alexametrics
25.1 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Panik, Warga Berburu Masker

TUBAN, Radar Tuban – Sebelum Presiden Joko Widodo resmi mengumumkan keberadaan virus korona di Indonesia, Senin (2/3), masyarakat sudah dilanda kepanikan. Masker yang biasanya banyak didapat di apotek mendadak langka. Itu terjadi hampir merata
di seluruh wilayah. Tanpa terkecuali di Tuban.

Saat ini, pasokan masker terpantau kembali normal, namun, harga dari distributor sepuluh kali lebih mahal.

Miga Ashari, owner salah satu apotek di Desa Bejagung, Kecamatan Semanding mengatakan, masker di Tuban sempat langka 2—3 tiga pekan selama  Februari. Saat awal kemunculan virus bernama Covid – 19, banyak distributor yang kehabisan stok. Pasokan ke sejumlah apotek pun tersendat. ‘’Harga normalnya seribu per masker, saat langka sempat kami jual Rp 5 ribu karena harga dari distributor naik,’’ tutur dia.

Baca Juga :  Niatnya Tidak Pulang, tapi....

Miga mengungkapkan, sebelum booming virus asal Wuhan, Tiongkok tersebut harga per boks berisi 50 pcs masker berkisar Rp 25 -– 35 ribu. Setelah booming Covid – 19, harga per boks masker dari distributor mulai Rp 200– 250 ribu. Praktis, dengan harga semahal itu, harga eceran juga ikut terkerek.

Meski mengalami kenaikan hingga sepuluh kali lipat, masyarakat yang mencari masker tetap banyak. ‘’Sekarang ini distributor membatasi pembelian boks masker dalam jumlah besar,’’ kata mantan ketua komunitas pelestari tosan aji Megalamat itu.

Miga tak mengelak saat ini ramai kabar penimbunan masker di sejumlah kota. Di Tuban, dia memastikan pasokan sudah aman. Jika satu distributor mematok harga lebih mahal, pengelola apotek sudah menyiasati dengan mencari pasokan dari distributor lainnya. ‘’Percuma memanfaatkan momentum dengan menimbun masker, karena pabrik bisa saja memroduksi masker lebih banyak sehingga pasokan selalu terpenuhi setiap saat,’’ ujar dia.

Baca Juga :  Siwalan Melimpah, Pemberdayaan Rendah

Terpisah, Isma Hartatik, apoteker penanggung jawab salah satu apotek di Tuban membenarkan masker sempat langka selama 2-3 pekan. Pasokan kembali normal akhir Februari lalu karena sejumlah pabrik menambah produksi lebih banyak dari biasanya. Sehingga, pasokan kembali terpenuhi. ‘’Bulan lalu saya cari di tiga distributor masker di Jawa Timur kondisinya sama, kosong semua,’’ ujar dia.

Untuk saat ini, Isma memastikan pasokan masker sudah normal. Belum terlihat tanda-tanda kenaikan kebutuhan. Meski demikian, dia mengimbau masyarakat untuk tidak panik.

Menurut Isma, kelangkaan masker dipastikan tidak akan terjadi lama, menyusul kebijakan Kementerian Kesehatan yang meminta menambah produksi masker. ‘’Sementara ini kondisi pasokan sudah normal, tapi harga masih sedikit lebih mahal,’’ tambah dia.

TUBAN, Radar Tuban – Sebelum Presiden Joko Widodo resmi mengumumkan keberadaan virus korona di Indonesia, Senin (2/3), masyarakat sudah dilanda kepanikan. Masker yang biasanya banyak didapat di apotek mendadak langka. Itu terjadi hampir merata
di seluruh wilayah. Tanpa terkecuali di Tuban.

Saat ini, pasokan masker terpantau kembali normal, namun, harga dari distributor sepuluh kali lebih mahal.

Miga Ashari, owner salah satu apotek di Desa Bejagung, Kecamatan Semanding mengatakan, masker di Tuban sempat langka 2—3 tiga pekan selama  Februari. Saat awal kemunculan virus bernama Covid – 19, banyak distributor yang kehabisan stok. Pasokan ke sejumlah apotek pun tersendat. ‘’Harga normalnya seribu per masker, saat langka sempat kami jual Rp 5 ribu karena harga dari distributor naik,’’ tutur dia.

Baca Juga :  Siapkan Tiga Ruang Isolasi Pasien Korona

Miga mengungkapkan, sebelum booming virus asal Wuhan, Tiongkok tersebut harga per boks berisi 50 pcs masker berkisar Rp 25 -– 35 ribu. Setelah booming Covid – 19, harga per boks masker dari distributor mulai Rp 200– 250 ribu. Praktis, dengan harga semahal itu, harga eceran juga ikut terkerek.

Meski mengalami kenaikan hingga sepuluh kali lipat, masyarakat yang mencari masker tetap banyak. ‘’Sekarang ini distributor membatasi pembelian boks masker dalam jumlah besar,’’ kata mantan ketua komunitas pelestari tosan aji Megalamat itu.

Miga tak mengelak saat ini ramai kabar penimbunan masker di sejumlah kota. Di Tuban, dia memastikan pasokan sudah aman. Jika satu distributor mematok harga lebih mahal, pengelola apotek sudah menyiasati dengan mencari pasokan dari distributor lainnya. ‘’Percuma memanfaatkan momentum dengan menimbun masker, karena pabrik bisa saja memroduksi masker lebih banyak sehingga pasokan selalu terpenuhi setiap saat,’’ ujar dia.

Baca Juga :  Cegah Penyebaran Covid-19, BPJAMSOSTEK Aktifkan Protokol Lapak Asik

Terpisah, Isma Hartatik, apoteker penanggung jawab salah satu apotek di Tuban membenarkan masker sempat langka selama 2-3 pekan. Pasokan kembali normal akhir Februari lalu karena sejumlah pabrik menambah produksi lebih banyak dari biasanya. Sehingga, pasokan kembali terpenuhi. ‘’Bulan lalu saya cari di tiga distributor masker di Jawa Timur kondisinya sama, kosong semua,’’ ujar dia.

Untuk saat ini, Isma memastikan pasokan masker sudah normal. Belum terlihat tanda-tanda kenaikan kebutuhan. Meski demikian, dia mengimbau masyarakat untuk tidak panik.

Menurut Isma, kelangkaan masker dipastikan tidak akan terjadi lama, menyusul kebijakan Kementerian Kesehatan yang meminta menambah produksi masker. ‘’Sementara ini kondisi pasokan sudah normal, tapi harga masih sedikit lebih mahal,’’ tambah dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/