup tinggi. ‘’Anggaran disiapkan di dana tidak terduga, karena kematian itu juga tidak terduga,’’ jelasnya. (zim/rij)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Empat bulan terakhir kucuran anggaran untuk santunan warga Bojonegoro meninggal dunia cukup banyak. Data di bagian kesejahteraan rakyat (kesra) secretariat daerah (setda) menunjukkan, hingga April ini sudah ada 2.301 pengajuan santunan duka yang cair.

 

Anggaran digelontorkan mencapai Rp 5,7 miliar. Jumlah itu bakal terus bertambah karena hingga kini pengajuan masih terus berlangsung. Bahkan, masih ada 546 pengajuan menunggu proses transfer ke rekening penerima.

 

Kasubbag Kesehateraan Sosial dan Masyarakat Bagian Kesra Abdul Faqih menjelaskan, santunan duka diberikan kepada ahli waris keluarga yang meninggal. Pengajuan itu harus dilakukan sebelum 40 hari setelah kematian. ‘’Setelah itu kami melakukan verifikasi pengajuan itu,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Pemkab Terbuka Pendirian Mall 

 

Santunan duka diberikan kepada warga yang meninggal bukan karena bencana. Sebab, meninggal karena bencana diberikan anggaran berbeda. Sejak Januari ini jumlah pengajuan santunan duka memang cukup menumpuk. Hal itu membuat anggaran dikucurkan juga cukup banyak, mencapai Rp 5,7 miliar.

 

Dua tahun terakhir, bagian kesra setda selalu mengajukan tambahan alokasi anggaran santunan duka. Penambahan dilakukan pada perubahan APBD. Sebab, anggaran disiapkan di APBD induk sudah habis.

 

Faqih menjelaskan, tahun ini pemkab mengalokasikan Rp 22,5 miliar untuk program itu. Jumlah itu nantinya bisa mengakomodir 9.000 pengajuan. Jumlah itu naik Rp 2,5 miliar dibanding kuota tahun lalu pagunya Rp 20,5 miliar.

Baca Juga :  Indahnya Air Mancur Menari

 

Alokasi anggaran santunan duka tidak ada di Bagian Kesra. Bagian Kesra yang menerima dokumen dan melakukan verifikasi. Anggaran santunan duka ada di badan pengelolaan keuangan dan aset daerah (BPKAD). Skema alokasi santunan duka masuk dana tidak terduga. Sebab, kematian adalah hal yang tidak bisa diduga.

 

Sekretaris Komisi C DPRD Bojonegoro Ahmad Surpiyanto mengatakan, salah satu program banyak respons masyarakat adalah santunan duka. Karena itu serapan anggaran program itu cukup tinggi. ‘’Anggaran disiapkan di dana tidak terduga, karena kematian itu juga tidak terduga,’’ jelasnya. (zim/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/