alexametrics
28.7 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Lesu, 182 Karyawan Dirumahkan, 25 Di PHK

Radar Tuban – Era adaptasi kebiasaan baru di Tuban tak banyak menolong sektor perhotelan. Terbukti, bisnis hotel dan rumah sewa masih lesu. Sejumlah pengelola hotel melaporkan, ratusan karyawan yang awalnya dirumahkan, kini perlahan dilakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Alasannya, okupansi atau tingkat hunian hotel tak sanggup menutup biaya operasional hotel.

Alasannya, okupansi atau tingkat hunian hotel tak sanggup menutup biaya operasional hotel. Kabid Hubungan Industrial Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTS dan Naker) Tuban Wadiono mencatat 207 karyawan dilaporkan terdampak pandemi.

Rinciannya, 182 karyawan dirumahkan dan 25 karyawan di-PHK. Dijelaskan dia, dari 24 perusahaan yang melaporkan merumahkan karyawannya, 12 diantaranya dari sektor perhotelan. Total karyawan hotel yang dirumahkan 112 orang dan 16 orang lainnya di-PHK.

Baca Juga :  Wapres Serahkan Manfaat Program dan Beasiswa BPJS Ketenagakerjaan

Dua langkah penyelamatan tersebut dilaporkan pengelola hotel sejak pandemi melanda Tuban akhir Maret hingga awal September. ‘’Terbanyak hotel. Kedua ditempati restoran. Sisanya usaha lain,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Mantan kabid penegak perda Satpol PP Tuban itu mengatakan, sejumlah karyawan hotel yang di-PHT awalnya dirumahkan. Namun, kondisi Tuban yang tak kunjung membaik, membuat pengelola hotel memutuskan hubungan kerja dengan syarat memberikan pesangon. ‘’Ratusan pekerja yang di rumahkan belum dipekerjakan kembali karena kondisi Tuban kembali zona merah,’’ kata dia.

Dijelaskan Wadiono, selama 6 bulan pandemi, sudah 182 karyawan yang dirumahkan. Sementara 25 orang di PHK. Selain 12 hotel, sektor lain yang terdampak, antara lain, 4 restoran, 3 jasa konstruksi, dan 2 area bermain. ‘’Karyawan yang dirumahkan wajib kembali dipanggil bekerja, bagi karyawan yang di-PHK wajib diberikan pesangon. Keduanya harus disepakati bersama,’’ jelas dia.

Baca Juga :  Bupati Apresiasi Liga Santri Nusantara 2019

Mantan kabid penegakan perundang-undangan Satpol PP Tuban itu lebih lanjut mengatakan, meski sejumlah hotel sudah mulai menerima tamu dari perusahaan dan industri, nyatanya tak mendongkrak pemasukan. Sebagian besar hotel kelimpungan karena kesulitan menutup operasionalnya. ‘’Apa lagi sekarang kembali zona merah, jadi tamu yang datang semakin berkurang,’’ ujar dia.

Radar Tuban – Era adaptasi kebiasaan baru di Tuban tak banyak menolong sektor perhotelan. Terbukti, bisnis hotel dan rumah sewa masih lesu. Sejumlah pengelola hotel melaporkan, ratusan karyawan yang awalnya dirumahkan, kini perlahan dilakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Alasannya, okupansi atau tingkat hunian hotel tak sanggup menutup biaya operasional hotel.

Alasannya, okupansi atau tingkat hunian hotel tak sanggup menutup biaya operasional hotel. Kabid Hubungan Industrial Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTS dan Naker) Tuban Wadiono mencatat 207 karyawan dilaporkan terdampak pandemi.

Rinciannya, 182 karyawan dirumahkan dan 25 karyawan di-PHK. Dijelaskan dia, dari 24 perusahaan yang melaporkan merumahkan karyawannya, 12 diantaranya dari sektor perhotelan. Total karyawan hotel yang dirumahkan 112 orang dan 16 orang lainnya di-PHK.

Baca Juga :  BAZNAS Tuban Salurkan Rp 870 Juta Beasiswa Kemerdekaan

Dua langkah penyelamatan tersebut dilaporkan pengelola hotel sejak pandemi melanda Tuban akhir Maret hingga awal September. ‘’Terbanyak hotel. Kedua ditempati restoran. Sisanya usaha lain,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Mantan kabid penegak perda Satpol PP Tuban itu mengatakan, sejumlah karyawan hotel yang di-PHT awalnya dirumahkan. Namun, kondisi Tuban yang tak kunjung membaik, membuat pengelola hotel memutuskan hubungan kerja dengan syarat memberikan pesangon. ‘’Ratusan pekerja yang di rumahkan belum dipekerjakan kembali karena kondisi Tuban kembali zona merah,’’ kata dia.

Dijelaskan Wadiono, selama 6 bulan pandemi, sudah 182 karyawan yang dirumahkan. Sementara 25 orang di PHK. Selain 12 hotel, sektor lain yang terdampak, antara lain, 4 restoran, 3 jasa konstruksi, dan 2 area bermain. ‘’Karyawan yang dirumahkan wajib kembali dipanggil bekerja, bagi karyawan yang di-PHK wajib diberikan pesangon. Keduanya harus disepakati bersama,’’ jelas dia.

Baca Juga :  Bupati Apresiasi Liga Santri Nusantara 2019

Mantan kabid penegakan perundang-undangan Satpol PP Tuban itu lebih lanjut mengatakan, meski sejumlah hotel sudah mulai menerima tamu dari perusahaan dan industri, nyatanya tak mendongkrak pemasukan. Sebagian besar hotel kelimpungan karena kesulitan menutup operasionalnya. ‘’Apa lagi sekarang kembali zona merah, jadi tamu yang datang semakin berkurang,’’ ujar dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/