alexametrics
24 C
Bojonegoro
Monday, June 27, 2022

Serba Serbi Kuota Internet Kemendikbud

Radar Tuban – Bagi-bagi internet gratis yang dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dipastikan hanya untuk guru dan siswa di bawah naungan dinas pendidikan (disdik).

Bantuan internet tersebut diatur dalam Surat Edaran (SE) Ke mendikbud Nomor 8202/C/ PD/2020 tentang Program Pemberian Kuota Internet bagi Peserta Didik. Dalam SE tersebut dinyatakan, kuota internet gratis disiapkan untuk siswa, mahasiswa, guru, dan dosen.

Tujuannya, menunjang pembelajaran daring hingga empat bulan ke depan. Kuota internet guru sebesar 42 gigabyte (Gb) per bulan dan siswa 35 Gb per bulan. Itu berarti sekolah di bawah Kementerian Agama (Kemenag) seperti madrasah di pastikan tidak mendapat bantuan serupa.

Kepala Disdik Tuban Nur Khamid kepada Jawa Pos Radar Tuban mengatakan, bantuan internet gratis langsung diberikan Kemendikbud ke masing-masing nomor ponsel guru dan siswa. Syaratnya, setiap satuan pendidikan wajib mengisi nomor ponsel pada data dapodik ma sing-masing sekolah.

Baca Juga :  Siswa, Pendidik, dan Sekolah Tunjukkan Prestasi

Bagaimana dengan madrasah? ‘’Aturannya hanya untuk sekolah di bawah dinas pendidikan, jadi madrasah tidak ada,’’ tegas dia. Mantan sekretaris Disdik Tuban itu menerangkan, kuota internet akan diberikan untuk guru SD dan SMP mulai bulan ini.

Sebelumnya, Kemendikbud meminta seluruh satuan pendidikan melengkapi nomor ponsel siswa pada dapodik paling lambat 31 Agustus. Namun, karena ma sih banyak nomor yang belum terdata, pendataan diperpanjang hingga 11 September 2020.

‘’Setelah pendataan selesai, paket internet gratis baru diproses,’’ ujar dia. Sebelumnya, disdik dan MKKS SMPN sudah merancang pemanfaatan bantuan operasional sekolah (BOS) untuk belanja internet gratis bagi siswa.

Nominalnya Rp 75 ribu selama tiga bulan. Atau per siswa mendapat bantuan pulsa internet 25 ribu per bulan. Bantuan internet tersebut sudah mulai didistribusikan sejak Agustus. Nur Khamid menegaskan, paket internet dari sekolah yang bersumber dari BOS dan bantuan Kemendikbud adalah dua program berbeda.

Baca Juga :  Kaleidoskop SIG Pabrik Tuban 2020

‘’Bantuan yang ini langsung diberikan Kemendikbud,’’ kata dia. Dikatakan mantan kepala SMAN 1 Soko itu, kuota internet gratis tersebut untuk menunjang pembelajaran jarak jauh siswa. Hal itu mengacu surat keputusan bersama (SKB) empat menteri, pembelajaran selama pandemi harus memaksimalkan daring.

Pembelajaran tatap muka dalam bentuk apapun masih belum boleh digelar. ‘’Setidaknya hingga empat bulan ke depan, belajar daring sudah dijamin pemerintah dengan pemberian subsidi kuota internet,’’ tuturnya.

Radar Tuban – Bagi-bagi internet gratis yang dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dipastikan hanya untuk guru dan siswa di bawah naungan dinas pendidikan (disdik).

Bantuan internet tersebut diatur dalam Surat Edaran (SE) Ke mendikbud Nomor 8202/C/ PD/2020 tentang Program Pemberian Kuota Internet bagi Peserta Didik. Dalam SE tersebut dinyatakan, kuota internet gratis disiapkan untuk siswa, mahasiswa, guru, dan dosen.

Tujuannya, menunjang pembelajaran daring hingga empat bulan ke depan. Kuota internet guru sebesar 42 gigabyte (Gb) per bulan dan siswa 35 Gb per bulan. Itu berarti sekolah di bawah Kementerian Agama (Kemenag) seperti madrasah di pastikan tidak mendapat bantuan serupa.

Kepala Disdik Tuban Nur Khamid kepada Jawa Pos Radar Tuban mengatakan, bantuan internet gratis langsung diberikan Kemendikbud ke masing-masing nomor ponsel guru dan siswa. Syaratnya, setiap satuan pendidikan wajib mengisi nomor ponsel pada data dapodik ma sing-masing sekolah.

Baca Juga :  Salurkan Dana Zakat untuk Pemberdayaan Pengrajin Batik

Bagaimana dengan madrasah? ‘’Aturannya hanya untuk sekolah di bawah dinas pendidikan, jadi madrasah tidak ada,’’ tegas dia. Mantan sekretaris Disdik Tuban itu menerangkan, kuota internet akan diberikan untuk guru SD dan SMP mulai bulan ini.

Sebelumnya, Kemendikbud meminta seluruh satuan pendidikan melengkapi nomor ponsel siswa pada dapodik paling lambat 31 Agustus. Namun, karena ma sih banyak nomor yang belum terdata, pendataan diperpanjang hingga 11 September 2020.

‘’Setelah pendataan selesai, paket internet gratis baru diproses,’’ ujar dia. Sebelumnya, disdik dan MKKS SMPN sudah merancang pemanfaatan bantuan operasional sekolah (BOS) untuk belanja internet gratis bagi siswa.

Nominalnya Rp 75 ribu selama tiga bulan. Atau per siswa mendapat bantuan pulsa internet 25 ribu per bulan. Bantuan internet tersebut sudah mulai didistribusikan sejak Agustus. Nur Khamid menegaskan, paket internet dari sekolah yang bersumber dari BOS dan bantuan Kemendikbud adalah dua program berbeda.

Baca Juga :  Kasus Baru Menanjak, Tuban Kembali Dekati Zona Merah

‘’Bantuan yang ini langsung diberikan Kemendikbud,’’ kata dia. Dikatakan mantan kepala SMAN 1 Soko itu, kuota internet gratis tersebut untuk menunjang pembelajaran jarak jauh siswa. Hal itu mengacu surat keputusan bersama (SKB) empat menteri, pembelajaran selama pandemi harus memaksimalkan daring.

Pembelajaran tatap muka dalam bentuk apapun masih belum boleh digelar. ‘’Setidaknya hingga empat bulan ke depan, belajar daring sudah dijamin pemerintah dengan pemberian subsidi kuota internet,’’ tuturnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/