alexametrics
27.3 C
Bojonegoro
Saturday, May 28, 2022

Dropping Direncanakan hingga Akhir November

TUBAN, Radar Tuban – Hujan awal musim penghujan yang masih bersifat parsial belum menolong kondisi kekeringan yang terjadi pada 27 desa di 9 kecamatan di Kabupaten Tuban. Terlebih, kekeringan melanda hampir separo kecamatan di Bumi Ronggolawe.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban merencanakan dropping air bersih masih berlanjut hingga akhir November.
Kepala BPBD Tuban Yudi Irwanto mengatakan, berdasar rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tuban, Tuban masuk peta musim penghujan. Namun, hujan yang belum merata memicu sejumlah daerah mengalami kekeringan parah. ‘’Hujan belum merata, jadi direncanakan dropping masih dilakukan hingga akhir November,’’ terangnya.
Mantan kabag umum setda ini mengatakan, dropping air bersih bisa sewaktu-waktu dihentikan apabila kondisi cuaca berubah. Misalnya, jika hujan sudah merata dan sumber air di daerah kekeringan sudah mengucur.
Sampai kemarin, kata Yudi, belum ada desa yang membatalkan laporan kekeringan di wilayahnya. ‘’Desa yang masuk daerah kekeringan parah masih belum hujan, jadi tetap menunggu dropping air bersih,’’ ujarnya.
Yudi menjelaskan, awal musim penghujan tak lantas membuat BPBD Tuban membatalkan dropping air bersih.
Mengacu kondisi tahun-tahun sebelumnya, kebutuhan air bersih tetap dibutuhkan sejumlah desa karena kondisi alam yang berbeda. Meski hujan sudah turun di beberapa desa, namun sumber air masih kering. Masih butuh waktu. ‘’Karena itu, yang di-dropping air bersih jika status desanya sudah kritis dan tidak bisa mengandalkan sumber air,’’ ujarnya.  
Yudi mengatakan, dropping air bersih sudah dijadwalkan untuk 35 desa di 8 kecamatan. Beberapa kecamatan yang masuk kategori kritis atau darurat air bersih, antara lain, desa-desa di Kecamatan Parengan, Grabagan, Soko, dan Semanding.

Baca Juga :  Komitmen Memperkuat Kerja Sama Global

TUBAN, Radar Tuban – Hujan awal musim penghujan yang masih bersifat parsial belum menolong kondisi kekeringan yang terjadi pada 27 desa di 9 kecamatan di Kabupaten Tuban. Terlebih, kekeringan melanda hampir separo kecamatan di Bumi Ronggolawe.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban merencanakan dropping air bersih masih berlanjut hingga akhir November.
Kepala BPBD Tuban Yudi Irwanto mengatakan, berdasar rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tuban, Tuban masuk peta musim penghujan. Namun, hujan yang belum merata memicu sejumlah daerah mengalami kekeringan parah. ‘’Hujan belum merata, jadi direncanakan dropping masih dilakukan hingga akhir November,’’ terangnya.
Mantan kabag umum setda ini mengatakan, dropping air bersih bisa sewaktu-waktu dihentikan apabila kondisi cuaca berubah. Misalnya, jika hujan sudah merata dan sumber air di daerah kekeringan sudah mengucur.
Sampai kemarin, kata Yudi, belum ada desa yang membatalkan laporan kekeringan di wilayahnya. ‘’Desa yang masuk daerah kekeringan parah masih belum hujan, jadi tetap menunggu dropping air bersih,’’ ujarnya.
Yudi menjelaskan, awal musim penghujan tak lantas membuat BPBD Tuban membatalkan dropping air bersih.
Mengacu kondisi tahun-tahun sebelumnya, kebutuhan air bersih tetap dibutuhkan sejumlah desa karena kondisi alam yang berbeda. Meski hujan sudah turun di beberapa desa, namun sumber air masih kering. Masih butuh waktu. ‘’Karena itu, yang di-dropping air bersih jika status desanya sudah kritis dan tidak bisa mengandalkan sumber air,’’ ujarnya.  
Yudi mengatakan, dropping air bersih sudah dijadwalkan untuk 35 desa di 8 kecamatan. Beberapa kecamatan yang masuk kategori kritis atau darurat air bersih, antara lain, desa-desa di Kecamatan Parengan, Grabagan, Soko, dan Semanding.

Baca Juga :  Kekeringan Mendekati Kawasan Kota

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/