alexametrics
25.3 C
Bojonegoro
Sunday, May 22, 2022

Rencana Pembukaan Jalur Baru KA Tuban, Agendakan Temui Kemenhub-KAI

Radar Tuban – Rencana pembukaan jalur baru kereta api (KA) menuju kawasan industri di Kecamatan Jenu belum masuk bahasan lembaga legislatif. Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Ketua Komisi I DPRD Tuban Fahmi Fikroni mengatakan, secara kelembagaan, rencana tersebut belum dibahas.

Namun, secara personal, dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Tuban terkait rencana jalur KA di Jenu. Roni, panggilan akrab Fahmi Fikroni menyampaikan, jalur KA menuju kawasan industri cukup penting. Terlebih, tak lama lagi berdiri kilang minyak Grass Root Refinery (GRR).

Saking pentingnya, komisi yang membidangi pembangunan ini mengagendakan segera bertolak ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan PT Kereta Api Indonesia (API) untuk memas tikan rencana jalur rel tersebut. ‘’Akan kita jadwalkan ke Kemenhub dan PT KAI, bulan ini,’’ ujar mantan manajer Persatu Tuban itu.

Baca Juga :  Sukirman Tak Bisa Berkelit

Ditanya terkait rencana jalur dan penempatan stasiunnya, politisi PKB ini mengaku belum mengetahui. ‘’Mudah-mudahan segera bisa terealisasi, termasuk jalannya,’’ imbuh Roni.

Terpisah, Camat Jenu Moh. Maftuchin menyampaikan, di rinya baru sebatas mendengar rencana tersebut. Sampai saat ini, kata dia, belum ada sosialisasi ke kecamatan. Diberitakan sebelumnya, Tuban siap menyongsong era industrialisasi menyusul berdirinya kilang minyak Grass Root Refinery (GRR).

Untuk menuju tatanan sosial ekonomi yang didominasi industri tersebut tak hanya disiapkan jalan tol, namun juga jalur kereta api (KA). Tujuannya, memperlancar transportasi umum dan khusus.

Jalur KA sekarang ini tengah dibahas Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Yakni jalur baru Rembang-JatirogoJenu-Babat. Opsi lain nya, jalur Rembang-Bancar-TambakboyoJenu-Babat.

Baca Juga :  Terdapat Pelaku UMKM Tak Tahu Informasi Lolos BLT

Bulan ini tim konsultan Kemenhub diagendakan melakukan penelitian di lapangan. Sementara reaktivasi jalur lama terutama di wilayah tengah kota kecil kemungkinan dipilih. Untuk menuju Babat, dimungkinkan memakai jalur baru KA.

Radar Tuban – Rencana pembukaan jalur baru kereta api (KA) menuju kawasan industri di Kecamatan Jenu belum masuk bahasan lembaga legislatif. Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Ketua Komisi I DPRD Tuban Fahmi Fikroni mengatakan, secara kelembagaan, rencana tersebut belum dibahas.

Namun, secara personal, dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Tuban terkait rencana jalur KA di Jenu. Roni, panggilan akrab Fahmi Fikroni menyampaikan, jalur KA menuju kawasan industri cukup penting. Terlebih, tak lama lagi berdiri kilang minyak Grass Root Refinery (GRR).

Saking pentingnya, komisi yang membidangi pembangunan ini mengagendakan segera bertolak ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan PT Kereta Api Indonesia (API) untuk memas tikan rencana jalur rel tersebut. ‘’Akan kita jadwalkan ke Kemenhub dan PT KAI, bulan ini,’’ ujar mantan manajer Persatu Tuban itu.

Baca Juga :  Ukir Prestasi dan Kepedulian Terhadap Sesama

Ditanya terkait rencana jalur dan penempatan stasiunnya, politisi PKB ini mengaku belum mengetahui. ‘’Mudah-mudahan segera bisa terealisasi, termasuk jalannya,’’ imbuh Roni.

Terpisah, Camat Jenu Moh. Maftuchin menyampaikan, di rinya baru sebatas mendengar rencana tersebut. Sampai saat ini, kata dia, belum ada sosialisasi ke kecamatan. Diberitakan sebelumnya, Tuban siap menyongsong era industrialisasi menyusul berdirinya kilang minyak Grass Root Refinery (GRR).

Untuk menuju tatanan sosial ekonomi yang didominasi industri tersebut tak hanya disiapkan jalan tol, namun juga jalur kereta api (KA). Tujuannya, memperlancar transportasi umum dan khusus.

Jalur KA sekarang ini tengah dibahas Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Yakni jalur baru Rembang-JatirogoJenu-Babat. Opsi lain nya, jalur Rembang-Bancar-TambakboyoJenu-Babat.

Baca Juga :  Hari Lingkungan, Harus Bisa Menjaga Bengawan

Bulan ini tim konsultan Kemenhub diagendakan melakukan penelitian di lapangan. Sementara reaktivasi jalur lama terutama di wilayah tengah kota kecil kemungkinan dipilih. Untuk menuju Babat, dimungkinkan memakai jalur baru KA.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Dari Dangdut ke Salawat

Mampu Berbuah Lebih Cepat

Anak Desa Harus Semangat Kuliah


/