31.2 C
Bojonegoro
Wednesday, June 7, 2023

Persibo Harus Tetap Berstatus Klub Profesional

Suporter Persibo Bojonegoro Desak Sally Mundur

- Advertisement -

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Terpilihnya Sally Atyasasmi sebagai Ketua Askab PSSI Bojonegoro, membuat elemen supoter meminta manajer Persibo tersebut mundur dari manajemen. Terlebih telah gagal membawa Laskar Angling Dharma lolos ke Liga 2.

 

Selain itu, muncul ketakutan dari para suporter, Persibo akan dikelola askab PSSI dan menjadi klub amatir. Sehingga menuntut agar klub kebanggaan warga Kota Ledre tersebut tatap berstatus klub profesional.

 

Arif Setiawan Koordinator Supoter Drago Tifoso Curva Nord (DTCN) mengatakan Sally harus keluar dari Persibo, sebab telah menjadi ketua askab PSSI. Juga gagal membawa lolos ke Liga 2 selama empat tahun berturut-turut.

- Advertisement -

 

“Semua jajaran manajemen harus mundur dari Persibo,” ungkapnya.

 

Arif meminta Sally melepaskan Persibo dan tidak menjadikan askab PSSI sebagai pengelola. Sebab selama ini dari segi anggaran terbatas, hanya fokus pada pembinaan pemain muda, dan tak memiliki target lolos ke Liga 2.

 

“Sejak menjadi klub profesional, Persibo bukan bagian dari askab PSSI. Jangan ada pihak yang ingin menjadikan bagian dari askab PSSI,” ujarnya.

Pihaknya meminta Persibo tetap menjadi klub profesional di bawah naungan PT. Dan memiliki target berpretasi dan naik ke Liga 2.

 

“Pemilihan ketua askab disinyalir salah satu cara agar Persibo diambil alih askab PSSI,” katanya.

 

Ketua Askab PSSI Bojonegoro Sally Atyasasmi mengatakan, belum rapat kepengurusan dengan manajemen Persibo. Karena masih fokus pada peralihan pengurus askab PSSI.

 

“Sudah melapor ke manajemen terpilih sebagai ketua askab PSSI,” ungkap Manajer Persibo itu.

 

Sally menjelaskan, Persibo memang berlaga di kompetisi amatir, namun hingga kini  belum ada pembahasan untuk mengalihkan ke askab PSSI. Karena itu membutuhkan peralihan dari PT ke askab PSSI.

 

Menurut Sally, prinsipnya tata kelola Persibo bisa disesuaikan. Ketika nantinya dikelola askab PSSI bukan berarti tidak bisa menerima anggaran dari luar atau sponsor. Namun menejeman Persibo belum ada wacana untuk itu

Sally mengaku askab PSSI ke depan akan tetap fokus pada pembinaan pemain muda. Baik melalui klub internal maupun Bojonegoro FC. (irv/msu)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Terpilihnya Sally Atyasasmi sebagai Ketua Askab PSSI Bojonegoro, membuat elemen supoter meminta manajer Persibo tersebut mundur dari manajemen. Terlebih telah gagal membawa Laskar Angling Dharma lolos ke Liga 2.

 

Selain itu, muncul ketakutan dari para suporter, Persibo akan dikelola askab PSSI dan menjadi klub amatir. Sehingga menuntut agar klub kebanggaan warga Kota Ledre tersebut tatap berstatus klub profesional.

 

Arif Setiawan Koordinator Supoter Drago Tifoso Curva Nord (DTCN) mengatakan Sally harus keluar dari Persibo, sebab telah menjadi ketua askab PSSI. Juga gagal membawa lolos ke Liga 2 selama empat tahun berturut-turut.

- Advertisement -

 

“Semua jajaran manajemen harus mundur dari Persibo,” ungkapnya.

 

Arif meminta Sally melepaskan Persibo dan tidak menjadikan askab PSSI sebagai pengelola. Sebab selama ini dari segi anggaran terbatas, hanya fokus pada pembinaan pemain muda, dan tak memiliki target lolos ke Liga 2.

 

“Sejak menjadi klub profesional, Persibo bukan bagian dari askab PSSI. Jangan ada pihak yang ingin menjadikan bagian dari askab PSSI,” ujarnya.

Pihaknya meminta Persibo tetap menjadi klub profesional di bawah naungan PT. Dan memiliki target berpretasi dan naik ke Liga 2.

 

“Pemilihan ketua askab disinyalir salah satu cara agar Persibo diambil alih askab PSSI,” katanya.

 

Ketua Askab PSSI Bojonegoro Sally Atyasasmi mengatakan, belum rapat kepengurusan dengan manajemen Persibo. Karena masih fokus pada peralihan pengurus askab PSSI.

 

“Sudah melapor ke manajemen terpilih sebagai ketua askab PSSI,” ungkap Manajer Persibo itu.

 

Sally menjelaskan, Persibo memang berlaga di kompetisi amatir, namun hingga kini  belum ada pembahasan untuk mengalihkan ke askab PSSI. Karena itu membutuhkan peralihan dari PT ke askab PSSI.

 

Menurut Sally, prinsipnya tata kelola Persibo bisa disesuaikan. Ketika nantinya dikelola askab PSSI bukan berarti tidak bisa menerima anggaran dari luar atau sponsor. Namun menejeman Persibo belum ada wacana untuk itu

Sally mengaku askab PSSI ke depan akan tetap fokus pada pembinaan pemain muda. Baik melalui klub internal maupun Bojonegoro FC. (irv/msu)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/