alexametrics
26 C
Bojonegoro
Saturday, May 21, 2022

Butuh Solusi Tepat

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Pedagang Pasar Kota memenuhi pendapa Pemkab Bojonegoro kemarin siang (3/1). Menghadiri undangan sosialisasi dan penjelasan tata cara perpindahan ke Pasar Wisata. Namun, sikap para pedagang tetap sama. Yakni, menolak rencana relokasi ke pasar yang baru selesai dibangun.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Kota Bojonegoro Wasito mengatakan, bahwa pedagang tetap dengan keputusan awal menolak rencana relokasi. Alasannya, selama ini pedagang sama sekali tidak diajak musyawarah terkait dengan pembangunan maupun rencana relokasi pasar. 

‘’Memindahkan pedagang tidak semudah memindahkan kantor. Kalau kantor bisa pindah dengan mudah. Ini ada kesejahteraan pedagang,’’ ungkapnya.

Wasito menjelaskan, sosialisasi ini hanya penjelasan. Bukan keputusan final. Karena itu, pihaknya tidak bisa menerima rencana perpindahan itu. ‘’Seharusnya saat pembangunan kami ini diajak musyawarah dulu. Bagaimana baiknya. Tapi, selama ini tidak ada sosialisasi sama sekali,’’ keluhnya.

Usai dari pemkab, para pedagang selanjutnya mendatangi kantor DPRD setempat. Para pedagang ditemui Ketua DPRD Imam Sholikin dan Wakil Ketua DPRD Sukur Priyanto. 

Sukur pun menemui ratusan pedagang yang unjuk rasa di depan gedung DPRD. Menurutnya, merelokasi pasar tidak mudah. Tentunya rumit, karena berhadapan dengan ribuan pedagang. “Sejujurnya kami tidak melarang adanya pasar baru. Karena pembangunan demi perekonomian yang labih baik tentu harus didorong,” ucapnya.

Baca Juga :  SMPN 1 Palang 10 Besar Terbaik Wajah Bahasa Nasional

Namun, seharusnya sedari awal adanya mitigasi serta sosialisasi secara intensif kepada seluruh pedagang yang akan direlokasi tersebut. Kalau dilihat dari penolakan pedagang, pendekatannya cukup minim. “Saya percaya kalau pedagang tahu pasar baru itu representatif dan sesuai standardisasi pasar, tanpa dipaksa pindah, mereka bakal sukarela pindah sendiri. Tapi, kalau pedagang tidak diajak berunding bersama, tentu sulit,” ujarnya.

Sukur menambahkan, rencananya besok Kamis (6/1) akan mengundang perwakilan pedagang Pasar Kota, dinas perdagangan, koperasi, dan usaha mikro, PD Pasar, serta badan perencanaaan dan pembangunan daerah (bappeda) untuk mencarikan solusi terbaik. 

“Kami dari awal sudah memperingatkan dinas perdagangan untuk mengantisipasi. Karena ribuan pedagang itu tentu punya banyak pertimbangan ketika mereka tiba-tiba disuruh pindah begitu saja, tanpa adanya kejelasan,” bebernya. 

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Sukaemi menjelaskan, dalam waktu dekat pihaknya melakukan pengumumam secara resmi bahwa Pasar Kota Bojonegoro pindah ke Pasar Wisata. ‘’Pasar wisata ini akan mengakomodir semua sektor. Baik pedagang pasar kota maupun UKM,’’ ungkap Sukaemi.

Baca Juga :  Bupati Lindra Serius Tangani Penyebab Banjir

Kemmi, sapaanya, melanjutkan, untuk memperlancar aktivitas jual beli, pasar dibangun dua lantai. Jalan depan pasar akan dicor. Saat ini jalan masih paving. ‘’Sarana-sarana dibutuhkan akan ditambah,’’ujarnya.

Pedagang yang ada di Jalan Lettu Suwolo akan ditertibkan. Mereka akan diakomodir di Pasar Wisata. Sehingga, pasar itu akan benar-benar ramai. 

Untuk operasional para pedagang tidak perlu membeli stan. Pedagang hanya perlu sewa tahunan ke pemkab. Pembayaran dilakukan setiap bulan dengan biaya terjangkau. ‘’Pedagang tidak disuruh beli,’’ tutur Kemmi.

Harga sewa saat ini masih kajian oleh tim appraisal. Namun, perkiraan harga sewa tidak jauh berbeda dengan Pasar Banjarejo. Di Pasar Banjarejo harga sewa stan ukuran 3×5 meter yakni Rp 286 ribu per bulan untuk lantai bawah. Sedangkan lantai atas dengan ukuran sama harganya Rp 288 ribu per bulan. ‘’Ukuran di bawah itu tentu lebih murah,’’ tutur mantan Camat Tambakrejo itu.

Selama Januari ini, lanjut Kemmi, para pedagang tidak dituntut membayar sewa. Sebab, bulan ini masih perlu waktu penataan barang dagangan dan perpindahan.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Pedagang Pasar Kota memenuhi pendapa Pemkab Bojonegoro kemarin siang (3/1). Menghadiri undangan sosialisasi dan penjelasan tata cara perpindahan ke Pasar Wisata. Namun, sikap para pedagang tetap sama. Yakni, menolak rencana relokasi ke pasar yang baru selesai dibangun.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Kota Bojonegoro Wasito mengatakan, bahwa pedagang tetap dengan keputusan awal menolak rencana relokasi. Alasannya, selama ini pedagang sama sekali tidak diajak musyawarah terkait dengan pembangunan maupun rencana relokasi pasar. 

‘’Memindahkan pedagang tidak semudah memindahkan kantor. Kalau kantor bisa pindah dengan mudah. Ini ada kesejahteraan pedagang,’’ ungkapnya.

Wasito menjelaskan, sosialisasi ini hanya penjelasan. Bukan keputusan final. Karena itu, pihaknya tidak bisa menerima rencana perpindahan itu. ‘’Seharusnya saat pembangunan kami ini diajak musyawarah dulu. Bagaimana baiknya. Tapi, selama ini tidak ada sosialisasi sama sekali,’’ keluhnya.

Usai dari pemkab, para pedagang selanjutnya mendatangi kantor DPRD setempat. Para pedagang ditemui Ketua DPRD Imam Sholikin dan Wakil Ketua DPRD Sukur Priyanto. 

Sukur pun menemui ratusan pedagang yang unjuk rasa di depan gedung DPRD. Menurutnya, merelokasi pasar tidak mudah. Tentunya rumit, karena berhadapan dengan ribuan pedagang. “Sejujurnya kami tidak melarang adanya pasar baru. Karena pembangunan demi perekonomian yang labih baik tentu harus didorong,” ucapnya.

Baca Juga :  Perlu Intervensi Pemerintah Kontrol HPP Gabah

Namun, seharusnya sedari awal adanya mitigasi serta sosialisasi secara intensif kepada seluruh pedagang yang akan direlokasi tersebut. Kalau dilihat dari penolakan pedagang, pendekatannya cukup minim. “Saya percaya kalau pedagang tahu pasar baru itu representatif dan sesuai standardisasi pasar, tanpa dipaksa pindah, mereka bakal sukarela pindah sendiri. Tapi, kalau pedagang tidak diajak berunding bersama, tentu sulit,” ujarnya.

Sukur menambahkan, rencananya besok Kamis (6/1) akan mengundang perwakilan pedagang Pasar Kota, dinas perdagangan, koperasi, dan usaha mikro, PD Pasar, serta badan perencanaaan dan pembangunan daerah (bappeda) untuk mencarikan solusi terbaik. 

“Kami dari awal sudah memperingatkan dinas perdagangan untuk mengantisipasi. Karena ribuan pedagang itu tentu punya banyak pertimbangan ketika mereka tiba-tiba disuruh pindah begitu saja, tanpa adanya kejelasan,” bebernya. 

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Sukaemi menjelaskan, dalam waktu dekat pihaknya melakukan pengumumam secara resmi bahwa Pasar Kota Bojonegoro pindah ke Pasar Wisata. ‘’Pasar wisata ini akan mengakomodir semua sektor. Baik pedagang pasar kota maupun UKM,’’ ungkap Sukaemi.

Baca Juga :  UFO Electronic, Pusat Perbelanjaan Elektronik Terlengkap di Tuban

Kemmi, sapaanya, melanjutkan, untuk memperlancar aktivitas jual beli, pasar dibangun dua lantai. Jalan depan pasar akan dicor. Saat ini jalan masih paving. ‘’Sarana-sarana dibutuhkan akan ditambah,’’ujarnya.

Pedagang yang ada di Jalan Lettu Suwolo akan ditertibkan. Mereka akan diakomodir di Pasar Wisata. Sehingga, pasar itu akan benar-benar ramai. 

Untuk operasional para pedagang tidak perlu membeli stan. Pedagang hanya perlu sewa tahunan ke pemkab. Pembayaran dilakukan setiap bulan dengan biaya terjangkau. ‘’Pedagang tidak disuruh beli,’’ tutur Kemmi.

Harga sewa saat ini masih kajian oleh tim appraisal. Namun, perkiraan harga sewa tidak jauh berbeda dengan Pasar Banjarejo. Di Pasar Banjarejo harga sewa stan ukuran 3×5 meter yakni Rp 286 ribu per bulan untuk lantai bawah. Sedangkan lantai atas dengan ukuran sama harganya Rp 288 ribu per bulan. ‘’Ukuran di bawah itu tentu lebih murah,’’ tutur mantan Camat Tambakrejo itu.

Selama Januari ini, lanjut Kemmi, para pedagang tidak dituntut membayar sewa. Sebab, bulan ini masih perlu waktu penataan barang dagangan dan perpindahan.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/