alexametrics
23.5 C
Bojonegoro
Wednesday, August 10, 2022

Kapolres: Penimbunan Masker Bisa Dipidana

KABAR dugaan penimbunan masker yang viral di media sosial (medsos) mendapat atensi dari Kapolres Tuban AKBP Ruruh Wicaksono.

Orang nomor satu di Polres Tuban itu menegaskan, penimbunan barang atau kebutuhan vital hingga menyebabkan kelangkaan bisa dipidana. Karena itu, Ruruh mengingatkan seluruh pelaku usaha maupun perseorangan agar tidak melanggar hal tersebut.

Larangan penimbunan benda atau barang, terang dia, diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Pada pasal 107 perundangan itu disebutkan larangan terhadap pelaku usaha yang menyimpan barang kebutuhan pokok atau barang penting pada saat terjadi kelangkaan barang dan gejolak harga. Ancaman pidananya kurungan penjara paling lama 5 tahun dan atau pidana denda paling banyak Rp 50 miliar.

Baca Juga :  Penuh Makna, Peringatan HUT ke-26 TPPI

Ruruh menegaskan, penimbun masker untuk mengeruk keuntungan pribadi atau golongan dapat berhadapan dengan aparat hukum. Dia juga menyarankan masyarakat yang mengetahui ulah penimbunan untuk melapor kepada kesatuannya. Sebab, sekarang ini penimbunan masker dapat mengakibatkan keresahan masyarakat. ’’Segala bentuk penimbunan yang merugikan masyarakat melanggar undang-undang dan dapat dipidana (termasuk masker),” tegas dia.

Hingga saat ini, perwira lulusan Akpol 2000 itu memastikan di Tuban belum ada dugaan pelaku penimbunan masker. Harga masker pun masih terpantau normal. Anggotanya juga intens memantau situasi di lapangan.

Jika diindikasi ada penjualan masker dengan harga tak wajar, akan ditelusuri apakah ada dugaan penimbunan atau sebab lain.

Mantan Kapolres Madiun ini juga mengingatkan kepada siapa pun untuk tidak mengambil kesempatan di tengah kesulitan masyarakat. Penimbunan selain melanggar hukum, juga dapat merugikan diri sendiri dan masyarakat luas.

Baca Juga :  Kapas dan Dander Masuk Ruang Perkotaan

Di bagian lain, Ruruh juga mengingatkan masyarakat untuk tidak panik. ‘’Jika menemukan penjual masker di atas harga normal, lebih baik mencari di tempat lain yang lebih murah,’’ imbaunya.

KABAR dugaan penimbunan masker yang viral di media sosial (medsos) mendapat atensi dari Kapolres Tuban AKBP Ruruh Wicaksono.

Orang nomor satu di Polres Tuban itu menegaskan, penimbunan barang atau kebutuhan vital hingga menyebabkan kelangkaan bisa dipidana. Karena itu, Ruruh mengingatkan seluruh pelaku usaha maupun perseorangan agar tidak melanggar hal tersebut.

Larangan penimbunan benda atau barang, terang dia, diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Pada pasal 107 perundangan itu disebutkan larangan terhadap pelaku usaha yang menyimpan barang kebutuhan pokok atau barang penting pada saat terjadi kelangkaan barang dan gejolak harga. Ancaman pidananya kurungan penjara paling lama 5 tahun dan atau pidana denda paling banyak Rp 50 miliar.

Baca Juga :  Kapas dan Dander Masuk Ruang Perkotaan

Ruruh menegaskan, penimbun masker untuk mengeruk keuntungan pribadi atau golongan dapat berhadapan dengan aparat hukum. Dia juga menyarankan masyarakat yang mengetahui ulah penimbunan untuk melapor kepada kesatuannya. Sebab, sekarang ini penimbunan masker dapat mengakibatkan keresahan masyarakat. ’’Segala bentuk penimbunan yang merugikan masyarakat melanggar undang-undang dan dapat dipidana (termasuk masker),” tegas dia.

Hingga saat ini, perwira lulusan Akpol 2000 itu memastikan di Tuban belum ada dugaan pelaku penimbunan masker. Harga masker pun masih terpantau normal. Anggotanya juga intens memantau situasi di lapangan.

Jika diindikasi ada penjualan masker dengan harga tak wajar, akan ditelusuri apakah ada dugaan penimbunan atau sebab lain.

Mantan Kapolres Madiun ini juga mengingatkan kepada siapa pun untuk tidak mengambil kesempatan di tengah kesulitan masyarakat. Penimbunan selain melanggar hukum, juga dapat merugikan diri sendiri dan masyarakat luas.

Baca Juga :  Hasil Kolaborasi dan Koordinasi Antarkan Polres Tuban Raih Penghargaan

Di bagian lain, Ruruh juga mengingatkan masyarakat untuk tidak panik. ‘’Jika menemukan penjual masker di atas harga normal, lebih baik mencari di tempat lain yang lebih murah,’’ imbaunya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/