alexametrics
25.2 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Tuban Sulit Beranjak dari Zona Oranye

Radar Tuban – Penambahan kasus terkonfirmasi baru yang terus muncul dalam dua pekan terakhir membuat Kabupaten Tuban sulit keluar dari zona oranye. Bahkan, kemungkinan besar status zona oranye ini masih akan bertahan hingga beberapa pekan ke depan.

Sebagaimana diketahui, kini metode penghitungan untuk menentukan status zona dilakukan setiap dua pekan atau 14 hari. Nah, dalam dua pekan terakhir ini Ka bupaten Tuban masih terjebak di zona oranye. Pemicunya, penambahan kasus terkonfirmasi baru yang masih terus muncul.

‘’Selama kasus terkonfirmasi baru masih terus muncul, maka selama itu pula kita sulit naik status ke zona ku ning maupun hijau,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan Tuban Bambang Priyo Utomo ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, kemarin (2/8).

Bambang menjelaskan, dalam dua pekan terakhir ini rerata penambahan kasus positif baru masih lebih 50 persen dari angka puncak kasus. Diketahui, angka puncak kasus terkonfirmasi baru dalam dua pekan terakhir adalah 18 pasien yang terjadi pada 14 Juli lalu.

Baca Juga :  Kemenkeu Tambah Anggaran Covid Sebanyak 15 Miliar

Selanjutnya, pada 18 Juli terdapat penambahan lagi sebanyak sebelas orang. Artinya, rerata penambahan kasus ter tinggi yang terjadi masih melebihi separo dari angka puncak, yakni 18:11. ‘’Makanya (Tuban, Red) masih bertahan di zona oranye,’’ terang pejabat yang merangkap sebagai anggota satuan tugas penanganan covid itu.

Sementara itu, dalam periode lanjutan (dua pekan berikutnya), selama sepekan terakhir ini sudah ditemukan penambahan kasus baru sebanyak 17 pasien. Kemungkinan besar penambahan kasus yang terjadi pada 28 Juli itu akan menjadi angka puncak penambahan kasus baru.

Dan, jika sampai sepekan ke depan tidak ada penambahan kasus lagi yang melebihi separo dari angka puncak 17 pasien tersebut, kemungkinan skor penghitungannya akan membantu Kabupaten Tuban masuk ke zona kuning, minimal. ‘’Alhamdulillah, penambahan kasus baru tidak banyak. Seperti hari ini, ada penambahan satu pasien ter konfirmasi baru,’’ ungkapnya.

Penambahan kasus baru ini, lanjut Bambang, berasal dari Kecamatan Singgahan. Kasus baru ini sekaligus menambah daftar panjang ditemukannya warga yang terpapar virus korona di kecamatan setempat setelah beberapa bulan nol kasus. Dengan begitu, saat ini total kasus positif di kecamatan setempat sebanyak empat orang. Satu diantaranya meninggal dunia. Sehingga tersisa tiga yang masih menjalani perawatan.

Baca Juga :  Penerimaan PBB-P2 2019 Lampaui Target

Pada bagian lain, dalam tiga hari terakhir ini penambahan angka kesembuhan juga masih tersendat. Belum ada pasien sembuh baru. Total pasien yang masih menjalani perawatan sebanyak 38 orang. Rinciannya, 18 pasien menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing karena sehat, kemudian lima pasien menjalani isolasi di rumah isolasi, 12 pasien dirawat di RSUD Koesma Tuban, dan sisa tiga pasien lagi dirawat di RSUD Sosodoro Djatikoesoema Bojonegoro.

Adapun total pasien yang sembuh sebanyak 146 orang. ‘’(Sembuh baru, Red) masih menunggu masa isolasi sepuluh hari. Insya Allah sepuluh hari ke depan akan banyak yang sembuh. Dan, semoga juga tidak ada penambahan kasus terkonfirmasi baru,’’ tandasnya.

Radar Tuban – Penambahan kasus terkonfirmasi baru yang terus muncul dalam dua pekan terakhir membuat Kabupaten Tuban sulit keluar dari zona oranye. Bahkan, kemungkinan besar status zona oranye ini masih akan bertahan hingga beberapa pekan ke depan.

Sebagaimana diketahui, kini metode penghitungan untuk menentukan status zona dilakukan setiap dua pekan atau 14 hari. Nah, dalam dua pekan terakhir ini Ka bupaten Tuban masih terjebak di zona oranye. Pemicunya, penambahan kasus terkonfirmasi baru yang masih terus muncul.

‘’Selama kasus terkonfirmasi baru masih terus muncul, maka selama itu pula kita sulit naik status ke zona ku ning maupun hijau,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan Tuban Bambang Priyo Utomo ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, kemarin (2/8).

Bambang menjelaskan, dalam dua pekan terakhir ini rerata penambahan kasus positif baru masih lebih 50 persen dari angka puncak kasus. Diketahui, angka puncak kasus terkonfirmasi baru dalam dua pekan terakhir adalah 18 pasien yang terjadi pada 14 Juli lalu.

Baca Juga :  Jalur Kereta Api Tuban - Lasem Belum Fix

Selanjutnya, pada 18 Juli terdapat penambahan lagi sebanyak sebelas orang. Artinya, rerata penambahan kasus ter tinggi yang terjadi masih melebihi separo dari angka puncak, yakni 18:11. ‘’Makanya (Tuban, Red) masih bertahan di zona oranye,’’ terang pejabat yang merangkap sebagai anggota satuan tugas penanganan covid itu.

Sementara itu, dalam periode lanjutan (dua pekan berikutnya), selama sepekan terakhir ini sudah ditemukan penambahan kasus baru sebanyak 17 pasien. Kemungkinan besar penambahan kasus yang terjadi pada 28 Juli itu akan menjadi angka puncak penambahan kasus baru.

Dan, jika sampai sepekan ke depan tidak ada penambahan kasus lagi yang melebihi separo dari angka puncak 17 pasien tersebut, kemungkinan skor penghitungannya akan membantu Kabupaten Tuban masuk ke zona kuning, minimal. ‘’Alhamdulillah, penambahan kasus baru tidak banyak. Seperti hari ini, ada penambahan satu pasien ter konfirmasi baru,’’ ungkapnya.

Penambahan kasus baru ini, lanjut Bambang, berasal dari Kecamatan Singgahan. Kasus baru ini sekaligus menambah daftar panjang ditemukannya warga yang terpapar virus korona di kecamatan setempat setelah beberapa bulan nol kasus. Dengan begitu, saat ini total kasus positif di kecamatan setempat sebanyak empat orang. Satu diantaranya meninggal dunia. Sehingga tersisa tiga yang masih menjalani perawatan.

Baca Juga :  Sidang Virtual Hemat Biaya Makan Tahanan

Pada bagian lain, dalam tiga hari terakhir ini penambahan angka kesembuhan juga masih tersendat. Belum ada pasien sembuh baru. Total pasien yang masih menjalani perawatan sebanyak 38 orang. Rinciannya, 18 pasien menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing karena sehat, kemudian lima pasien menjalani isolasi di rumah isolasi, 12 pasien dirawat di RSUD Koesma Tuban, dan sisa tiga pasien lagi dirawat di RSUD Sosodoro Djatikoesoema Bojonegoro.

Adapun total pasien yang sembuh sebanyak 146 orang. ‘’(Sembuh baru, Red) masih menunggu masa isolasi sepuluh hari. Insya Allah sepuluh hari ke depan akan banyak yang sembuh. Dan, semoga juga tidak ada penambahan kasus terkonfirmasi baru,’’ tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Tak Lagi di Atas

Miring dan Nyaris Roboh

Artikel Terbaru


/