alexametrics
27 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Siapkan Tiga Ruang Isolasi Pasien Korona

TUBAN, Radar Tuban – Pasca Presiden Joko Widodo mengumumkan dua WNI positif terinfeksi virus korona, seluruh rumah sakit rujukan virus korona yang ditunjuk Kementerian Kesehatan (Kemenkes) langsung siaga. Termasuk RSUD dr R. Koesma Tuban.
Sekarang ini, rumah sakit pelat merah di Jalan Dr Wahidin Sudiro Husodo tersebut disibukkan dengan penyiapan seluruh perlengkapan yang dibutuhkan. Mulai dari peralatan medis hingga ruang isolasi untuk merawat pasien.
Ketua Komite Penanganan Pasien Corona A. Syaifuddin Yuhri kepada Jawa Pos Radar Tuban menyampaikan, RSUD menyiapkan tiga ruang isolasi untuk pasien korona. Artinya, kapasitas penanganan pasien korona di rumah sakit tersebut hanya untuk tiga orang. ‘’Semoga saja tidak sampai ada (pasien korona, Red). Kalau ruang sudah terpakai semua, tentu kita tidak bisa menerima pasien lagi. Karena kapasitasnya hanya tiga ruang,’’ katanya.
Yuhri menegaskan, peralatan medis RSUD juga sudah siap. Begitu juga suport sistem untuk pemeriksaan lanjutan, seperti pemeriksaan darah dan lain untuk memastikan virus tersebut. ‘’Untuk penanganan khusus pasien korona, kita belum punya. Kita hanya merawat gangguan ringan, seperti observasi,’’ ujar dia.
Jika kasusnya sudah membutuhkan ventilator atau penanganan lanjutan, lanjut Yuhri, tentu tidak bisa ditangani RSUD. ‘’Harus kita rujuk ke rumah sakit rujukan yang peralatan medisnya lebih lengkap,’’ tandasnya.
Direktur RSUD dr R. Kosma Tuban Saiful Hadi menambahkan, ditunjuknya RSUD sebagai salah satu rumah sakit rujukan pasien korona karena dinilai memenuhi standar kelayakan. Selain itu, secara kewilayah juga cukup strategis menjadi rumah sakit rujukan.
Disinggung soal proses penanganan sebagaimana standar operasional prosedur (SOP), Saiful menyampaikan, dalam beberapa hari ke depan akan diadakan simulasi penanganan pasien korona. ‘’Nanti akan kita lakukan simulasi. Bagaimana SOP-nya, kita lihat nanti saat simulasi,’’ tegas dia.
Soal SOP, kata Saiful, pihaknya diundang ke Jakarta Rabu (3/3) hari ini untuk mengikuti rapat koordinasi bersama Kemenkes. ‘’Rencananya besok (hari ini, Red) saya berangkaat ke Jakarta. Kita diundang ke Jakarta bersama seluruh rumah sakit yang ditunjuk menjadi rumah sakit rujukan pasien korona,’’ paparnya.
Mantan kepala dinas kesehatan setempat itu menyampaikan, saat ini Kabupaten Tuban masih dalam kondisi aman virus korna. Tidak ada tanda-tanda pasien yang mengarah pada virus yang kali pertama muncul dari Wuhan, Tiongkok tersebut. ‘’Untuk saat ini Tuban masih aman. Semoga tidak ada (pasien korona di Tuban, Red),’’ kata dia berharap.

Baca Juga :  Airlangga: Pemerintah Antisipasi Lonjakan Omicron

TUBAN, Radar Tuban – Pasca Presiden Joko Widodo mengumumkan dua WNI positif terinfeksi virus korona, seluruh rumah sakit rujukan virus korona yang ditunjuk Kementerian Kesehatan (Kemenkes) langsung siaga. Termasuk RSUD dr R. Koesma Tuban.
Sekarang ini, rumah sakit pelat merah di Jalan Dr Wahidin Sudiro Husodo tersebut disibukkan dengan penyiapan seluruh perlengkapan yang dibutuhkan. Mulai dari peralatan medis hingga ruang isolasi untuk merawat pasien.
Ketua Komite Penanganan Pasien Corona A. Syaifuddin Yuhri kepada Jawa Pos Radar Tuban menyampaikan, RSUD menyiapkan tiga ruang isolasi untuk pasien korona. Artinya, kapasitas penanganan pasien korona di rumah sakit tersebut hanya untuk tiga orang. ‘’Semoga saja tidak sampai ada (pasien korona, Red). Kalau ruang sudah terpakai semua, tentu kita tidak bisa menerima pasien lagi. Karena kapasitasnya hanya tiga ruang,’’ katanya.
Yuhri menegaskan, peralatan medis RSUD juga sudah siap. Begitu juga suport sistem untuk pemeriksaan lanjutan, seperti pemeriksaan darah dan lain untuk memastikan virus tersebut. ‘’Untuk penanganan khusus pasien korona, kita belum punya. Kita hanya merawat gangguan ringan, seperti observasi,’’ ujar dia.
Jika kasusnya sudah membutuhkan ventilator atau penanganan lanjutan, lanjut Yuhri, tentu tidak bisa ditangani RSUD. ‘’Harus kita rujuk ke rumah sakit rujukan yang peralatan medisnya lebih lengkap,’’ tandasnya.
Direktur RSUD dr R. Kosma Tuban Saiful Hadi menambahkan, ditunjuknya RSUD sebagai salah satu rumah sakit rujukan pasien korona karena dinilai memenuhi standar kelayakan. Selain itu, secara kewilayah juga cukup strategis menjadi rumah sakit rujukan.
Disinggung soal proses penanganan sebagaimana standar operasional prosedur (SOP), Saiful menyampaikan, dalam beberapa hari ke depan akan diadakan simulasi penanganan pasien korona. ‘’Nanti akan kita lakukan simulasi. Bagaimana SOP-nya, kita lihat nanti saat simulasi,’’ tegas dia.
Soal SOP, kata Saiful, pihaknya diundang ke Jakarta Rabu (3/3) hari ini untuk mengikuti rapat koordinasi bersama Kemenkes. ‘’Rencananya besok (hari ini, Red) saya berangkaat ke Jakarta. Kita diundang ke Jakarta bersama seluruh rumah sakit yang ditunjuk menjadi rumah sakit rujukan pasien korona,’’ paparnya.
Mantan kepala dinas kesehatan setempat itu menyampaikan, saat ini Kabupaten Tuban masih dalam kondisi aman virus korna. Tidak ada tanda-tanda pasien yang mengarah pada virus yang kali pertama muncul dari Wuhan, Tiongkok tersebut. ‘’Untuk saat ini Tuban masih aman. Semoga tidak ada (pasien korona di Tuban, Red),’’ kata dia berharap.

Baca Juga :  PI Blok Cepu Tahun Ini Hasilkan Rp 105 Miliar

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/