alexametrics
25.1 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Lahirkan Pejabat yang Inovatif dan Berintegritas

TUBAN, Radar Tuban – Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan ke-1 Tahun 2020 pejabat eselon III Pemkab Tuban resmi dibuka kemarin (3/3). Upacara pembukaan yang berlangsung di Wilis Hill Resort, Kecamatan Jenu itu dipimpin Wakil Bupati Tuban Ir. Noor Nahar Hussein, M.Si.
Dalam sambutannya, wabup menyampaikan pentingnya pelatihan kepemimpinan untuk pejabat administrator atau eselon III. Sebab, ujung tombak keberhasilan pemerintahan ada pada eselon III ke bawah. Keberhasilan penilaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) misalnya. Titik kunci penilaian SAKIP adalah pada eselon III. Karena pejabat administrator yang akan menerjemahkan visi-misi kepala daerah, RPJMD (rencana pembangunan jangka menengah daerah), hingga kebijakan masing-masing kepala dinas dalam menerjemahkan visi-misi kepala daerah.
‘’Titik krusial penilaian SAKIP adalah di eselon III. Merekalah yang berkontribusi besar atas penilaian SAKIP. Hitung-hitungannya, SAKIP bisa mendapat nilai A atau tidak, itu tergantung eselon III. Sebab, merekalah yang menerjemahkan visi-misi kepala daerah dari mulai kebijakan eselon II hingga meneruskan ke staf,’’ terang wabup.
Karena itulah, lanjut wabup, penting untuk dilaksanakan pelatihan kepemimpinan bagi pejabat eselon III. Terlebih, di era disrupsi seperti sekarang ini. Di mana zaman berubah dengan sangat cepat. Dibutuhkan sosok pejabat yang memiliki keterampilan dan kompetensi yang mumpuni di bidangnya masing-masing. Harapannya, bisa melahirkan banyak inovasi dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. ‘’Jadi, pelatihan kepemimpinan ini bisa menjadi bekal dalam menjawab tantangan pelayanan di era disrupsi,’’ tegas dia.
Senada disampaikan Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusis (BPSDM) Provinsi Jawa Timur Dr. Sucipto, SH.,M.Si. Menurutnya, sekarang adalah era building learning orientation. Di mana sebuah organisasi tidak membedakan jabatan dan perbedaan yang lain. Namun, lebih mengedepankan inovasi. Artinya, setiap pejabat dituntut untuk berinovasi. Tidak lagi bekerja pada zona nyaman dan liner-linier saja.
Setidaknya, lanjut Sucipto, di era revolusi industri 4.0 sekarang ini, ada dua tantangan yang diminta masyarakat. Pertama, tuntutan masyarakat terhadap kualitas kepemimpinan pejabat. Kedua, tuntutan masyarakat terhadap perubahan dan perbaikan pelayanan.
Utamanya terhadap pelayanan dasar, seperti pelayanan kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. ‘’Karena itu, di era revolusi industri 4.0 seperti sekarang ini dituntut adanya pemimpin yang transformatif. Seorang pemimpin yang memiliki banyak ide dan gagasan sekaligus mampu menjadi teladan dalam melayani masyarakat,’’ tuturnya.
Sucipto berharap, dengan adanya pelatihan kepemimpinan bisa melahirkan banyak pemimpin yang transformatif. Pemimpin yang inovatif, melayani, dan mampu menjadi teladan.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tuban Drs. M. Nur Hasan, M.Si. menyampaikan, kegiatan pelatihan kepemimpinan administrator angkatan ke-1 ini diikuti 30 pejabat administrator atau eselon III di lingkup Pemkab Tuban. Sesuai jadwal, pelatihan kepemimpinan bakal berlangsung kurang lebih sekitar tiga bulan. Dimulai kemarin (3/3) dan berakhir 11 Juni mendatang. Seluruh kegiatan pelatihan dipusatkan di Wilis Hill Resort.
Nur Hasan menyampaikan, tujuan kegiatan tersebut adalah untuk membangun karakter dan sikap perilaku kepemimpinan Pancasila yang berintegritas, menjunjung tinggi etika birokrasi yang berwawasan kebangsaan, serta bertanggung jawab dalam memimpin seluruh kegiatan pelayanan di unit instansi masing-masing.
Selain itu, juga untuk mengaktualisasikan kepemimpinan yang kinerjanya sesuai dengan bidang tugasnya secara inovatif, kolaboratif, dan mampu mengoptimalkan seluruh potensi sumber daya internal maupun eksternal. ‘’Dan tujuan akhir dari itu semua adalah meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Pendampingan Bantuan Keuangan Desa Harus Maksimal

TUBAN, Radar Tuban – Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan ke-1 Tahun 2020 pejabat eselon III Pemkab Tuban resmi dibuka kemarin (3/3). Upacara pembukaan yang berlangsung di Wilis Hill Resort, Kecamatan Jenu itu dipimpin Wakil Bupati Tuban Ir. Noor Nahar Hussein, M.Si.
Dalam sambutannya, wabup menyampaikan pentingnya pelatihan kepemimpinan untuk pejabat administrator atau eselon III. Sebab, ujung tombak keberhasilan pemerintahan ada pada eselon III ke bawah. Keberhasilan penilaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) misalnya. Titik kunci penilaian SAKIP adalah pada eselon III. Karena pejabat administrator yang akan menerjemahkan visi-misi kepala daerah, RPJMD (rencana pembangunan jangka menengah daerah), hingga kebijakan masing-masing kepala dinas dalam menerjemahkan visi-misi kepala daerah.
‘’Titik krusial penilaian SAKIP adalah di eselon III. Merekalah yang berkontribusi besar atas penilaian SAKIP. Hitung-hitungannya, SAKIP bisa mendapat nilai A atau tidak, itu tergantung eselon III. Sebab, merekalah yang menerjemahkan visi-misi kepala daerah dari mulai kebijakan eselon II hingga meneruskan ke staf,’’ terang wabup.
Karena itulah, lanjut wabup, penting untuk dilaksanakan pelatihan kepemimpinan bagi pejabat eselon III. Terlebih, di era disrupsi seperti sekarang ini. Di mana zaman berubah dengan sangat cepat. Dibutuhkan sosok pejabat yang memiliki keterampilan dan kompetensi yang mumpuni di bidangnya masing-masing. Harapannya, bisa melahirkan banyak inovasi dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. ‘’Jadi, pelatihan kepemimpinan ini bisa menjadi bekal dalam menjawab tantangan pelayanan di era disrupsi,’’ tegas dia.
Senada disampaikan Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusis (BPSDM) Provinsi Jawa Timur Dr. Sucipto, SH.,M.Si. Menurutnya, sekarang adalah era building learning orientation. Di mana sebuah organisasi tidak membedakan jabatan dan perbedaan yang lain. Namun, lebih mengedepankan inovasi. Artinya, setiap pejabat dituntut untuk berinovasi. Tidak lagi bekerja pada zona nyaman dan liner-linier saja.
Setidaknya, lanjut Sucipto, di era revolusi industri 4.0 sekarang ini, ada dua tantangan yang diminta masyarakat. Pertama, tuntutan masyarakat terhadap kualitas kepemimpinan pejabat. Kedua, tuntutan masyarakat terhadap perubahan dan perbaikan pelayanan.
Utamanya terhadap pelayanan dasar, seperti pelayanan kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. ‘’Karena itu, di era revolusi industri 4.0 seperti sekarang ini dituntut adanya pemimpin yang transformatif. Seorang pemimpin yang memiliki banyak ide dan gagasan sekaligus mampu menjadi teladan dalam melayani masyarakat,’’ tuturnya.
Sucipto berharap, dengan adanya pelatihan kepemimpinan bisa melahirkan banyak pemimpin yang transformatif. Pemimpin yang inovatif, melayani, dan mampu menjadi teladan.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tuban Drs. M. Nur Hasan, M.Si. menyampaikan, kegiatan pelatihan kepemimpinan administrator angkatan ke-1 ini diikuti 30 pejabat administrator atau eselon III di lingkup Pemkab Tuban. Sesuai jadwal, pelatihan kepemimpinan bakal berlangsung kurang lebih sekitar tiga bulan. Dimulai kemarin (3/3) dan berakhir 11 Juni mendatang. Seluruh kegiatan pelatihan dipusatkan di Wilis Hill Resort.
Nur Hasan menyampaikan, tujuan kegiatan tersebut adalah untuk membangun karakter dan sikap perilaku kepemimpinan Pancasila yang berintegritas, menjunjung tinggi etika birokrasi yang berwawasan kebangsaan, serta bertanggung jawab dalam memimpin seluruh kegiatan pelayanan di unit instansi masing-masing.
Selain itu, juga untuk mengaktualisasikan kepemimpinan yang kinerjanya sesuai dengan bidang tugasnya secara inovatif, kolaboratif, dan mampu mengoptimalkan seluruh potensi sumber daya internal maupun eksternal. ‘’Dan tujuan akhir dari itu semua adalah meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Chrisna Toserba, Mitra Belanja Terpercaya

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/